Ibu Muda Asal Aceh dan Bayinya Diduga Tewas Akibat Penganiayaan Sadis di Malaysia

Kuala Lumpur - Tragedi memilukan menimpa seorang perempuan asal Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22), yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga tewas di Malaysia. Korban yang sedang mengandung

Jul 08, 2026 - 05:42
0 1
Ibu Muda Asal Aceh dan Bayinya Diduga Tewas Akibat Penganiayaan Sadis di Malaysia

Kuala Lumpur - Tragedi memilukan menimpa seorang perempuan asal Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22), yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga tewas di Malaysia. Korban yang sedang mengandung tersebut diduga mengalami penyiksaan brutal hingga akhirnya melahirkan bayi secara prematur dalam kondisi mengenaskan.

Informasi mengerikan ini terungkap setelah tim Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh bersama Gabungan Aceh Bersatu (GAB) Malaysia melakukan penelusuran langsung dan mengurus proses pemulangan jenazah korban serta bayinya di negeri jiran tersebut. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, insiden nahas itu terjadi pada 25 Maret lalu di kawasan Klang, Selangor.

Senator asal Aceh, Sudirman Haji Uma, mengungkapkan rincian kekejaman yang dialami korban sebelum menghembuskan napas terakhirnya. Menurut keterangannya, korban mendapatkan penyiksaan fisik yang sangat kejam hingga mengakibatkan persalinan darurat yang terjadi lebih awal dari perkiraan waktu kelahiran.

"Korban disiksa dengan sangat kejam. Perutnya dipijak dan dipukul berulang kali hingga akhirnya melahirkan sendiri sebelum waktunya. Dalam kondisi tersebut, bayi lahir berlumuran darah," ujar Sudirman Haji Uma dalam keterangan tertulis yang diterima media kami, Selasa (23/6/2026).

Hingga saat ini, pihak berwenang di Malaysia masih melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan pembunuhan tersebut. Kasus ini telah menarik perhatian berbagai pihak, mengingat korbannya merupakan warga negara Indonesia yang sedang berada di perantauan. Tim pendamping dari komunitas Aceh di Malaysia terus berkoordinasi dengan keluarga korban serta pihak kedutaan untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan hak-hak korban sebagai warga negara Indonesia dapat terpenuhi.

Detail kronologis mengenai siapa pelaku dan apa motif di balik penganiayaan sadis ini masih belum diungkap secara resmi oleh kepolisian setempat. Sudirman Haji Uma menegaskan bahwa timnya akan terus mengawal kasus ini agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal, serta mendesak agar jenazah ibu dan bayi tersebut segera dipulangkan ke kampung halamannya di Aceh Tamiang untuk dikebumikan secara layak oleh pihak keluarga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User