BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Karhutla

Kabut asap tebal kembali menyelimuti langit Malaysia dan Singapura. Kali ini, penyebabnya bukan rahasia: kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan

Aug 24, 2026 - 10:30
0 0
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Karhutla

Kabut asap tebal kembali menyelimuti langit Malaysia dan Singapura. Kali ini, penyebabnya bukan rahasia: kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra yang melanda Indonesia. Namun di tengah kekhawatiran warga dan kritik dari negara tetangga, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) justru mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan: jangan saling menyalahkan.

BNPB secara resmi meminta negara jiran seperti Malaysia dan Singapura untuk tidak saling menuding terkait asap karhutla yang menyebar ke wilayah mereka. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik dan keluhan masyarakat di Kuala Lumpur maupun Singapura, yang kualitas udaranya memburuk drastis dalam beberapa pekan terakhir. "Bukan waktunya mencari kambing hitam, melainkan waktunya mencari solusi bersama," demikian inti pesan yang disampaikan BNPB.

Kronologi Kabut Asap yang Kembali Melanda

Musim kemarau tahun ini membawa bencana yang hampir bisa ditebak. Ribuan titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan dan Sumatra, memicu kebakaran lahan gambut yang sulit dipadamkan. Angin kemudian membawa asap melintasi Selat Malaka dan Laut Natuna, menyelimuti kota-kota besar seperti Kuala Lumpur, Johor Bahru, hingga Singapura. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di sejumlah kota negara tetangga sempat menyentuh level tidak sehat.

Dampaknya langsung terasa. Sekolah-sekolah terpaksa diliburkan, aktivitas penerbangan terganggu, dan warga diimbau untuk tidak keluar rumah tanpa masker. Kondisi ini memicu gelombang kritik yang mengarah ke Indonesia, sebagian di antaranya disampaikan dengan nada keras oleh pejabat negara tetangga. Bagi warga di Malaysia dan Singapura, kabut asap ini adalah pengalaman yang berulang hampir setiap musim kemarau. Sebagian dari mereka mulai lelah dengan siklus tahunan yang sama: kebakaran terjadi, asap menyebar, lalu janji perbaikan berguguran.

Data Titik Panas dan Upaya Pemadaman

Berdasarkan data satelit yang dipantau BNPB, jumlah titik panas pada Agustus ini meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut yang rentan terbakar saat kemarau panjang. Berikut gambaran sebaran titik panas yang dipantau:

WilayahIntensitas Titik Panas
Kalimantan BaratRatusan titik
Kalimantan TengahRatusan titik
Sumatra SelatanPuluhan hingga ratusan titik
RiauPuluhan titik

BNPB menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel, pesawat water bombing, serta teknologi modifikasi cuaca untuk memadamkan api. Namun, kondisi cuaca ekstrem dan luasnya lahan gambut yang terbakar membuat upaya pemadaman berjalan tidak mudah. Padam di satu titik, api kerap muncul di titik lain. Itulah sebabnya BNPB menilai penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendirian oleh Indonesia.

Seruan Kerja Sama Regional ASEAN

Di tengah saling tuding, BNPB justru mengajak Malaysia dan Singapura memperkuat kerja sama, termasuk melalui mekanisme ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. Perjanjian yang telah diratifikasi sejak bertahun-tahun lalu itu mengatur kerja sama negara-negara ASEAN dalam mencegah dan menanggulangi polusi asap lintas batas, mulai dari berbagi data satelit hingga bantuan pemadaman.

"Kami tidak meminta negara jiran untuk diam. Justru sebaliknya, kami mengundang mereka bekerja sama memadamkan api dan mencegah karhutla di hulu. Menyalahkan tidak akan memadamkan satu pun titik api," ujar pejabat BNPB kepada awak media.

Pakar lingkungan menilai pernyataan BNPB ini merupakan langkah yang tepat secara diplomatik, namun tetap mengingatkan pentingnya pencegahan di hulu. "Karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi soal tata kelola lahan, kesejahteraan petani, dan penegakan hukum yang konsisten terhadap pembakar lahan," kata seorang pengamat lingkungan yang memantau persoalan kabut asap lintas batas selama lebih dari satu dekade.

Seruan BNPB untuk tidak saling menyalahkan menjadi pengingat bahwa krisis asap lintas batas adalah ujian solidaritas regional. Yang dibutuhkan kini bukan retorika, melainkan aksi nyata: pemadaman cepat, pencegahan berkelanjutan, dan penegakan hukum yang tegas. Tanpa itu semua, kabut asap akan terus menjadi tamu tahunan yang tidak diundang di langit tiga negara.

[SOCIAL_TWEET]: BNPB minta Malaysia dan Singapura tak saling menyalahkan soal asap karhutla: "Menyalahkan tidak akan memadamkan satu pun titik api." 🌫️🤝[SOCIAL_TG]: 🌫️ BNPB: jangan saling menyalahkan soal asap karhutla. Ajakan kerja sama regional ASEAN diserukan di tengah kabut asap yang kembali melanda Malaysia dan Singapura.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User