Gempa M 3,2 Terjadi di Cianjur
Sebuah gempa bumi dengan magnitudo 3,2 mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu (24/6/2026). Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa ter
Sebuah gempa bumi dengan magnitudo 3,2 mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu (24/6/2026). Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di darat, tepatnya sekitar 7 kilometer sebelah barat Cianjur.
BMKG menginformasikan bahwa gempa ini memiliki kedalaman yang relatif dangkal, hanya 12 kilometer di bawah permukaan bumi. Karena kedalaman yang dangkal, getaran gempa berpotensi dirasakan oleh warga di sekitar episenter, terutama di wilayah Kabupaten Cianjur dan sekitarnya.
"Kedalaman: 12 Km," tulis BMKG dalam keterangan resminya melalui akun media sosial X pada Rabu (24/6/2026).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat peristiwa ini. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan terus memantau informasi terkini hanya dari sumber resmi seperti BMKG.
Secara geografis, Cianjur dan sebagian besar wilayah Jawa Barat memang dikenal sebagai daerah yang rawan gempa karena posisinya yang dilalui oleh sesar aktif, termasuk Sesar Cimandiri dan zona subduksi di selatan Pulau Jawa. Aktivitas seismik dengan magnitudo kecil seperti ini bukan hal yang asing dan kerap terjadi sebagai bagian dari pelepasan energi secara alami di kerak bumi.
Gempa berkekuatan magnitudo 3,2 ini termasuk dalam kategori gempa minor yang biasanya tidak menimbulkan kerusakan signifikan, namun tetap dapat dirasakan oleh orang-orang yang berada di dalam ruangan, terutama di lantai atas. Getaran dapat terasa seperti getaran ringan hingga menyerupai lewatnya kendaraan berat.
Menariknya, pada hari yang sama, sebuah gempa dengan magnitudo serupa, yaitu 3,2, juga tercatat mengguncang wilayah Tapanuli Utara. Kedua kejadian ini berada di zona tektonik yang berbeda dan tidak saling berkaitan secara langsung, namun menunjukkan bahwa aktivitas seismik di berbagai wilayah Indonesia masih cukup aktif.
BMKG mengingatkan bahwa informasi resmi hanya disebarkan melalui kanal-kanal milik lembaga tersebut, seperti situs web, aplikasi mobile, dan akun media sosial terverifikasi. Warga diminta mewaspadai berita bohong atau informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan terkait potensi gempa susulan atau prediksi yang tidak berdasar.
Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur bersama aparat setempat masih melakukan pemantauan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan data perkembangan terbaru. Kesiapsiagaan masyarakat dan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana menjadi kunci penting dalam menghadapi potensi risiko gempa di masa mendatang. Media kami, Beritainti.com, akan terus memantau dan memberikan informasi akurat seputar peristiwa ini.
Comments (0)