Inggris Bungkam Pakistan di Headingley, Test Berikutnya Tunggu 2031

LEEDS — Inggris menutup laga dengan kemenangan nyaman atas Pakistan pada pertandingan pertama seri Test di Stadion Headingley, Leeds. Namun di balik kemena

Inggris Bungkam Pakistan di Headingley, Test Berikutnya Tunggu 2031

LEEDS — Inggris menutup laga dengan kemenangan nyaman atas Pakistan pada pertandingan pertama seri Test di Stadion Headingley, Leeds. Namun di balik kemenangan tersebut, stadion kebanggaan Yorkshire ini harus bersiap menghadapi kenyataan pahit: tidak akan ada lagi kriket Test pria di sana selama dua tahun ke depan.

Kemenangan ini sekaligus menjadi pukulan telak bagi Pakistan yang gagal memanfaatkan status underdog untuk membuat kejutan. Tim tamu tidak mampu menahan dominasi Inggris sepanjang pertandingan, meski sempat memberikan perlawanan sengit di sejumlah sesi. Alih-alih mengulang keajaiban yang kerap dilakukan tim-tim Asia Selatan ketika berkunjung ke Inggris, Pakistan justru harus pulang dengan kepala tertunduk.

Harry Brook Gagal Mencetak Abad di Kandang Sendiri

Salah satu sorotan pertandingan adalah penampilan Harry Brook, pemukul asal Yorkshire yang tampil gemilang di hadapan publik sendiri. Brook menjadi pencetak angka terbanyak Inggris pada hari kedua, Kamis (20/8/2026), dengan torehan 91 angka sebelum akhirnya tersingkir dari gawang.

Brook sebelumnya pernah tampil memukau di Headingley. Tiga tahun lalu, ia menjadi motor kemenangan Inggris atas Australia dalam perburuan angka yang menegangkan. Setahun kemudian, ia kembali menunjukkan kelasnya saat menghadapi India. Namun pada laga Kamis lalu, kesalahan penilaian kecil terhadap lemparan spin tangan kiri Ali Usman membuatnya harus puas pulang tanpa tiga digit.

Ia masih menunggu momen melepas helm di kandang sendiri, menunggu Headingley bersorak setelah ia mencapai tiga digit dalam laga Test. Sayangnya, ia harus menunggu beberapa tahun lagi.

Bagi Brook, laga ini menjadi momen emas yang terlewat. Publik Yorkshire tentu berharap pemain lokalnya dapat mencetak abad, yakni skor 100, di stadion yang menjadi kebanggaannya. Namun peluang itu harus ditunda seiring absennya Headingley dari kalender Test pria Inggris dalam beberapa tahun mendatang.

Headingley Kehilangan Test Selama Dua Tahun

Kabar yang lebih mengejutkan datang dari pengelola stadion. Headingley tidak masuk dalam alokasi pertandingan England and Wales Cricket Board (ECB) untuk kunjungan tim Australia asuhan Pat Cummins pada 2027. Akibatnya, stadion ini harus menunggu hingga 2031 untuk kembali menjadi tuan rumah laga Ashes yang selama ini menjadi sumber pendapatan besar.

Bukan hanya Headingley yang terdampak. Old Trafford, kandang Lancashire, juga dicoret dari daftar. Artinya, tidak akan ada laga Test Ashes pria di kawasan utara Inggris pada musim panas mendatang. Keputusan ini menjadi pukulan ganda bagi penggemar kriket di wilayah utara yang selama ini rutin menyaksikan laga internasional di dua stadion bersejarah tersebut.

Keputusan ECB ini memicu reaksi keras dari Yorkshire County Cricket Club. Sanjay Patel, kepala eksekutif Yorkshire, menyebut absennya kriket Test pria selama dua tahun ke depan sebagai kabar yang "menghancurkan" bagi klub.

"Ini keputusan yang menghancurkan bagi kami," kata Sanjay Patel, sebagaimana dikutip dari pernyataan klub yang sejalan dengan laporan tahunan dan laporan keuangan terbaru Yorkshire.

Pernyataan Patel sejalan dengan sentimen yang tertuang dalam laporan tahunan dan laporan keuangan klub terbaru. Yorkshire selama ini sangat bergantung pada pendapatan dari penyelenggaraan laga internasional, terutama seri Ashes yang selalu dipadati penonton dari dalam dan luar negeri.

Urutan Kejadian

  1. Inggris memenangi pertandingan pertama seri Test melawan Pakistan dengan skor yang nyaman di Headingley.
  2. Harry Brook tampil sebagai pencetak angka terbanyak Inggris dengan 91 angka pada hari kedua, Kamis (20/8/2026).
  3. Brook tersingkir setelah salah membaca lemparan spin Ali Usman, gagal mencetak abad pertamanya di Headingley.
  4. ECB mengumumkan alokasi pertandingan untuk kunjungan Australia 2027 yang tidak mencantumkan Headingley.
  5. Old Trafford juga dicoret dari daftar, membuat kawasan utara Inggris kehilangan laga Ashes Test pada musim panas 2027.
  6. Headingley dipastikan baru kembali menjadi tuan rumah laga Ashes pada 2031.
  7. Sanjay Patel menyebut keputusan ini "menghancurkan" bagi masa depan Yorkshire.

Dampak bagi Yorkshire dan Penggemar

Absennya Headingley dari kalender Test pria berdampak luas, tidak hanya bagi klub tetapi juga bagi perekonomian lokal. Setiap penyelenggaraan laga Test biasanya menarik ribuan penonton dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara, yang memberi manfaat ekonomi bagi hotel, restoran, dan usaha kecil di sekitar Leeds.

Bagi penggemar setia Yorkshire, kabar ini tentu mengecewakan. Menyaksikan laga Test di Headingley adalah tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun. Kini mereka harus menunggu lebih lama lagi untuk melihat tim terbaik dunia berlaga di stadion kesayangan mereka.

Sementara itu, Pakistan harus menerima kenyataan gagal memanfaatkan peluang di laga pembuka. Tim tamu datang dengan status underdog dan harapan besar untuk membuat kejutan. Namun, tanpa dukungan taktik yang solid, perlawanan mereka relatif mudah dipatahkan Inggris di hadapan pendukung tuan rumah.

Kekalahan ini membuat Pakistan tertinggal 0-1 dalam seri. Masih ada pertandingan tersisa yang bisa dimanfaatkan untuk bangkit, tetapi tekanan kini berada di pundak mereka untuk membuktikan bahwa performa di Headingley hanyalah awal yang keliru.

Bagi Inggris, kemenangan ini menjadi modal berharga. Namun, kegagalan Brook mencetak abad di kandang sendiri dan absennya Headingley dari kalender internasional menjadi catatan tersendiri di balik perayaan kemenangan.

[SOCIAL_TWEET]: Inggris bungkam Pakistan di Headingley, tapi stadion ini harus menunggu hingga 2031 untuk kembali jadi tuan rumah laga Ashes. #Kriket #Headingley[SOCIAL_TG]: 🏏 Inggris kalahkan Pakistan di Headingley. Namun Headingley & Old Trafford dicoret dari kalender Ashes 2027 — utara Inggris tanpa Test hingga 2031. CEO Yorkshire: "menghancurkan."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User