Haaland Bawa Man City Tundukkan Liverpool di Perempat Final FA Cup
Skor akhir 2-1 untuk Manchester City atas Liverpool di Etihad Stadium, Sabtu (4/4/2026), mengantar The Citizens melaju ke semifinal FA Cup. Erling Haaland menjadi bintang kemenangan itu, menyumbang ke...
Skor akhir 2-1 untuk Manchester City atas Liverpool di Etihad Stadium, Sabtu (4/4/2026), mengantar The Citizens melaju ke semifinal FA Cup. Erling Haaland menjadi bintang kemenangan itu, menyumbang kedua gol timnya dalam laga perempat final yang berjalan sengit selama 90 menit plus tambahan waktu.
Menit ke-23, Haaland membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan terobosan dari sisi kanan. Dari posisi starting XI yang memakai formasi 4-2-3-1, striker asal Norwegia itu bergerak di antara dua bek tengah Liverpool, lalu melepaskan tendangan kaki kiri yang tidak mampu diantisipasi kiper tamu. Gol itu lahir dari serangan cepat dengan total hanya tiga sentuhan sebelum bola masuk ke gawang.
Liverpool merespons. Menit ke-38, gol penyama kedudukan lahir melalui skema bola mati. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, dengan penguasaan bola 54 persen untuk Manchester City dan 46 persen untuk Liverpool. Pada babak pertama, tuan rumah mencatat empat shots on target, sedangkan Liverpool hanya dua.
Babak Kedua: Haaland Menuntaskan Pekerjaan
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan naik signifikan. Menit ke-57, Liverpool hampir berbalik unggul lewat sundulan yang masih membentur mistar gawang. Dua menit berselang, pelatih Manchester City melakukan rotasi dengan memasukkan gelandang bertahan tambahan untuk mengunci lini tengah.
Menit ke-71, Haaland mencetak gol keduanya malam itu. Berawal dari tekanan tinggi di area pertahanan Liverpool, bola direbut di sisi kiri, lalu diumpan mendatar ke kotak penalti. Tanpa ragu, Haaland menuntaskan peluang itu dengan sepakan first-time. Skor akhir 2-1 tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang. Dengan dua gol ini, Haaland mengoleksi hat-trick dalam arti dua gol di laga ini plus catatan golnya di putaran sebelumnya.
Statistik laga menunjukkan Manchester City unggul di hampir semua aspek: shots on target 7 berbanding 4, penguasaan bola 56 persen berbanding 44 persen, dan jumlah umpan sukses 512 berbanding 389. Liverpool memang tampil agresif dengan 14 pelanggaran, tetapi hanya menghasilkan satu kartu kuning sepanjang laga.
Momen VAR dan Taktik yang Menentukan
Ada satu momen VAR yang menjadi sorotan. Menit ke-63, Liverpool sempat menuntut penalti setelah pemainnya jatuh di kotak terlarang. Namun, setelah tinjauan video, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran karena bek Manchester City lebih dulu menyentuh bola. Keputusan itu memicu protes singkat dari bangku cadangan Liverpool, tetapi pertandingan berlanjut tanpa insiden lanjutan.
Dari sisi taktik, formasi 4-2-3-1 Manchester City berhasil memanfaatkan celah di antara bek sayap Liverpool yang sering naik membantu serangan. Dua gol Haaland lahir dari skema serangan balik cepat, bukan dari penguasaan bola panjang. Sebaliknya, Liverpool yang memakai 4-3-3 kesulitan menembus blok pertahanan rendah tuan rumah pada 20 menit terakhir.
Haaland sendiri tampil dominan dalam duel udara. Ia memenangkan 7 dari 10 duel udara, serta menorehkan akurasi tembakan 80 persen. Sepanjang pertandingan, ia menyentuh bola 34 kali, dengan 6 di antaranya di kotak penalti lawan.
“Erling menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang kelas dunia. Dua golnya lahir dari insting, bukan kebetulan. Kami tahu laga melawan Liverpool selalu sulit, tetapi para pemain menjalankan rencana dengan disiplin,” ujar pelatih Manchester City seusai pertandingan.
Sementara dari kubu Liverpool, pelatih tamu menyebut timnya kurang tajam di sepertiga akhir. “Kami menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir menjadi pembeda. City lebih efektif, dan Haaland adalah alasan utamanya,” katanya.
Dampak ke Semifinal dan Rekor Haaland
Kemenangan ini membawa Manchester City ke babak semifinal FA Cup, menjaga peluang meraih gelar ganda musim ini. Bagi Haaland, dua gol ke gawang Liverpool menambah koleksi golnya di kompetisi domestik menjadi 28 gol dari 30 penampilan. Ia juga mencatatkan clean sheet kolektif untuk lini belakang? Tidak, karena gawang City kebobolan satu gol. Namun, kontribusi ofensifnya tetap menjadi pembeda utama.
Sebagai catatan, ini bukan pertama kali Haaland menjadi momok bagi Liverpool. Dalam lima pertemuan terakhir di semua kompetisi, ia sudah mencetak enam gol. Rasio gol per pertandingan melawan The Reds mencapai 1,2, angka yang terbilang luar biasa untuk laga sekelas perempat final.
Bagi Manchester City, laga ini juga menjadi pembuktian kedalaman skuad. Meski beberapa pemain inti dirotasi, struktur permainan tetap solid. Dengan jadwal padat di liga dan Eropa, rotasi menjadi kunci untuk menjaga kebugaran menjelang semifinal yang akan digelar akhir bulan ini.
Liverpool harus segera bangkit. Kekalahan ini membuat mereka tersingkir dari satu jalur gelar, dan fokus kini beralih ke kompetisi liga. Dengan penguasaan bola yang tidak buruk, masalah utama mereka adalah ketajaman di depan gawang, sesuatu yang harus segera dibenahi jika ingin tetap bersaing di papan atas.
Pada akhirnya, malam di Etihad Stadium menjadi milik Haaland. Dua gol, satu kemenangan, dan satu tiket semifinal. Statistik berbicara: skor akhir 2-1, shots on target 7-4, penguasaan bola 56-44 persen. Manchester City melaju, Liverpool harus menunggu musim depan untuk mencoba peruntungan di FA Cup.
Comments (0)