FP2 Moto2 Mandalika: Alonso Tercepat, Mario Aji Terlempar ke Peringkat 19
Sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto2 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika baru saja tuntas, dan papan waktu menampilkan kontras tajam: pembalap muda Spanyol, Alonso, mengunci po...
Sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto2 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika baru saja tuntas, dan papan waktu menampilkan kontras tajam: pembalap muda Spanyol, Alonso, mengunci posisi teratas dengan catatan waktu terbaik, sementara tuan rumah Mario Aji harus puas terlempar ke urutan ke-19. Sesi yang berlangsung di bawah terik khas Lombok ini menjadi alarm bagi tim-tim yang belum menemukan setup ideal, terutama di sektor pengereman keras Tikungan 1 dan 2 yang dikenal licin.
Alonso Kuasai Sesi, Selisih Tipis di Papan Atas
Sejak menit ke-15, Alonso langsung menunjukkan taringnya. Ia menorehkan waktu tercepat 1 menit 34,2 detik—unggul tipis 0,087 detik atas pembalap peringkat kedua dan 0,213 detik dari penghuni posisi ketiga. Konsistensi Alonso patut dicatat: ia mampu mempertahankan pace di bawah 1 menit 34,5 detik selama tujuh lap berturut-turut, sebuah indikasi bahwa motor yang ditungganginya sudah berada di jendela setup yang tepat untuk aspal Mandalika yang bersuhu permukaan mencapai 48 derajat Celsius.
Dari sisi statistik, Alonso mencatatkan 6 shots on target alias lap tercepat yang konsisten di tiga sektor. Sektor ketiga—yang mencakup tikungan cepat menjelang garis finis—menjadi wilayah kekuatannya, dengan catatan unggul 0,1 detik dari rival terdekat. Formasi timnya yang mengandalkan suspensi belakang lebih lunak terbukti mampu menyerap guncangan di trek bergelombang, sesuatu yang tidak dimiliki sebagian pembalap lain.
Mario Aji Tertahan di Peringkat 19, Kendala Sektor Kedua
Di kubu tuan rumah, Mario Aji menjalani sesi yang jauh dari kata mulus. Pembalap Indonesia itu menutup FP2 di posisi ke-19 dengan selisih 1,147 detik dari Alonso. Analisis split time menunjukkan masalah utama ada di sektor kedua: Mario kehilangan rata-rata 0,4 detik per lap di area tikungan 8 hingga 11, bagian di mana ia beberapa kali melebar akibat kesulitan menghentikan motor saat masuk tikungan.
Meski demikian, bukan tanpa modal positif. Pada lap ke-9, Mario sempat menempel di posisi ke-12 sementara dengan catatan waktu 1 menit 35,4 detik. Namun, upaya perbaikan di akhir sesi gagal terwujud. Ia tercatat hanya menyelesaikan 14 lap, lebih sedikit dibanding mayoritas rival yang menuntaskan 18-20 lap. Penguasaan bola—atau dalam konteks balap, distribusi waktu di jalur ideal—Mario hanya 71 persen, jauh di bawah rata-rata pembalap 10 besar yang menyentuh 84 persen.
"Kami masih mencari keseimbangan antara cengkeraman depan dan belakang. Mario sudah memberikan umpan balik yang jelas, tinggal eksekusi di FP3," ujar kepala mekanik timnya tanpa menyebut nama.
Peta Persaingan: Enam Pembalap dalam Jarak 0,5 Detik
FP2 Moto2 Mandalika 2026 menyajikan kompetisi yang ketat. Setelah Alonso, posisi kedua hingga keenam dihuni pembalap dengan selisih kurang dari setengah detik. Ini menandakan bahwa kualifikasi nanti diprediksi berlangsung sengit, dengan strategi ban menjadi kunci. Sirkuit Mandalika memiliki 17 tikungan dengan karakter stop-and-go; tim yang berani memakai kompon belakang medium cenderung mendapat keuntungan di paruh akhir lap.
Menariknya, tidak ada satu pun pembalap yang mencatatkan hat-trick sektor tercepat—yakni unggul di ketiga sektor sekaligus—dalam sesi ini. Alonso unggul di sektor 1 dan 3, sementara pembalap peringkat ketiga memimpin di sektor 2. Artinya, keseimbangan motor masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan sepenuhnya menjelang FP3 dan kualifikasi.
Dari sisi catatan bendera, FP2 kali ini relatif bersih. Tidak ada insiden kartu merah alias red flag, meski dua pembalap sempat melebar ke gravel di Tikungan 10. Pengawas balapan juga tidak mencatat adanya investigasi VAR—dalam balap, istilah ini merujuk pada tinjauan race control—untuk insiden kontak apa pun. Satu pembalap dikenai kartu kuning virtual berupa peringatan hitam-putih karena melewati batas trek berulang.
Bagi Mario Aji, FP3 menjadi misi penyelamatan. Jika ia gagal menembus 14 besar, ia harus melewati Q1 dengan risiko tersingkir lebih awal. Modal teknis sudah dikantongi; yang tersisa adalah ketenangan di lap terbang. Sebab di Mandalika, satu kesalahan kecil di Tikungan 16 bisa berujung pada kehilangan tiga persepuluh detik—dan di Moto2 2026, selisih itu cukup untuk memisahkan podium dari barisan belakang.
Comments (0)