Haaland Tak Berkutik, Norwegia Tersingkir di Perempat Final
Skor akhir 2-1 untuk Inggris memastikan langkah Norwegia terhenti di babak perempat final Piala Dunia 2026. Bermain di Stadion Hard Rock, Miami Gardens, Florida, Minggu malam waktu setempat, Erling Ha...
Skor akhir 2-1 untuk Inggris memastikan langkah Norwegia terhenti di babak perempat final Piala Dunia 2026. Bermain di Stadion Hard Rock, Miami Gardens, Florida, Minggu malam waktu setempat, Erling Haaland dan kolega harus mengakui keunggulan lawan setelah 90 menit penuh drama yang berjalan hingga menit-menit akhir.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan pelatih Stale Solbakken yang datang ke turnamen dengan modal lima kemenangan beruntun di babak kualifikasi. Norwegia tampil dominan dalam penguasaan bola dengan catatan 58 persen, namun kreativitas di sepertiga akhir lapangan menjadi persoalan serius sepanjang pertandingan.
Babak Pertama: Norwegia Mendikte, Inggris Mencuri Peluang
Menit ke-7, Martin Odegaard melepaskan umpan terobosan terukur ke arah Haaland, tetapi bek tengah Inggris berhasil memotong bola tepat di depan kotak penalti. Norwegia menggunakan formasi 4-3-3 dengan Haaland sebagai ujung tombak tunggal, didukung Antonio Nusa dan Alexander Sorloth di sisi sayap. Pendekatan ini membuat lini tengah Norwegia mendominasi, dengan Sander Berge mencatatkan 47 umpan sukses hanya di 45 menit pertama.
Namun, menit ke-23, Inggris membuka keunggulan lewat serangan balik cepat. Jude Bellingham menerima bola di ruang kosong antara lini tengah dan pertahanan Norwegia, lalu melepaskan tembakan kaki kiri dari jarak 18 meter yang tidak mampu dijangkau kiper Orjan Nyland. Skor 1-0 untuk Inggris, dan VAR sempat meninjau potensi offside sebelum gol disahkan.
Norwegia merespons menit ke-31. Haaland menerima umpan silang rendah dari sisi kiri, melakukan kontrol pertama yang sempurna, tetapi tembakannya masih membentur tiang kanan gawang Inggris. Ini menjadi satu-satunya shots on target Norwegia di babak pertama dari total enam percobaan.
"Kami kehilangan konsentrasi selama lima menit, dan pada level ini, itu adalah harga yang harus dibayar," kata Solbakken usai pertandingan.
Babak Kedua: Tekanan Norwegia dan Gol Penyeimbang
Memasuki babak kedua, Solbakken mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 dengan memasukkan Kristian Thorstvedt untuk menambah kreativitas. Perubahan ini langsung berdampak. Menit ke-52, Norwegia menyamakan kedudukan lewat sundulan Haaland setelah menerima tendangan bebas Odegaard. Gol ini merupakan gol kelima Haaland di turnamen, menempatkannya sebagai top skor sementara.
Statistik menunjukkan Norwegia melepaskan 14 tembakan sepanjang pertandingan, dengan lima mengarah ke gawang. Inggris, di sisi lain, lebih efisien dengan sembilan tembakan dan empat on target. Penguasaan bola Norwegia yang tinggi tidak diimbangi dengan penetrasi ke kotak penalti lawan yang cukup sering.
Menit ke-67, Haaland nyaris mencetak gol keduanya. Menerima umpan lambung panjang, ia berlari mengejar bola dan melepaskan tembakan voli, tetapi kiper Inggris melakukan penyelamatan penting dengan kaki kanannya. Kartu kuning pertama pertandingan keluar menit ke-71 untuk gelandang Norwegia, Patrick Berg, setelah pelanggaran taktis menghentikan serangan balik.
Gol Kemenangan Inggris di Menit Akhir
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Inggris mencetak gol kemenangan menit ke-88. Bellingham kembali menjadi aktor utama dengan assist terukurnya, diselesaikan oleh penyerang pengganti dengan tembakan pertama kali dari dalam kotak penalti. Skor akhir 2-1 untuk Inggris, dan Norwegia harus menerima kenyataan pahit tersingkir di perempat final.
Haaland terlihat terduduk di lapangan setelah peluit panjang berbunyi, sebuah gambaran kekecewaan mendalam. Sepanjang turnamen, ia mencatatkan lima gol dan dua assist dalam lima pertandingan, tetapi gagal membawa negaranya melangkah lebih jauh. Norwegia mencatatkan clean sheet dua kali di turnamen ini, namun pertahanan mereka rapuh ketika menghadapi tim dengan transisi cepat seperti Inggris.
Dengan hasil ini, Inggris melaju ke semifinal dan akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Prancis. Bagi Norwegia, perjalanan Piala Dunia 2026 berakhir dengan catatan empat kemenangan dan satu kekalahan, sebuah pencapaian terbaik mereka dalam beberapa dekade terakhir. Namun, pertanyaan besar kini muncul: apakah ini menjadi penampilan terakhir Haaland di panggung Piala Dunia, mengingat usianya yang akan menginjak 30 tahun pada turnamen berikutnya?
Yang jelas, malam di Miami Gardens menjadi pengingat keras bahwa sepak bola tidak pernah tentang satu pemain. Norwegia memiliki penguasaan bola, memiliki Haaland, memiliki Odegaard, tetapi Inggris memiliki efisiensi dan momen. Dan di babak gugur, momen adalah segalanya.
Comments (0)