JAKARTA — Harga Pangan Pasar Kebayoran Lama Melonjak Signifikan

Aktivitas perdagangan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat pagi (4/9/2026) berlangsung dalam bayang-bayang kecemasan menyusul lonjakan harg

Sep 14, 2026 - 13:22
0 0
JAKARTA — Harga Pangan Pasar Kebayoran Lama Melonjak Signifikan

Aktivitas perdagangan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat pagi (4/9/2026) berlangsung dalam bayang-bayang kecemasan menyusul lonjakan harga sejumlah komoditas pangan pokok. Pantauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa kenaikan harga terjadi pada berbagai bahan pangan vital, mulai dari cabai merah keriting, bawang merah, hingga beras kualitas medium. Kondisi ini menekan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah serta menggerus marjin keuntungan pedagang kecil yang berada di baris terdepan rantai konsumsi Ibu Kota.

Daftar Kenaikan Komoditas Pokok dan Tekanan Rantai Pasok

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan pada Jumat, 4 September 2026, kenaikan paling tajam dicatatkan oleh kelompok komoditas bumbu dapur dan hortikultura. Harga cabai merah keriting meroket hingga Rp65.000 per kilogram, melonjak sekitar 18,1% dibandingkan pekan sebelumnya yang bertengger di kisaran Rp55.000 per kilogram. Kenaikan signifikan ini juga diikuti oleh bawang merah lokal yang kini diperdagangkan pada level Rp42.000 per kilogram, naik dari harga semula Rp36.000 per kilogram.

Tidak berhenti pada sektor komoditas hortikultura, komoditas pangan utama berupa beras juga menunjukkan pergerakan menanjak yang konsisten. Beras kualitas medium kini diperdagangkan pada kisaran Rp14.500 per kilogram, sementara beras kelas premium menembus Rp17.000 per kilogram. Penjualan daging ayam ras juga naik tipis menjadi Rp40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp38.000 per kilogram.

Komoditas Harga Pekan Lalu (Rp/kg) Harga Hari Ini (4/9/2026) (Rp/kg) Perubahan (%)
Cabai Merah Keriting 55.000 65.000 +18,1%
Bawang Merah 36.000 42.000 +16,6%
Beras Medium 14.000 14.500 +3,5%
Daging Ayam Ras 38.000 40.000 +5,2%
"Pasokan dari daerah sentra produksi di Jawa Tengah dan Jawa Timur turun drastis dalam seminggu terakhir karena cuaca buruk. Kami pedagang eceran terpaksa menaikkan harga jual agar tidak rugi operasional, meskipun konsekuensinya jumlah pembelian dari langganan berkurang jauh," ujar Sugeng (52), salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Kebayoran Lama.

Analisis Makro: Cuaca Ekstrem dan Inefisiensi Distribusi

Secara analitis, pergerakan lonjakan harga komoditas pangan pokok di Pasar Kebayoran Lama ini tidak bisa dilepaskan dari kombinasi gangguan iklim regional serta inefisiensi logistik nasional. Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah lumbung pangan di Pulau Jawa memicu kegagalan panen parsial, yang berdampak langsung pada berkurangnya pasokan yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati sebelum didistribusikan ke pasar-pasar eceran seperti Kebayoran Lama.

Panjangnya rantai pasok dan tingginya biaya distribusi antarwilayah turut memicu kenaikan marjin harga di tingkat eceran. Komoditas yang sifatnya cepat membusuk seperti cabai dan bawang merah menjadi sangat rentan terhadap gangguan pasokan pendek ini, sehingga memicu transmisi harga yang cepat ke level konsumen akhir.

"Kenaikan harga bahan pangan yang berlangsung secara terus-menerus ini menjadi sinyal bahaya bagi tingkat inflasi daerah. Jika pemerintah tidak segera melakukan tindakan korektif berupa operasi pasar murah atau intervensi rantai pasok, daya beli masyarakat kelas bawah akan kian tergerus," terang ekonom independen dalam analisis ketahanan pangan regional.

Desakan Intervensi Pemerintah dan Solusi Jangka Panjang

Merespons dinamika harga tersebut, kalangan pedagang dan pembeli mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) serta BUMD terkait seperti Perumda Pasar Jaya untuk segera mengintervensi pasar. Penggelaran operasi pasar secara masif dan terukur dianggap menjadi langkah instan yang mutlak diperlukan untuk menahan gejolak harga agar tidak meluas.

Namun, dalam jangka panjang, solusi struktural tetap menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah dituntut untuk memperkuat fasilitas logistik pascapanen seperti penyediaan sistem pendingin skala besar (cold storage) dan sistem resi gudang terpadu di kawasan buffer zone Jabodetabek. Tanpa adanya pembenahan infrastruktur pasokan tersebut, fluktuasi harga pangan harian seperti yang terlihat di Pasar Kebayoran Lama pada Jumat (4/9/2026) akan terus berulang dan menjadi beban berat bagi masyarakat perkotaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User