Harga Emas Pegadaian Cetakan Antam Naik Rp4.000 per Gram

Pegadaian kembali menyesuaikan harga jual emas batangannya seiring dinamika pasar logam mulia global dan domestik. Pada Selasa (7/7/2020), harga emas batan

Jul 08, 2026 - 15:33
0 0
Harga Emas Pegadaian Cetakan Antam Naik Rp4.000 per Gram
Pegadaian kembali menyesuaikan harga jual emas batangannya seiring dinamika pasar logam mulia global dan domestik. Pada Selasa (7/7/2020), harga emas batangan khusus cetakan Antam di gerai Pegadaian tercatat naik Rp4.000 per gram. Kenaikan ini terjadi di tengah gelombang peningkatan kasus virus corona yang memicu kekhawatiran investor, sehingga mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Petugas Galeri 24 Pegadaian di Tangerang memajang berbagai pecahan emas batangan yang menjadi incaran masyarakat, mulai dari gramasi 0,5 gram hingga 100 gram.

Kronologi Kenaikan Harga dalam Sehari

Penyesuaian harga emas di Pegadaian umumnya dilakukan secara dinamis mengikuti dua acuan utama: harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada hari itu, pergerakan harga tercatat sebagai berikut:

  1. Pukul 10.00 WIB: Sistem internal Pegadaian memperbarui harga jual emas Antam. Kenaikan pertama sebesar Rp2.000 per gram mulai berlaku.
  2. Pukul 12.30 WIB: Pantauan harga emas spot internasional menunjukkan kenaikan tipis di kisaran US$1.785 per troy ounce, dipicu rilis data kasus COVID-19 harian yang kembali mencetak rekor.
  3. Pukul 14.00 WIB: Pegadaian kembali mengerek harga sebesar Rp2.000 per gram sehingga total kenaikan harian mencapai Rp4.000 per gram untuk cetakan Antam.
  4. Penutupan jam operasional: Transaksi emas di seluruh outlet Galeri 24 tetap ramai, terutama pembelian fisik oleh investor ritel yang memanfaatkan momentum penguatan harga.

Pendorong Utama: Lonjakan Kasus dan Pelarian ke Aset Aman

Peningkatan harga emas Pegadaian tidak terlepas dari eskalasi kasus virus corona yang memukul banyak sektor ekonomi. Ketika ketidakpastian membayangi pasar saham dan obligasi, investor secara naluriah mengalihkan portofolionya ke instrumen yang secara historis terbukti tangguh menghadapi krisis—yaitu emas. Dalam terminologi ekonomi, fenomena ini dikenal sebagai flight to safety, di mana emas berfungsi sebagai penyimpan nilai yang tahan terhadap inflasi dan depresiasi mata uang.

Secara statistik, korelasi negatif antara indeks dolar AS dan harga emas turut memperkuat tren kenaikan. Saat greenback melemah karena ekspektasi stimulus moneter lanjutan, emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, termasuk rupiah. Alhasil, harga emas di pasar domestik ikut terdongkrak. Data historis menunjukkan bahwa sepanjang kuartal II-2020, harga emas batangan Antam telah mengalami apresiasi lebih dari 15% secara tahun berjalan, menjadikannya salah satu aset dengan imbal hasil tertinggi di tengah pandemi.

Respons Pasar dan Implikasi bagi Investor Ritel

Kenaikan Rp4.000 per gram mungkin terkesan kecil, tetapi bagi investor yang membeli dalam volume besar—misalnya 100 gram—selisihnya dapat mencapai Rp400.000 dalam satu hari. Hal ini mendorong perilaku wait and see di kalangan pedagang kecil, sementara investor institusi justru menambah akumulasi. Pegadaian, sebagai lembaga keuangan yang menyediakan layanan jual-beli, gadai, dan tabungan emas, mencatat lonjakan transaksi sekitar 20% dibandingkan hari biasa, terutama melalui platform digital yang memungkinkan pembelian tanpa harus datang langsung ke gerai.

Dari sisi prospek, konsensus analis memperkirakan harga emas masih memiliki ruang naik selama tingkat suku bunga riil bertahan negatif dan tensi geopolitik-perdagangan tetap tinggi. Bagi masyarakat awam, emas tetap menjadi pilihan diversifikasi yang likuid dan mudah diakses melalui outlet Pegadaian yang tersebar hingga pelosok.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User