JAKARTA — KFI Terapkan Lantai Parket Standar Internasional di Super Cup 2026

JAKARTA — Arena futsal profesional Indonesia resmi memasuki babak baru dalam tata kelola fasilitas pertandingan. Komite Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) me

Sep 13, 2026 - 11:32
0 0
JAKARTA — KFI Terapkan Lantai Parket Standar Internasional di Super Cup 2026

JAKARTA — Arena futsal profesional Indonesia resmi memasuki babak baru dalam tata kelola fasilitas pertandingan. Komite Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) mengumumkan penggunaan material lantai parket kayu khusus olahraga (sports wood flooring) untuk ajang Super Cup 2026. Langkah strategis ini mengakhiri dominasi permukaan interlock dan karpet vinil Gerflor yang selama ini menjadi standar utama pada turnamen Pro Futsal League.

Keputusan tersebut bukan sekadar pembaruan estetika visual, melainkan lompatan teknis yang menyelaraskan standar domestik dengan regulasi puncak Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Spesifikasi lantai kayu yang terpasang pada Super Cup 2026 tercatat identik dengan material yang digunakan pada ajang AFC Futsal Asian Cup 2026. Manuver ini mempertegas komitmen KFI dalam memodernisasi ekosistem futsal nasional agar lebih kompetitif di tingkat regional maupun global.

Transformasi Infrastruktur dan Keselamatan Biomekanis Atlet

Penggunaan lantai parket diyakini membawa implikasi besar terhadap tingkat keselamatan pemain. Direktur Operasional KFI, Dirgantara Pangaribuan, menegaskan bahwa investasi infrastruktur berstandar internasional ini merupakan kebutuhan mutlak demi menunjang performa puncak atlet.

"Kami ingin membawa level futsal domestik ke standar yang jauh lebih tinggi. Standar penggunaan di kompetisi level internasional," ujar Dirgantara pada Jumat, 12 September 2026. Ia menambahkan bahwa aspek peredaman benturan menjadi prioritas utama dalam penetapan kebijakan ini.

Secara biomekanis, lantai parket menawarkan daya serap benturan (shock absorption) yang lebih superior dibanding permukaan sintetis. Dalam kompetisi bertensi tinggi seperti Super Cup, tekanan mekanis pada pergelangan kaki dan lutut dapat diredam secara signifikan.

  • Pengurangan Risiko Cedera: Elastisitas alami kayu mampu meminimalisasi trauma akumulatif pada sendi lutut dan engkel pemain.
  • Kepresisian Dinamika Bola: Permukaan parket menyajikan traksi yang konsisten dan pantulan bola yang lebih presisi sesuai alur permainan futsal modern.
  • Optimalisasi Manuver: Tingkat cengkeraman sepatu yang ideal mengurangi risiko selip tanpa menghambat pergerakan cepat pemain.

Analisis Komparatif Spesifikasi Permukaan Lapangan Futsal

Transisi dari lantai interlock dan vinil menuju parket kayu mencerminkan evolusi standar fasilitas olahraga nasional. Tabel berikut menyajikan analisis perbandingan teknis dari ketiga jenis permukaan lapangan yang umum digunakan dalam futsal:

Parameter Evaluasi Lantai Interlock Karpet Vinil (Gerflor) Lantai Parket Kayu (Sports Wood)
Peredaman Benturan Rendah hingga Sedang Sedang hingga Tinggi Sangat Superior (Standar FIFA/AFC)
Risiko Cedera Sendi Tinggi (impak keras) Moderat Sangat Rendah (daya pegas alami)
Dinamika & Traksi Bola Kurang Konsisten Konsisten Sangat Presisi & Optimal
Kesesuaian Standar Global Kompetisi Lokal/Amatir Kompetisi Regional Turnamen Resmi AFC & FIFA World Cup

Dampak Komersial dan Penyiaran Berstandar Global

Di samping manfaat teknis bagi para atlet, langkah KFI beralih ke sports wood flooring memiliki kalkulasi bisnis yang terukur. Dalam industri olahraga modern, kualitas visual lapangan berpengaruh langsung terhadap daya tarik penyiaran (broadcast value).

Tampilan lantai parket memberikan kesan premium dan bersih pada layar kaca, sejalan dengan standar tayangan ajang futsal di Eropa. Kebijakan ini diproyeksikan mampu mendongkrak minat sponsor utama serta menaikkan tingkat pemirsa televisi selama gelaran Super Cup 2026.

"Fasilitas berstandar dunia tidak hanya melindungi aset utama kita, yaitu para atlet, tetapi juga meningkatkan nilai komersial kompetisi secara keseluruhan. Kualitas penyiaran visual menjadi jauh lebih menarik bagi mitra media dan sponsor," jelas Dirgantara.

Melalui terobosan ini, KFI menempatkan Super Cup 2026 sebagai tolok ukur baru bagi tata kelola kompetisi futsal di Indonesia, sekaligus mendorong pengelola arena lain untuk terus meningkatkan kualitas sarana penunjang mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User