Inggris Pimpin 4-0 di Babak Pertama Lawan Prancis
Kejutan besar tersaji di laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 saat Inggris untuk sementara membantai Prancis dengan skor 4-0 hanya dalam tempo 45 menit. Para pemain The Three Lions tampil sep...
Kejutan besar tersaji di laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 saat Inggris untuk sementara membantai Prancis dengan skor 4-0 hanya dalam tempo 45 menit. Para pemain The Three Lions tampil seperti kesetanan sejak peluit awal, membuat Les Bleus tak berkutik di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati stadion. Empat gol tanpa balas ini adalah cerminan dari efektivitas serangan Inggris yang kontras dengan kerapuhan lini belakang Prancis.
Awal Mematikan The Three Lions
Pertandingan belum genap lima menit, gawang Mike Maignan sudah bergetar. Menit ke-5, umpan silang Bukayo Saka dari sisi kanan disambut dengan sundulan keras Jude Bellingham yang melesak ke pojok kiri gawang. Gol tersebut seolah membuka keran serangan Inggris yang terus mengalir tanpa henti. Hanya berselang 13 menit kemudian, tepatnya menit ke-18, Bellingham membalas assist kepada Phil Foden. Lewat skema satu-dua di depan kotak penalti, Foden melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau Maignan. Skor langsung berubah menjadi 2-0 dan Prancis tampak terpukul. Belum pulih dari guncangan, menit ke-33 petaka kembali datang. Harry Kane yang menjadi eksekutor penalti setelah William Saliba melakukan handball di kotak terlarang berhasil menaklukkan Maignan dengan tendangan datar ke sisi kanan. Drama babak pertama ditutup oleh aksi individu Bukayo Saka pada menit ke-45+2. Mendapat bola dari Declan Rice, Saka menusuk dari sisi kanan, melewati dua bek, dan melepaskan tembakan keras ke sudut dekat yang kembali mengoyak jala Prancis. Skor 4-0 untuk Inggris di babak pertama.
Dominasi Statistik Babak Pertama
Secara angka, dominasi Inggris tidak hanya terlihat di papan skor. Hingga turun minum, tim asuhan Gareth Southgate mencatatkan penguasaan bola sebesar 47 persen—sedikit lebih rendah dari Prancis yang memegang 53 persen—namun efektivitas serangan Inggris begitu luar biasa. Mereka melepaskan total 8 tembakan, dengan 6 shots on target yang berbuah empat gol. Sebaliknya, Prancis hanya mampu menghasilkan 4 percobaan dan hanya 1 tepat sasaran yang masih bisa diamankan oleh Jordan Pickford. Selain itu, Inggris menciptakan 3 peluang emas melalui serangan balik cepat berkat kecepatan Saka dan Foden, sementara Prancis kehilangan bola sebanyak 9 kali di area pertahanan sendiri. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Inggris dengan double pivot Rice-Bellingham terbukti ampuh memutus distribusi bola Antoine Griezmann yang biasanya menjadi otak serangan Les Bleus. Jules Kounde dan Theo Hernandez yang biasanya rajin naik membantu serangan mati kutu karena terus ditekan.
Les Bleus Terpukul, Harus Bangkit di Babak Kedua
Di sisi lain, Prancis tampil jauh di bawah performa terbaiknya. Didier Deschamps menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan Kylian Mbappe sebagai ujung tombak, namun sang kapten nyaris tidak mendapatkan suplai bola bersih. Griezmann kesulitan menemukan ruang, sementara Eduardo Camavinga dan Aurelien Tchouameni lebih banyak bekerja keras memadamkan tekanan ketimbang membangun serangan. Hingga turun minum, Mbappe hanya mencatatkan satu sentuhan di kotak penalti lawan. Kartu kuning yang diterima Theo Hernandez pada menit ke-40 akibat melanggar Saka semakin memperburuk situasi. Wajah frustrasi jelas terlihat di bench Prancis.
“Kami tidak bisa melanjutkan permainan seperti ini. Mereka menekan kami di setiap lini dan kami gagal beradaptasi. Ini memalukan, tapi kami harus menunjukkan karakter di babak kedua,”
ujar Deschamps singkat saat menuju lorong stadion. Dengan defisit empat gol, misi Les Bleus untuk bangkit terasa sangat berat. Namun, jika ada tim yang mampu membalikkan keadaan, Prancis punya sejarah untuk itu. Babak kedua akan menjadi ujian mental sekaligus ajang pembuktian bagi skuad yang di atas kertas dihuni para bintang kelas dunia. Sementara itu, Inggris tinggal menjaga ritme dan tidak terlena. Southgate diyakini akan meminta anak asuhnya tetap disiplin dan tidak mengendurkan tekanan. Laga ini masih menyisakan 45 menit, tetapi satu kaki The Three Lions sudah nyaris berpijak di podium ketiga Piala Dunia 2026.
Comments (0)