Gempa M 6,2 Guncang Pulau Doi, Maluku Utara
Maluku Utara kembali diguncang gempa bumi signifikan pada Jumat pagi. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 6,2 terjadi di wilayah
Maluku Utara kembali diguncang gempa bumi signifikan pada Jumat pagi. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 6,2 terjadi di wilayah Pulau Doi, Halmahera. Peristiwa ini tercatat pada pukul 09.31 WIB, dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman menengah, memicu kekhawatiran awal di kalangan warga pesisir.
Menurut data yang dihimpun Beritainti.com, episenter gempa berlokasi sekitar 58 kilometer arah Barat Daya dari Pulau Doi. Koordinat tepatnya berada di 2.38 Lintang Utara dan 127.81 Bujur Timur. Kedalaman hiposenter tercatat 100 kilometer di bawah permukaan laut. Parameter ini diklasifikasikan sebagai gempa bumi menengah, yang dipicu oleh aktivitas deformasi dalam lempeng tektonik di zona subduksi Laut Maluku. Mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan oblique pada struktur sesar aktif di dasar laut.
Guncangan Dirasakan hingga Ternate dan Halmahera Barat
Getaran gempa dirasakan cukup luas oleh masyarakat di sekitar episenter. Skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) menunjukkan kekuatan III-IV MMI di wilayah Pulau Doi dan Halmahera Selatan, di mana guncangan terasa seperti getaran truk yang melintas dan membuat benda-benda ringan bergoyang. Sementara itu, di Kota Ternate dan sebagian Halmahera Barat, guncangan tercatat pada skala II-III MMI, cukup untuk membuat warga di gedung bertingkat rendah merasakan ayunan ringan. Belum ada laporan kerusakan struktural signifikan dari daerah-daerah tersebut, namun beberapa warga sempat berhamburan keluar rumah saat guncangan berlangsung.
"Gempa berkekuatan Magnitudo 6,2 terjadi pada Jumat, 3 Juli 2026 pukul 09.31 WIB. Pusat gempa berada di 58 km Barat Daya Pulau Doi, Maluku Utara, dengan kedalaman 100 km. Gempa ini tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG melalui kanal informasi resminya.
Respons Cepat dan Imbauan Resmi
BMKG dengan cepat mengonfirmasi bahwa gempa ini tidak menimbulkan ancaman tsunami, mengingat kedalamannya yang menengah dan mekanisme sumber yang didominasi oleh pergerakan mendatar. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang biasa terjadi setelah guncangan utama dengan magnitudo sebesar ini. Hingga satu jam pasca-gempa, beberapa aktivitas seismik susulan dengan kekuatan lebih kecil dilaporkan terekam di jaringan sensor BMKG.
Media kami memantau bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara langsung berkoordinasi dengan perangkat desa dan camat setempat untuk mendata dampak. Posko tanggap darurat sementara didirikan di beberapa titik strategis untuk mengantisipasi laporan kerusakan lanjutan atau korban luka. Tim reaksi cepat juga disiagakan menuju Pulau Doi dan wilayah Halmahera Selatan yang paling dekat dengan pusat gempa, terutama untuk memeriksa kondisi bangunan publik seperti sekolah, puskesmas, dan tempat ibadah.
Dari segi historis, kawasan Laut Maluku memang dikenal sebagai salah satu zona seismik paling aktif di Indonesia. Aktivitas kegempaan di sekitar Palung Halmahera dan Sesar Sorong kerap menghasilkan gempa bumi dengan kedalaman bervariasi, dari dangkal hingga dalam. Gempa menengah seperti yang terjadi kali ini, meski jarang memicu tsunami, tetap perlu diwaspadai potensi longsoran bawah lautnya jika terjadi di area dengan kemiringan dasar laut yang ekstrem. Namun, pemodelan tsunami BMKG memastikan nihil ancaman untuk kejadian ini, sehingga masyarakat pesisir dapat kembali beraktivitas normal dengan tetap mengikuti informasi resmi.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Maluku Utara dilaporkan kondusif. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi tidak resmi dan selalu memverifikasi kabar melalui kanal-kanal BMKG atau pemerintah daerah setempat. Beritainti.com akan terus memantau perkembangan pascagempa dan memberikan informasi terkini seputar situasi di lapangan.
Comments (0)