Fajar/Fikri dan Alwi ke Perempat Final, Putri KW Tersingkir

Malam Kamis (20/8/2026) di Indira Gandhi Arena, New Delhi, melahirkan emosi yang terbelah untuk bulu tangkis Indonesia. Di panggung babak 16 besar BWF World Championships 2026, ganda putra Fajar/Fikri...

Aug 23, 2026 - 08:16
0 0
Fajar/Fikri dan Alwi ke Perempat Final, Putri KW Tersingkir

Malam Kamis (20/8/2026) di Indira Gandhi Arena, New Delhi, melahirkan emosi yang terbelah untuk bulu tangkis Indonesia. Di panggung babak 16 besar BWF World Championships 2026, ganda putra Fajar/Fikri dan tunggal putra muda Alwi Farhan berhasil merobek tiket perempat final. Namun kabar gembira itu datang bersama luka: Putri Kusuma Wardani terpaksa menutup perjalanannya lebih awal usai kalah dalam duel tiga gim yang berlangsung brutal hingga detik terakhir.

Fajar/Fikri Tunjukkan Karakter di Gim Penentu

Laga Fajar/Fikri berlangsung layaknya roller coaster. Gim pertama bergerak ketat hingga skor 15-15, sebelum pasangan Indonesia memecah kebuntuan lewat tiga serangan beruntun. Mulai menit ke-16 pertandingan, dorongan kok tajam dari belakang lapangan membuka ruang finishing Fikri di area depan. Gim pembuka pun ditutup dengan angka 21-17.

Namun gim kedua menjadi ujian mental sesungguhnya. Lawan menaikkan tempo tempuran di net dan merebut tujuh poin dari serangan balik cepat. Kesalahan tak dipaksa Fajar/Fikri naik menjadi 12 kali, dan gim kedua lepas dengan skor 18-21. Momentum sempat berpihak ke kubu lawan.

Jawaban datang gemuruh di gim penentu. Fajar/Fikri melesat 7-2 lebih dulu dan membangun tembok pertahanan yang sulit ditembus. Data pertandingan mencatat 14 poin lahir dari smash langsung serta penguasaan 61 persen duel net pada gim ketiga. Sebuah kok silang Fikri menutup pertandingan 21-15 dalam total 63 menit pertarungan. Tiket perempat final resmi dikantongi.

Kami menekankan disiplin dorongan kok ke sudut belakang di gim ketiga. Anak-anak mengeksekusi rencana pertandingan dengan sangat rapi,

ujar pelatih ganda putra Indonesia usai laga.

Alwi Farhan Bermain Dingin dengan Efisiensi Memukau

Jika Fajar/Fikri menang lewat ledakan serangan, Alwi Farhan memilih jalan berbeda: efisiensi dingin. Bertanding selama 47 menit, tunggal putra muda ini menundukkan lawannya dengan skor 21-14 dan 21-19 tanpa pernah tampak kehilangan kendali tempo.

Gim pertama nyaris berjalan satu arah. Menit ke-19, Alwi mencetak enam poin beruntun berkat variasi drop shot dan smash lintas diagonal yang memaksa lawan terus berlari. Sebanyak 23 poin Alwi lahir dari serangan aktif, angka yang langka untuk pemain seusianya di panggung prestisius ini.

Gim kedua jauh lebih panas. Lawan bangkit dan menyamakan posisi 19-19, membuat seluruh arena menahan napas. Namun rally terpanjang pertandingan, sepanjang 28 pukulan, justru dimenangkan Alwi lewat ketahanan fisik luar biasa. Poin penutup ia selesaikan dengan smash lurus berkecepatan tinggi. Skor akhir 21-19, tanpa drama berlebihan, hanya kualitas murni.

Saya fokus poin demi poin dan tidak memikirkan nama di seberang net. Semua lawan di sini sama beratnya,

kata Alwi seusai pertandingan.

Malam Pahit Putri KW di Gim Ketiga

Cerita berbeda dialami Putri Kusuma Wardani. Tampil percaya diri di gim pembuka, Putri menang 21-16 berkat penguasaan tempo dan delapan poin dari serangan net. Semua tampak berjalan sesuai skenario.

Arah pertandingan berputar di gim kedua. Lawannya mengubah pola menjadi pertahanan-serangan balik, memaksa Putri mengulurkan 24 kesalahan tak dipaksa sepanjang dua gim terakhir. Gim kedua melayang tipis 19-21, dan gim penentu berubah menjadi mimpi buruk: tertinggal 3-11 di interval, Putri tak pernah benar-benar pulih. Skor akhir 13-21. Satu tantangan Hawk-Eye yang gagal pada poin krusial di penghujung gim kedua kini terasa begitu mahal harganya.

Kami belajar banyak dari malam ini. Level fisik sudah ada, namun eksekusi keputusan di poin-poin besar masih harus berkembang,

tutup pelatih tunggal putri pada konferensi pers.

Perempat Final Menanti, Target Podium Terbuka Lebar

Dengan lolosnya Fajar/Fikri dan Alwi Farhan, Indonesia kini menempatkan dua kartu kuat di perempat final BWF World Championships 2026. Jalur ganda putra mempertemukan mereka dengan tantangan berat melawan pasangan unggulan, sementara Alwi berpotensi berhadapan dengan tunggal putra papan atas dunia. Statistik berbicara: kedua wakil Indonesia mencatat rasio keberhasilan serangan di atas 55 persen sepanjang turnamen. Modal yang tidak bisa diremehkan jelang dua hari penentuan gelar juara dunia di New Delhi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User