Geledah Kantor DPRD Kuansing, KPK Bidik Perantara Pengumpul Dana dalam Kasus Bupati Suhardiman

Jakarta — Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyelidikan kasus yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby (SA), dengan menggeledah kantor Dewan Perwaki

Jul 08, 2026 - 08:26
0 1
Geledah Kantor DPRD Kuansing, KPK Bidik Perantara Pengumpul Dana dalam Kasus Bupati Suhardiman

Jakarta — Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyelidikan kasus yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby (SA), dengan menggeledah kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Penggeledahan ini dilakukan untuk mengusut dugaan keterlibatan pihak yang berperan sebagai pengepul atau perantara dalam pengumpulan uang terkait perkara tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi langkah penyidik yang menyasar gedung wakil rakyat itu. Menurutnya, terdapat indikasi kuat bahwa proses pengumpulan dana yang dilakukan oleh Bupati Suhardiman tidak berjalan sendiri, melainkan melalui bantuan sejumlah perantara yang kini tengah didalami perannya.

"KPK juga melakukan penggeledahan di kantor DPRD. Jadi ada dugaan proses pengumpulan yang dilakukan Bupati ini melalui perantara," ujar Budi Prasetyo di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).

Meski demikian, Budi belum memberikan perincian lebih lanjut mengenai identitas maupun latar belakang sosok perantara yang diduga menjadi target utama dalam penggeledahan tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh temuan dan keterangan yang diperoleh dari proses penggeledahan akan dijadikan dasar untuk mengembangkan konstruksi perkara.

Penyidik KPK sebelumnya telah menetapkan Bupati Suhardiman Amby sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi yang mencoreng wajah pemerintahan di Kabupaten Kuansing. Operasi senyap yang digelar di lingkungan parlemen daerah ini menjadi sinyal bahwa lingkaran perkara terus melebar, tidak hanya berpusat pada kepala daerah semata, melainkan juga melibatkan elemen legislatif yang diduga turut memfasilitasi transaksi haram tersebut.

Sumber yang dekat dengan penyidikan menyebutkan bahwa penggeledahan di DPRD Kuansing berlangsung selama berjam-jam dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik disinyalir turut diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Langkah KPK menggeledah kantor DPRD ini menjadi babak baru dalam pengusutan perkara yang menjerat orang nomor satu di Kuansing itu. Publik kini menantikan sejauh mana lembaga antirasuah mampu mengurai benang kusut dugaan keterlibatan oknum wakil rakyat yang bertindak sebagai pengepul dana kotor tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak KPK masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan siapa saja yang bertanggung jawab dalam pusaran kasus ini. Informasi lengkap mengenai perkembangan penyidikan akan terus disampaikan oleh media kami, Beritainti.com, seiring dengan progres yang dilakukan oleh tim penyidik di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User