Argentina Lolos Ke Final Setelah Bungkam Inggris 2-1
Skor akhir 2-1 untuk Argentina membuka jalan Tim Tango ke partai puncak Piala Dunia 2026. Laga semifinal di Atlanta Stadium, Georgia, berakhir dengan pelukan dua sosok sentral: kapten Lionel Messi dan...
Skor akhir 2-1 untuk Argentina membuka jalan Tim Tango ke partai puncak Piala Dunia 2026. Laga semifinal di Atlanta Stadium, Georgia, berakhir dengan pelukan dua sosok sentral: kapten Lionel Messi dan gelandang muda Enzo Fernandez, yang sama-sama menyumbang momen krusial sebelum seluruh skuad menghampiri tribun pendukungnya untuk memberi aplaus penutup.
Babak Pertama: Tempo Tinggi Dan Gol Penalti Messi
Sejak peluit awal, pelatih Argentina memasang formasi 4-3-3 dengan tiga gelandang pekerja keras di lini tengah, sementara Inggris menjawabnya dengan 4-2-3-1 yang menempatkan satu gelandang bertahan sebagai pengawal ruang antarlini. Pressing tinggi Argentina memaksa bek sayap Inggris kesulitan mengembangkan serangan dari bawah, dan penguasaan bola 54% berbanding 46% milik Inggris mencerminkan dominasi penguasaan zona tengah sepanjang 45 menit pertama.
Menit ke-17, Argentina nyaris membuka keunggulan lewat skema umpan satu dua di sisi kanan, tetapi sundulan gagal menemui sasaran. Empat menit kemudian, wasit menghentikan laga setelah tinjauan VAR memastikan bek Inggris menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak terlarang. Penalti dieksekusi Messi dengan tenang ke pojok kiri, membuka keunggulan 1-0 pada menit ke-23. Penjaga gawang Inggris sebenarnya menebak arah dengan benar, tetapi eksekusi kapten Argentina itu terlalu rapat ke tiang.
Argentina terus menekan. Menit ke-31, tendangan bebas dari jarak 25 meter melambung tipis di atas mistar, sementara upaya serangan balik Inggris pada menit ke-38 masih mampu diamankan lini belakang. Memasuki masa injury time babak pertama, Argentina mencatatkan lima shots on target berbanding dua milik The Three Lions. Penguasaan bola babak pertama: Argentina 55%, Inggris 45%.
Babak Kedua: Inggris Menyamakan Dan Gol Kemenangan Fernandez
Inggris keluar dari ruang ganti dengan perubahan taktik. Pelatihnya menurunkan satu gelandang serang tambahan sehingga formasi berubah menjadi 4-4-2 datar, dengan tujuan membanjiri sisi kiri pertahanan Argentina. Strategi itu membuahkan hasil. Menit ke-58, sepakan voli dari dalam kotak penalti setelah skema tendangan sudut pendek berhasil menaklukkan kiper Argentina. Skor berubah 1-1, dan pertandingan kembali terbuka.
Selama sepuluh menit berikutnya, tempo laga memanas. Menit ke-64, wasit mengeluarkan kartu kuning pertama kepada gelandang bertahan Argentina setelah melanggar pemain Inggris yang hendak menusuk dari sisi kiri. Dua menit kemudian, VAR kembali diaktifkan untuk memeriksa dugaan offside dalam gol Inggris, namun keputusan tetap sah karena garis bahu pemain berada dalam posisi onside.
Pelatih Argentina lalu melakukan pergantian: satu penyerang sayap digantikan gelandang kotak, mempertajam kontrol di area tengah menjelang 20 menit terakhir. Keputusan itu terbukti jitu. Menit ke-78, Enzo Fernandez melepaskan tembakan first-time dari luar kotak penalti memanfaatkan assist silang rendah Messi. Bola membung luruk ke sudut kanan bawah gawang, menegakkan kedudukan 2-1 sekaligus menghidupkan kembali dominasi Argentina.
Inggris mengejar dengan menumpuk pemain di depan. Menit ke-86, sundulan kepala dari jarak dekat masih mengenai tiang gawang Argentina. Pada menit ke-89, kartu kuning kedua untuk skuad Inggris datang setelah tekel terlambat terhadap winger Argentina. Hingga peluit panjang berbunyi, total Argentina mencatatkan 12 tembakan dengan 7 di antaranya on target, sedangkan Inggris menghasilkan 9 tembakan dengan 5 shots on target.
Data Dan Dampak: Jalan Argentina Menuju Partai Final
Secara numerik, laga ini menegaskan betapa efisiennya lini tengah Argentina. Selain penguasaan bola 54%, mereka unggul dalam umpan sukses sebesar 89% berbanding 84% milik Inggris. Fernandez tercatat sebagai pemain dengan tekel terbanyak di kubu Argentina, disusul kontribusi kreatif Messi yang mencatatkan satu assist dan satu gol penalti. Di kubu Inggris, gelandang nomor 10 mereka menjadi motor serangan dengan tiga kali menciptakan peluang, namun lini depan gagal memaksimalkan peluang emas pada fase akhir.
Kartu kuning total berjumlah tiga: dua untuk Inggris dan satu untuk Argentina. VAR dipanggil dua kali, sekali untuk keputusan penalti dan sekali untuk pemeriksaan offside, keduanya mengonfirmasi keputusan lapangan. Dalam sejarah pertemuan kedua raksasa ini, kemenangan tipis 2-1 menambah catatan persaingan yang selalu ketat dan penuh tensi taktik.
Kini Argentina menunggu pemenang semifinal lainnya, sementara Inggris harus puas menutup turnamen di posisi empat besar bila kalah di laga perebutan tempat ketiga. Bagi Fernandez, gol penentu di Atlanta Stadium menjadi momen paling penting dalam kariernya bersama timnas, sementara Messi kembali menegaskan perannya sebagai eksekutor sekaligus pengatur tempo di panggung terbesar sepak bola.
Comments (0)