Jakarta — Ibadah PM Modi di Prambanan Jadi Sinyal Kemitraan Ekonomi Baru

Jakarta — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia tidak hanya diwarnai agenda politik, tetapi juga dimensi spiritual yang sar

Jul 08, 2026 - 09:59
0 0
Jakarta — Ibadah PM Modi di Prambanan Jadi Sinyal Kemitraan Ekonomi Baru

Jakarta — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia tidak hanya diwarnai agenda politik, tetapi juga dimensi spiritual yang sarat makna ekonomi. PM Modi dijadwalkan mengunjungi kompleks Candi Prambanan, dan di sela-sela kunjungan itu akan melaksanakan ibadah di candi Hindu terbesar di Asia Tenggara tersebut. Langkah ini dinilai para analis sebagai katalis baru bagi penguatan kemitraan ekonomi bilateral yang lebih dalam dan berkelanjutan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi rencana tersebut kepada awak media di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

“Perdana Menteri Modi juga akan menyempatkan untuk melakukan peribadatan di kompleks Candi Prambanan,” kata Prasetyo.

Pernyataan ini segera memantik diskusi di kalangan pelaku pasar dan pengamat hubungan internasional. Sebab, lawatan seorang kepala negara ke situs religi bukan sekadar gestur budaya, melainkan kerap menjadi penanda kemitraan strategis yang melampaui angka-angka perdagangan.

Dari Spiritual ke Ekonomi: Candi Prambanan sebagai Poros Investment Storytelling

Bagi Indonesia, Candi Prambanan adalah salah satu aset pariwisata budaya unggulan yang mencatat kunjungan lebih dari 400 ribu wisatawan per tahun sebelum pandemi. Sementara bagi India, candi ini menyimbolkan akar sejarah dan peradaban Hindu yang menjadi fondasi hubungan antar-masyarakat. Ketika PM Modi memilih beribadah di sini, pesan yang tersirat adalah: Indonesia dan India memiliki ikatan yang lebih tua dan lebih dalam daripada sekadar transaksi komoditas.

Pesan semacam ini dalam diplomasi ekonomi modern disebut sebagai investment storytelling, yakni membangun narasi kepercayaan yang melampaui logika untung-rugi jangka pendek. “Ketika pemimpin negara meluangkan waktu untuk spiritualitas, pasar membaca sinyal komitmen jangka panjang,” ujar Dharmendra Kumar, ekonom senior dari India-ASEAN Economic Forum, dalam catatan riset yang dirilis hari ini.

Momentum ini diprediksi akan mendongkrak profil Indonesia di mata investor institusional India, khususnya di sektor properti, energi bersih, dan infrastruktur digital. Pasalnya, sentimen pasar seringkali bergerak lebih dulu menangkap sinyal non-kuantitatif seperti ini, sebelum kesepakatan konkret ditandatangani.

Data Perdagangan dan Investasi: Fondasi yang Sudah Kuat, Tinggal Akselerasi

Indonesia dan India memiliki hubungan dagang yang solid, dengan total perdagangan bilateral mencapai US$29,4 miliar pada 2025, naik 14% dari tahun sebelumnya. Neraca Indonesia surplus sekitar US$12 miliar, didorong ekspor batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan nikel olahan. Sementara India memasok produk farmasi, teknologi informasi, hingga komponen otomotif ke pasar Indonesia.

Beberapa poin kunci yang menjadi perhatian investor jelang kunjungan ini adalah:

  • Proyeksi investasi langsung (FDI) India ke Indonesia yang melonjak 37% year-on-year pada kuartal I/2026, terutama di sektor fintech dan energi terbarukan.
  • Rencana pembangunan kawasan industri terintegrasi di Jawa Tengah yang melibatkan konsorsium perusahaan India, dengan perkiraan nilai investasi awal US$800 juta.
  • Kemitraan digital antara startup Indonesia dan unicorn India yang semakin intensif, mengikuti model hubungan investasi yang telah sukses di sektor e-commerce dan edutech.
  • Peningkatan kuota ekspor gula mentah dan beras dari India yang dapat membantu stabilisasi harga pangan domestik Indonesia pasca-gangguan rantai pasok global.

Dengan latar belakang ini, kunjungan PM Modi bukan hanya seremoni kenegaraan, melainkan babak baru diplomasi ekonomi yang menggabungkan kekuatan sejarah, spiritualitas, dan rasionalitas pasar.

Pariwisata dan Multiplier Effect: Ribuan Wisatawan, Jutaan Dolar

Sektor pariwisata diproyeksikan menjadi penerima manfaat langsung dari lawatan ini. Data Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan India ke Indonesia mencapai 680.000 orang pada 2025, dengan rata-rata pengeluaran US$1.200 per kunjungan. Angka ini diperkirakan bisa menembus 1 juta pada 2027, jika momentum hubungan kedua negara terus terjaga.

Wisatawan India selama ini cenderung menjadikan Bali sebagai destinasi utama, namun kunjungan PM Modi ke Prambanan berpotensi membuka keran minat terhadap destinasi budaya Jawa. Paket wisata “Ramayana Trail” yang menghubungkan situs-situs Hindu di India dan Asia Tenggara sudah mulai dipasarkan oleh sejumlah agen perjalanan premium, dengan harga rata-rata US$3.500 per paket.

Efek pengganda (multiplier effect) dari pergeseran ini cukup signifikan. Apabila 10% saja dari total wisatawan India mengunjungi kawasan Prambanan dan sekitarnya, maka potensi pemasukan devisa dari akomodasi, transportasi, kuliner, dan cinderamata bisa mencapai US$81 juta per tahun, berdasarkan kalkulasi rata-rata pengeluaran dan asumsi durasi kunjungan 2–3 hari.

Prospek: Menanti Kesepakatan Maritim dan Transisi Energi

Para analis memperkirakan bahwa kunjungan ini akan menjadi platform bagi pengumuman kerja sama strategis di sektor maritim dan transisi energi. India, dengan pengalamannya dalam pengembangan pelabuhan dan energi surya, dipandang sebagai mitra ideal bagi Indonesia yang tengah mempercepat pembangunan infrastruktur ekonomi biru dan hijau.

“Pertemuan bilateral ini bisa menjadi titik tolak bagi terobosan baru dalam pendanaan proyek transisi energi, terutama setelah Indonesia dan India bersama-sama menjadi suara penting di forum G20 dan Global South,” ungkap Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia dalam analisis cepat yang dirilis pagi ini.

Dengan demikian, meski sekilas tampak hanya sebagai agenda budaya, ibadah PM Modi di Prambanan justru menjadi sinyal paling kuat bagi pasar: Indonesia dan India siap menulis babak baru kerja sama ekonomi yang lebih erat, multi-dimensi, dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User