Harapan Polri di Balik Doa Bersama Lintas Agama Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Beritainti.com, Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara doa bersama lintas agama yang digelar di Auditorium Mutiara STIK-PTI
Beritainti.com, Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara doa bersama lintas agama yang digelar di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis (26/6). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan jatuh pada 1 Juli 2026 mendatang.
Doa bersama ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antara Polri dan berbagai elemen masyarakat. Para tokoh lintas agama dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu hadir bersama, memanjatkan doa bagi kedamaian dan kemajuan bangsa, sekaligus untuk kelancaran tugas para personel kepolisian di seluruh Indonesia. Laporan kami menyebutkan bahwa suasana khusyuk dan penuh kebersamaan begitu terasa sepanjang acara.
Memperkuat Sinergi di Bawah Tema "Polri untuk Masyarakat"
Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini mengusung tema besar "Polri untuk Masyarakat". Tema ini mencerminkan komitmen institusi untuk terus mendekatkan diri dan menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan publik. Melalui doa bersama, Polri ingin menegaskan bahwa kekuatan terbesarnya terletak pada dukungan, kepercayaan, dan sinergi yang solid dengan seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan mendalam mengenai makna persatuan. Ia menekankan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan sebuah kekayaan yang harus dijaga untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai.
"Ini adalah wujud syukur kami dan juga ikhtiar untuk terus meningkatkan sinergi. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan doa, dukungan, dan kerja sama dari seluruh komponen bangsa agar Polri semakin baik dalam memberikan pelayanan dan perlindungan," ujar Kapolri dalam sambutannya seperti dikutip media kami.
Rangkaian Refleksi dan Pamungkas Perjalanan 80 Tahun
Doa bersama lintas agama ini menjadi bagian dari refleksi panjang perjalanan korps Bhayangkara selama delapan dekade. Berbagai agenda telah dan akan terus digelar untuk memeriahkan sekaligus memaknai peringatan ini, mulai dari bakti sosial, olahraga bersama, hingga pameran inovasi pelayanan publik. Namun, acara spiritual seperti doa bersama justru dianggap sebagai inti yang menghubungkan aspek profesionalisme dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
Di tengah dinamika tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital, kehadiran pemuka agama di markas pendidikan tinggi kepolisian ini menjadi simbol kuat bahwa Polri terus membuka ruang dialog. Institusi ini tidak ingin sekadar tegas dalam menegakkan hukum, tetapi juga humanis dalam merangkul perbedaan pendapat dan keyakinan.
Di sisi lain, hasil survei nasional yang dirilis baru-baru ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Salah satu tokoh senior kepolisian, Timur Pradopo, turut menyambut baik kabar tersebut. Dalam pesannya yang terpisah, ia mengingatkan agar momentum positif ini tidak disia-siakan.
"Peningkatan kepercayaan publik ini adalah amanah. Ini harus dijawab dengan kinerja yang lebih profesional, humanis, dan bersih. Doa bersama ini juga bagian dari ikhtiar batin agar para anggota Polri senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas-tugas mulia," demikian pesan yang disampaikan Timur Pradopo kepada media kami.
Melalui peringatan Bhayangkara ke-80 ini, Polri berharap tidak hanya merayakan hari jadi, melainkan meneguhkan komitmennya untuk menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sejati. Doa yang dipanjatkan bersama hari ini menjadi fondasi spiritual untuk menyongsong era baru pengabdian Polri ke depannya.
Comments (0)