Herdman Pasang Target Baru Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Jakarta — John Herdman resmi membuka kartu. Pelatih Timnas Indonesia itu menegaskan bahwa target skuad Garuda di Piala Asia 2027 bukan sekadar hadir dan pulang lebih cepat. Ia ingin anak asuhnya mel...

Oct 10, 2026 - 18:12
0 0
Herdman Pasang Target Baru Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Jakarta — John Herdman resmi membuka kartu. Pelatih Timnas Indonesia itu menegaskan bahwa target skuad Garuda di Piala Asia 2027 bukan sekadar hadir dan pulang lebih cepat. Ia ingin anak asuhnya melampaui pencapaian edisi sebelumnya di pentas benua, sebuah target yang ia sebut sebagai "ambisi terukur" ketimbang janji kosong di atas kertas.

Pernyataan itu keluar saat sesi konferensi pers jelang pemusatan latihan. Herdman datang dengan data di tangan: ia memetakan performa Indonesia di Piala Asia 2023 yang lalu, lalu menetapkan garis dasar yang harus dilewati. "Kami tahu di mana kami berdiri. Kami tahu apa yang harus kami lakukan untuk naik satu tingkat. Itu target realistis," ujarnya dengan nada tenang khas pelatih yang terbiasa menghadapi turnamen besar bersama Kanada di Piala Dunia 2022.

Peta Jalan dari Fase Grup

Herdman menilai fase grup adalah fondasi. Di Piala Asia edisi sebelumnya, Indonesia mencatat satu kemenangan bersejarah atas Vietnam dengan skor 1-0 lewat gol penalti, plus dua kekalahan dari Irak dan Jepang. Total penguasaan bola rata-rata Garuda hanya sekitar 40 persen, dengan shots on target yang masih di bawah lima per pertandingan. Data itu menjadi titik tolak.

"Kalau kami ingin melewati satu babak, kami harus menaikkan angka itu. Bukan sekadar bertahan dan berharap satu serangan balik berbuah gol," kata Herdman. Ia menyebut pentingnya efisiensi di sepertiga akhir lapangan: konversi peluang harus meningkat, sementara clean sheet menjadi prioritas di lini belakang. Formasi yang ia siapkan cenderung fleksibel, bisa bergeser dari 4-3-3 ke 3-4-2-1 bergantung lawan.

Herdman juga menyinggung soal pengalaman pemain muda yang kini merumput di Eropa. Menurutnya, kombinasi pemain diaspora dan pemain Liga 1 menciptakan kedalaman skuad yang lebih baik dari edisi sebelumnya. Namun ia menolak menyebut nama spesifik, memilih fokus pada kolektivitas. "Sepak bola bukan tentang satu pemain. Ini tentang sebelas orang yang memahami peran masing-masing selama 90 menit," tegasnya.

"Kami tidak mau hanya ikut meramaikan turnamen. Kami mau membuat lawan berpikir keras saat melawan Indonesia. Target kami jelas: melewati batas yang sudah dicapai generasi sebelumnya." — John Herdman

Kualitas Lawan dan Rencana Rotasi

Di Piala Asia 2027, level persaingan diprediksi makin ketat. Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Australia tetap menjadi kandidat kuat, sementara negara Asia Tenggara lain seperti Vietnam dan Thailand juga terus berkembang. Herdman sadar betul bahwa selisih kualitas bisa dipangkas lewat persiapan matang: uji coba internasional, analisis lawan berbasis video, hingga pengaturan beban latihan.

Untuk itu, ia merancang rotasi pemain agar tim tidak kehabisan tenaga di laga ketiga fase grup. "Kami butuh 23 pemain yang siap, bukan hanya 11. Di turnamen seperti ini, menit bermain harus terdistribusi," jelasnya. Ia menyoroti pentingnya kedisiplinan taktik, terutama saat menghadapi tim dengan penguasaan bola tinggi — di mana kartu kuning dan pelanggaran di area berbahaya harus ditekan semaksimal mungkin.

Asisten pelatih juga diminta memantau kebugaran pemain di klub masing-masing. Herdman menekankan bahwa cedera jelang turnamen adalah musuh terbesar. Karena itu, ia mendorong komunikasi intens dengan klub-klub Eropa dan Asia yang diperkuat pemain Indonesia. "Saya ingin tahu menit bermain mereka, kondisi otot mereka, semua data. Kami tidak bisa bekerja dengan tebakan," tambahnya.

Ambisi yang Berpijak pada Data

Jika merujuk peringkat FIFA, Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara Timur Tengah dan Asia Timur. Namun Herdman menilai peringkat bukan harga mati. Ia mencontohkan sejumlah tim yang mampu mencuri poin dari lawan lebih kuat lewat organisasi pertahanan rapat dan serangan balik cepat.

Menjelang turnamen, Indonesia dijadwalkan melakoni beberapa laga uji coba melawan tim peringkat atas. Hasil laga itu akan menjadi barometer sejauh mana target realistis Herdman bisa dicapai. Ia tidak ingin bicara soal hasil besar di luar nalar, tetapi ia juga menolak pesimisme. "Kami menghormati semua lawan, tapi kami tidak takut. Kalau kami takut, lebih baik tidak berangkat," pungkasnya.

Dengan target yang jelas, peta jalan berbasis statistik, dan kedalaman skuad yang terus dibangun, Timnas Indonesia di bawah Herdman tampak serius ingin menorehkan sejarah baru di Piala Asia 2027. Publik Tanah Air kini menunggu apakah ambisi itu berbuah prestasi, atau sekadar menjadi target manis di atas kertas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User