Guseynov Tak Selebrasi Usai Bobol Gawang Borneo FC, Ini Alasannya

Skor akhir 2-1 untuk Persita Tangerang atas Borneo FC Samarinda pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Benteng, Tangerang, Jumat (9/1/2026). Tiga poin menjadi kabar baik bagi Laskar Awang...

Aug 28, 2026 - 15:22
0 0
Guseynov Tak Selebrasi Usai Bobol Gawang Borneo FC, Ini Alasannya

Skor akhir 2-1 untuk Persita Tangerang atas Borneo FC Samarinda pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Benteng, Tangerang, Jumat (9/1/2026). Tiga poin menjadi kabar baik bagi Laskar Awang, tetapi momen yang paling diingat publik justru datang dari Javlon Guseynov. Gelandang asal Uzbekistan itu mencetak gol ke gawang tim yang pernah dibelanya, lalu memilih berdiri diam, mengangkat kedua tangan, dan menolak merayakannya. Gestur itu langsung dipahami seluruh penjuru stadion: sebuah penghormatan untuk mantan klub sekaligus suporter yang pernah membesarkan namanya di Bumi Anggang.

Babak Pertama: Persita Tekan lewat Sisi Sayap, Guseynov Buka Keunggulan

Persita menurunkan starting XI berformasi 4-3-3, memanfaatkan kecepatan dua winger untuk menyerang ruang di belakang bek sayap Borneo FC yang bermain 4-2-3-1. Pola itu langsung terlihat efektif. Menit ke-19, sepakan dari luar kotak penalti nyaris membobol gawang tamu, namun kiper Borneo FC masih mampu menepis dengan gemilang. Tekanan tuan rumah terus mengalir hingga menit ke-34, ketika assist matang dari gelandang serang memotong kesebelasan Borneo FC. Guseynov membaca bola paling cepat, melakukan satu sentuhan kontrol, lalu menyambar dengan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Bola melesat ke sudut jauh yang tak terjangkau kiper, Persita unggul 1-0. Alih-alih berlari ke sudut stadion, Guseynov berhenti, menunduk, dan mengangkat tangan ke arah tribun suporter Borneo FC sebagai tanda hormat. Wasit mencatat gol, sementara seisi stadion membalasnya dengan tepuk tangan. Hingga turun minum, Persita unggul 4-1 dalam shots on target dan 56 persen penguasaan bola.

Babak Kedua: Balasan Borneo FC, Drama VAR, dan Gol Penentu

Babak kedua berjalan dengan wajah berbeda. Borneo FC menaikkan intensitas pressing dan menuai hasil pada menit ke-58 melalui sepak pojok; bola liar di dalam kotak penalti dijebol bek tengah mereka dari jarak dekat. Keunggulan tuan rumah lenyap, calon clean sheet pun batal. Persita sempat keteteran, dan drama makin panas pada menit ke-66 ketika Borneo FC menarik jala untuk kedua kalinya. Garis offside menolak: VAR memanggil wasit ke monitor, dan gol dianulir karena posisi penyerang Borneo FC dinilai terlalu maju saat bola dimainkan. Keputusan itu memicu protes keras, satu kartu kuning dikeluarkan untuk kapten Borneo FC. Persita belajar dari tekanan itu dan bangkit. Menit ke-79, sepak pojok singkat berakhir pada umpan silang dari sisi kiri; bek tengah Persita naik paling tinggi dan menyundul bola masuk dekat tiang jauh. Menit ke-84, Guseynov hampir menggandakan keunggulan lewat serangan balik, namun sepakannya masih membentur mistar. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang.

Angka yang Berbicara: Statistik Laga

Data pertandingan menempatkan Persita sedikit di atas: penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen, dengan total percobaan tendangan 15 berbanding 9. Dari situasi menguntungkan itu, Persita mencatat 7 shots on target, sementara Borneo FC baru 4. Persita juga unggul dalam duel udara serta jumlah umpan silang yang sampai ke rekan setim. Disiplin menjadi catatan tersendiri; wasit mengeluarkan 3 kartu kuning, dua untuk Persita dan satu untuk Borneo FC, tanpa satu pun kartu merah sepanjang laga. Guseynov tampil 90 menit penuh dengan 3 percobaan tendangan, 2 di antaranya tepat sasaran, serta akurasi passing 86 persen. Gol ke gawang mantan tim itu menjadi gol kelimanya di musim ini, angka yang menegaskan perannya sebagai motor serangan dari lini kedua. Borneo FC pulang tanpa poin, sementara Persita membawa pulang tiga angka berharga di depan publiknya sendiri.

"Kami tahu Guseynov punya sejarah dengan Borneo FC. Cara dia merayakan gol itu cerminan karakternya. Yang paling penting bagi kami, dia bekerja keras selama 90 menit dan memberi kontribusi nyata," ujar pelatih Persita usai laga.

Respek yang Disambut Hangat, Fokus Beralih ke Laga Berikutnya

Yang menarik, gestur Guseynov juga disambut baik dari kubu lawan. Sebagian suporter Borneo FC yang menempuh perjalanan jauh ke Tangerang membalas dengan tepuk tangan, lalu tetap bernyanyi mendukung timnya hingga peluit akhir dibunyikan. Dari sisi Borneo FC, staf kepelatihan mengaku kecewa dengan hasil akhir, terutama karena gol yang dianulir VAR pada menit ke-66, namun tetap memberikan apresiasi pada sportivitas mantan anak asuhnya. Kekalahan ini membuat perjalanan Borneo FC di papan klasemen tertahan, sementara Persita merangkak naik dan menguatkan posisinya di papan atas. Musim masih panjang dan perebutan zona atas akan semakin ketat, tetapi malam di Stadion Benteng memberi pelajaran bahwa skor akhir dan statistik bukan satu-satunya cerita. Terkadang, satu gestur sederhana mampu menjadi momen paling diingat dari 90 menit penuh pertarungan di lapangan hijau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User