Italia Kembali Gagal, Bosnia Lolos Piala Dunia via Adu Penalti

Skor akhir 1-1 bertahan hingga 120 menit, sebelum Bosnia-Herzegovina memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 lewat kemenangan adu penalti 4-2 atas Italia di Stadion Bilino Polje, Zenica. Ke...

Jul 28, 2026 - 08:18
0 0
Italia Kembali Gagal, Bosnia Lolos Piala Dunia via Adu Penalti

Skor akhir 1-1 bertahan hingga 120 menit, sebelum Bosnia-Herzegovina memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 lewat kemenangan adu penalti 4-2 atas Italia di Stadion Bilino Polje, Zenica. Kekalahan ini menandai kegagalan kedua beruntun Italia melaju ke panggung sepak bola tertinggi dunia, mengulangi tragedi serupa yang menimpa Gli Azzurri pada edisi 2022 lalu. Sebanyak 15.300 penonton yang memadati tribun bergemuruh saat algojo kelima Bosnia menuntaskan eksekusi yang mengirim tim asuhan Sergej Barbarez itu ke pesta global tahun depan.

Pertandingan yang berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit pertama ini menyuguhkan duel taktik dua pelatih yang kontras. Italia di bawah Luciano Spalletti tampil dengan formasi 3-4-2-1 yang mengandalkan penguasaan bola dan penetrasi dari sektor sayap, sementara Bosnia memilih pakem 4-2-3-1 yang bertumpu pada serangan balik cepat dan duel fisik di lini tengah. Statistik mencatat penguasaan bola Italia mencapai 62%, namun efektivitas serangan justru dimenangkan oleh tuan rumah yang berhasil menorehkan 6 shots on target berbanding 4 milik Italia sepanjang 120 menit laga.

Babak Pertama: Gol Cepat dan Respons Taktis

Kubu tuan rumah mengejutkan pertahanan Italia ketika menit ke-17, Ermedin Demirovic berhasil menaklukkan Gianluigi Donnarumma melalui sundulan mematikan hasil umpan silang akurat Miralem Pjanic dari sisi kanan. Gol tersebut lahir dari skema serangan balik yang dibangun hanya dalam tujuh detik setelah Italia kehilangan bola di area pertahanan Bosnia. Donnarumma yang tampil sebagai kapten sempat memberi reaksi sigap pada peluang pertama, tetapi bola rebound tidak mampu diamankan lini belakang yang terlambat menutup ruang tembak.

Italia merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Nicolo Barella dan Sandro Tonali bekerja keras mendikte tempo dari lini tengah, menciptakan tiga peluang beruntun di antara menit 25 hingga 34. Namun kiper Nikola Vasilj tampil gemilang dengan dua penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan voli Federico Chiesa yang nyaris menyamakan kedudukan. Hingga turun minum, papan skor masih menunjukkan keunggulan tipis 1-0 untuk Bosnia-Herzegovina.

Babak Kedua hingga Perpanjangan Waktu: Gol Penyeimbang dan Kebuntuan

Memasuki paruh kedua, Spalletti melakukan penyesuaian dengan memasukkan Giacomo Raspadori menggantikan Mateo Retegui yang minim sentuhan. Perubahan ini membawa dampak instan ketika menit ke-63, Raspadori berhasil mencatatkan namanya di papan skor lewat tembakan placing dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Vasilj. Assist cerdas diberikan oleh Nicolo Zaniolo yang menusuk dari sisi kiri sebelum mengirim umpan tarik terukur ke mulut gawang.

Kedudukan 1-1 memaksa kedua tim bermain lebih terbuka pada sisa waktu normal. Bosnia nyaris kembali unggul pada menit ke-78 melalui skema bola mati, tetapi sundulan Anel Ahmedhodzic membentur mistar gawang. Di sisi lain, peluang emas Italia lewat Moise Kean pada menit 85 berhasil digagalkan oleh sapuan brilian Sead Kolasinac di garis gawang. Hingga 90 menit berakhir, agregat tembakan tepat sasaran menunjukkan angka 5-4 untuk keunggulan Bosnia, mencerminkan efisiensi serangan tuan rumah yang patut diacungi jempol.

Dua kali 15 menit perpanjangan waktu berlangsung dengan tempo yang menurun drastis akibat kelelahan fisik. Kedua tim hanya mampu menciptakan masing-masing satu peluang berbahaya, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat kedudukan tak berubah. Drama akhirnya berpindah ke titik putih.

Adu Penalti: Eksekusi Dingin Bosnia dan Kegagalan Azzurri

Italia memulai babak tos-tosan dengan buruk setelah eksekusi pembuka Federico Chiesa mampu diblok Vasilj. Sebaliknya, Pjanic, Demirovic, dan Kolasinac sukses menjalankan tugas mereka dengan sempurna, menempatkan bola di sudut-sudut yang tak terjangkau Donnarumma. Sementara itu, Barella dan Tonali sempat menjaga asa Italia dengan dua eksekusi berhasil, sebelum kegagalan Zaniolo pada giliran keempat memastikan kemenangan 4-2 bagi Bosnia saat Dedić menuntaskan penalti penentu.

Donnarumma yang dikenal sebagai spesialis penalti justru gagal melakukan satu pun penyelamatan dalam drama tersebut. Ini menjadi ironi tersendiri mengingat reputasinya sebagai pahlawan Italia pada final Euro 2021 silam. Sebaliknya, Vasilj tampil sebagai pahlawan dengan dua blokir krusial yang mengantarkan negaranya ke Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.

Konsekuensi dan Refleksi

Kegagalan ini menambah catatan kelam sepak bola Italia yang untuk kedua kalinya secara beruntun absen dari putaran final Piala Dunia. Sebelumnya, Gli Azzurri juga gagal melaju ke Qatar 2022 setelah takluk dari Makedonia Utara di babak playoff. Publik Italia kini mempertanyakan efektivitas proyek jangka panjang yang digagas Spalletti, terlebih dengan skuad yang di atas kertas memiliki kualitas lebih unggul dibandingkan lawan-lawannya di kualifikasi.

Bagi Bosnia, hasil ini menjadi pencapaian monumental yang membuktikan bahwa generasi emas baru mereka mampu bersaing di level tertinggi. Kombinasi pemain senior berpengalaman seperti Pjanic dan talenta muda seperti Demirovic terbukti menjadi formula ampuh dalam laga-laga hidup mati semacam ini. Mereka kini bersiap mewakili Eropa di panggung global bersama 15 negara lainnya yang telah memastikan tempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User