Fajar/Fikri Melaju ke Final China Open 2025 Usai Tundukkan Liang/Wang
Skor akhir 21-19, 21-17 menjadi saksi kegemilangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Sabtu (26/7). Di hadapan ribuan pendukung tuan rumah, pasangan In...
Skor akhir 21-19, 21-17 menjadi saksi kegemilangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Sabtu (26/7). Di hadapan ribuan pendukung tuan rumah, pasangan Indonesia itu tampil tanpa cela untuk membungkam Liang Wei Keng/Wang Chang, sekaligus mengunci satu tempat di partai puncak turnamen Super 1000 berhadiah total US$2 juta ini.
Pertarungan Sengit Sejak Gim Pembuka
Sejak peluit pertama dibunyikan, duel berlangsung dalam intensitas tinggi. Fajar/Fikri yang turun sebagai unggulan kedua langsung mengambil inisiatif dengan permainan cepat dan pressing ketat di area depan. Smash keras Fikri dari sisi kiri berulang kali merepotkan pertahanan Liang/Wang, yang terpaksa bermain dalam tekanan. Namun, juara Asia 2024 itu bukan lawan mudah. Dukungan penonton membuat mereka mampu membalikkan keadaan dari tertinggal 13-15 menjadi unggul 18-16 berkat rangkaian net kill mematikan dan servis-servis tricky Wang Chang.
Menit-menit kritis terjadi setelah interval. Fajar yang dikenal sebagai playmaker cerdas mulai membaca pola permainan lawan. Ia kerap memotong shuttlecock di depan net dengan potongan drop shot menukik yang tak mampu dijangkau Liang. Momen krusial terjadi pada kedudukan 19-19, ketika Fajar melakukan dua kali drive balik yang memaksa Wang melakukan kesalahan pengembalian, sekaligus menutup gim pertama 21-19. Sepanjang gim ini, Fajar/Fikri mencatatkan 7 smash winner berbanding 5, namun yang lebih penting adalah 3 net point berturut-turut di pengujung gim yang membalikkan momentum.
Dominasi Mutlak di Gim Kedua
Memasuki gim kedua, Fajar/Fikri semakin percaya diri. Mereka menjaga tempo permainan tetap tinggi, memaksa pasangan China lebih banyak berlari dan mengejar shuttlecock. Penguasaan bola (possession) mencapai 58% di gim ini, dengan pola rotasi dari menyerang ke bertahan yang begitu mulus. Fikri yang biasanya lebih dominan di belakang, kali ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam permainan net. Ia beberapa kali melancarkan drive-drive menyilang yang merepotkan Liang, sementara Fajar siap mengkonversi bola-bola tanggung menjadi smash.
Liang/Wang mencoba mengubah strategi dengan lebih sering melakukan flick serve untuk menghindari tekanan net, namun Fajar/Fikri sudah siap. Poin beruntun dari 11-8 menjadi 17-10 terjadi berkat pertahanan kokoh dan counter attack mematikan. Skema permainan Fajar/Fikri yang mengandalkan kecepatan dan variasi pukulan benar-benar membuat pasangan tuan rumah kehilangan ritme. Tercatat, di gim kedua ini, Fajar/Fikri meraup 58% shots on target dari total 40 pukulan yang mereka lakukan, sementara lawan hanya mampu memperoleh 42%.
"Kami tahu mereka akan mendapat dukungan penuh. Jadi sejak awal, kami bertekad untuk tidak memberi celah dan langsung mengambil kendali permainan. Di gim kedua, kami merasa lebih rileks dan itu membuat pola serangan kami berjalan sempurna," tutur Fajar seusai pertandingan.
Statistik Kunci dan Jalan Menuju Final
Secara keseluruhan, statistik memperlihatkan superioritas Fajar/Fikri. Dari total 64 rally yang terjadi, pasangan Indonesia memenangi 38 di antaranya sementara Liang/Wang hanya 26. Keunggulan paling mencolok terletak pada unforced errors yang hanya 11 kali dibanding 19 milik lawan, bukti ketenangan mereka di bawah tekanan. Selain itu, Fajar/Fikri mencatatkan persentase smes tembus 81% dari 21 percobaan, kontras dengan 67% milik Liang/Wang dari 18 percobaan.
Kemenangan ini membawa Fajar/Fikri ke final keenam mereka sepanjang 2025, sekaligus menjadi final kedua di ajang Super 1000 tahun ini setelah Indonesia Open bulan lalu. Di partai puncak, mereka akan menunggu pemenang antara unggulan pertama asal India, Shetty/Rankireddy, atau wakil Malaysia, Chia/Soh. Dengan performa seperti malam ini, peluang Fajar/Fikri untuk meraih gelar juara China Open pertama dalam karier mereka terbuka lebar. Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka dalam lima pertemuan terakhir melawan Liang/Wang, sekaligus memastikan Indonesia tetap memiliki wakil di final setelah sektor lain gagal melangkah.
Pertandingan puncak akan digelar Minggu (27/7) di venue yang sama. Harapan dan doa seluruh pecinta bulutangkis nasional kini tertuju pada Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri untuk membawa pulang trofi dari negeri tirai bambu.
Comments (0)