Gol Bunuh Diri Antar Persebaya Kalahkan Persija, Tavares Puji Pressing Tim

Persebaya Surabaya membuka kampanye Piala Presiden 2026 dengan kemenangan krusial 1-0 atas Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin malam. Gol bunuh diri bek Persija, Rizky Ridho, pad...

Jul 28, 2026 - 06:19
0 0
Gol Bunuh Diri Antar Persebaya Kalahkan Persija, Tavares Puji Pressing Tim

Persebaya Surabaya membuka kampanye Piala Presiden 2026 dengan kemenangan krusial 1-0 atas Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin malam. Gol bunuh diri bek Persija, Rizky Ridho, pada menit ke-67 menjadi satu-satunya pembeda dalam laga bertensi tinggi yang disaksikan lebih dari 55 ribu penonton. Hasil ini menempatkan Bajul Ijo di puncak klasemen sementara Grup A, sekaligus memberikan modal berharga menatap laga selanjutnya.

Jalannya Pertandingan

Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya yang tampil dengan formasi 4-3-3 langsung mengambil inisiatif serangan. Duet sayap Bruno Moreira dan Ardi Idrus terus menusuk dari sisi lapangan, memaksa fullback Persija bertahan dalam. Sementara itu, Persija mengusung formasi 3-5-2 yang mengandalkan kolektivitas lini tengah lewat Riko Simanjuntak dan Jonathan Bustos. Namun, pressing tinggi yang diterapkan anak asuh Bernardo Tavares membuat aliran bola Macan Kemayoran sering terputus sebelum memasuki sepertiga akhir lapangan. Peluang emas pertama lahir dari kaki Marselino Ferdinan pada menit ke-28, tetapi tendangan melengkungnya masih bisa ditepis Andritany Ardhiyasa. Di kubu lawan, Marko Simic terisolasi total—hanya mencatatkan tiga sentuhan di kotak penalti sepanjang babak pertama.

Memasuki babak kedua, tempo permainan justru meningkat. Tavares memasukkan Yohanes Kandaimu untuk menambah daya gedor di lini kedua, dan hasilnya langsung terlihat dengan derasnya aliran serangan. Puncaknya terjadi pada menit ke-67. Umpan silang Bruno Moreira dari kanan pertahanan Persija mengarah ke tiang jauh, di mana Wiliam Gama menempel ketat Rizky Ridho. Tekanan itu membuat Ridho salah mengantisipasi bola; sundulannya malah meluncur deras ke gawang sendiri tanpa bisa dihentikan Andritany yang sudah bergerak ke arah sebaliknya. Wasit sempat berkoordinasi lewat VAR untuk mengecek potensi offside, namun tayangan ulang mengonfirmasi Gama berada dalam posisi sah. Gol bunuh diri tersebut sontak mengubah peta permainan—Persija terpaksa keluar menyerang, sementara Persebaya makin disiplin menjaga bentuk pertahanan.

Pressing Agresif Jadi Kunci

Usai pertandingan, Bernardo Tavares tak bisa menyembunyikan kepuasannya terhadap performa tim.

Kami tahu Persija sangat kuat dalam build-up, jadi kami fokus untuk tidak memberi mereka waktu dan ruang. Para pemain melakukannya dengan sempurna. Pressing kami malam ini luar biasa. Kami memaksa mereka melakukan kesalahan, dan itulah yang terjadi pada gol. Bukan kebetulan, tapi hasil dari kerja keras kolektif,
ujarnya dalam konferensi pers. Statistik mendukung klaim tersebut: Persebaya mencatatkan 22 tekanan berhasil (successful pressures) di area pertahanan Persija, hampir dua kali lipat rata-rata laga musim lalu. Selain itu, Bajul Ijo membukukan 17 intersep dan 14 tekel sukses, angka yang menunjukkan agresivitas luar biasa sepanjang 90 menit.

Taktik pressing tinggi Tavares bukan sekadar instruksi spontan. Data pelacakan lapangan menunjukkan bahwa setiap kali kiper Andritany melakukan umpan pendek ke bek, minimal tiga pemain Persebaya langsung berada dalam radius lima meter. Hal ini mempersempit sudut operan dan memancing kesalahan di area rawan. Beberapa kali, pada menit ke-15 dan menit ke-56, Persebaya nyaris mencuri bola di dekat kotak penalti, namun penyelesaian akhir masih belum cukup baik. Kapten tim, Dusan Stevanovic, menutup celah di belakang dengan performa sempurna: 5 sapuan, 4 blok, dan 3 intersep, serta memenangi seluruh duel udara di kotak penalti sendiri.

Statistik Kunci Pertandingan

Meskipun Persija menguasai bola lebih banyak—51,2 persen berbanding 48,8 persen—efektivitas serangan Persebaya jauh lebih tajam. Tercatat 12 tembakan dilesatkan Bajul Ijo, dengan 5 tepat sasaran, sedangkan Macan Kemayoran hanya mencatatkan 8 tembakan dan 2 shots on target. Gol yang diharapkan (xG) juga menegaskan dominasi ancaman: 1,32 xG untuk Persebaya vs 0,54 xG untuk Persija. Artinya, peluang yang diciptakan tim tamu jauh lebih berbahaya meskipun kalah penguasaan bola.

Di lini tengah, Muhammad Hidayat tampil sebagai jangkar tak tergantikan. Gelandang bertahan ini mencatatkan 6 intersep dan 8 pemulihan bola—terbanyak di antara semua pemain—serta akurasi operan mencapai 89 persen. Sementara itu, Bruno Moreira yang menjadi motor serangan dari sayap kanan melepaskan 4 umpan kunci dan menciptakan assist tidak langsung untuk gol kemenangan.

Kami berusaha keras menekan dan akhirnya berbuah hasil. Tim tampil solid dari lini depan hingga belakang. Gol ini adalah hasil dari pressing yang kami latih setiap hari,
kata Moreira.

Di kubu Persija, akurasi umpan Riko Simanjuntak anjlok ke 72 persen—terendah di antara pemain sayap—akibat tekanan terus-menerus dari fullback Persebaya. Marko Simic bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran, sebuah statistik langka bagi bomber Kroasia tersebut. Pelatih Thomas Doll mengakui kesulitan timnya.

Kesalahan individu memang bisa terjadi, tapi saya tidak bisa menyalahkan Ridho sepenuhnya. Situasi itu lahir dari tekanan tinggi lawan. Kami kurang tenang dalam membangun serangan dari belakang,
ucap Doll.

Kartu kuning yang dikeluarkan wasit kepada tiga pemain—masing-masing untuk Januar Eka (Persebaya) dan dua pemain Persija—menunjukkan intensitas duel di lapangan. Total pelanggaran mencapai 27 kali, dengan 15 di antaranya dilakukan Persebaya sebagai bukti keberanian mengambil risiko demi menjaga pressing tetap hidup. Kemenangan ini membawa Persebaya menatap laga berikutnya melawan Borneo FC dengan modal sempurna, sementara Persija harus segera bangkit untuk menghadapi Persib Bandung yang tak kalah berat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User