Erick Thohir Resmi Dilantik Menpora, Presiden FIFA Beri Selamat

Panggung olahraga Indonesia memasuki kisah anyar. Di Istana Kepresidenan, Presiden Prabowo Subianto mengangkat sumpah Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru. Momen penuh khidmat it...

Jul 12, 2026 - 02:25
0 0
Erick Thohir Resmi Dilantik Menpora, Presiden FIFA Beri Selamat

Panggung olahraga Indonesia memasuki kisah anyar. Di Istana Kepresidenan, Presiden Prabowo Subianto mengangkat sumpah Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru. Momen penuh khidmat itu langsung mengundang simpati dari pucuk pimpinan sepak bola dunia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan ucapan selamat secara khusus, menandai bahwa langkah ini tidak hanya disorot di dalam negeri tetapi juga di kancah global.

Upacara Pengambilan Sumpah di Istana Negara

Upacara berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, dengan tata cara kenegaraan yang sakral. Erick Thohir mengenakan setelan jas gelap, mengucap sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo dan para tamu undangan. Tepuk tangan bergema begitu ia resmi menyandang mandat baru. Tidak ada pernyataan panjang lebar dari sang menteri saat itu; ia hanya menunduk hormat dan berjabat tangan erat dengan kepala negara. Bagi banyak pengamat, sosok Erick dinilai sebagai pilihan yang melanjutkan benang merah pembinaan olahraga – ia sebelumnya menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Umum PSSI, dua pos yang memberinya pengalaman mengelola organisasi besar dan mendorong prestasi.

Apresiasi Langsung dari Zurich

Kabar pelantikan belum genap sehari ketika sepucuk surat resmi dari markas FIFA di Zurich mampir ke meja Kemenpora. Gianni Infantino, lewat akun media sosial resmi FIFA, menuliskan kalimat penuh harap. Ia menyebut Erick sebagai mitra strategis yang telah membawa transformasi signifikan bagi sepak bola Indonesia. Infantino mengenang bagaimana Indonesia sukses menggelar Piala Dunia U-17 2023, menerapkan standar keamanan dan manajemen turnamen kelas dunia, hingga meningkatkan peringkat FIFA tim nasional. "Kami sangat percaya bahwa portofolio barunya akan memberi dampak yang lebih luas, tidak hanya untuk sepak bola tetapi seluruh cabang olahraga di Indonesia," demikian bunyi pesan yang dikutip dari laman resmi federasi. Apresiasi ini bukan sekadar formalitas. Sejak Erick memimpin PSSI pada 2023, program naturalisasi pemain keturunan bergulir cepat, kompetisi Liga 1 berbenah dengan VAR, dan timnas senior mulai rutin menembus putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia. FIFA melihat konsistensi itu sebagai fondasi yang bisa direplikasi ke ranah yang lebih besar: Kemenpora.

Jejak Internasional dan Amanah Baru

Nama Erick Thohir tidak asing di peta olahraga global. Sebelum mengurus PSSI, ia pernah menjadi presiden klub raksasa Italia, Inter Milan, sekaligus pemilik saham klub NBA Philadelphia 76ers dan DC United di MLS. Jejak itu memberinya jaringan luas dan pemahaman tentang tata kelola sport industry modern. Kini, sebagai Menpora, ia dihadapkan pada tantangan yang lebih rumit: menghidupkan kembali Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), membenahi pusat pelatihan, dan memastikan Indonesia tidak lagi menjadi penonton di pesta olahraga level Asia maupun Olimpiade. Dalam keterangan tertulis yang dirilis tim humas Kemenpora, Erick menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian. "Olahraga bukan cuma soal medali, tapi juga industri, diplomasi, dan identitas bangsa. Saya akan membuka pintu seluas-luasnya agar para stakeholder duduk bersama," ujarnya. Fokus awal kabinet barunya akan diarahkan pada persiapan kontingen menuju SEA Games dan Asian Games, dengan penekanan pada cabang-cabang unggulan seperti bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, dan tentunya sepak bola.

Tantangan dan Harapan Publik

Langkah Erick tak akan mulus. Sejumlah pekerjaan rumah menanti: pengelolaan dana olahraga yang transparan, percepatan pembangunan infrastruktur di daerah, hingga sinkronisasi program antara Kemenpora dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) serta KONI Pusat. Di sisi lain, dualisme peran sebagai Menpora dan Ketum PSSI berpotensi memicu konflik kepentingan, meski regulasi tidak melarangnya. Publik pun membelah; sebagian optimistis karena jam terbangnya tinggi, sebagian lagi khawatir perhatiannya akan timpang ke sepak bola semata. Namun, ucapan selamat dari FIFA mungkin menjadi sinyal awal bahwa Erick Thohir memiliki legitimasi ganda: di mata pemerintah dan di mata federasi internasional. Jika ia mampu menerjemahkan strategi transformasi PSSI ke seluruh cabang olahraga, maka era baru keolahragaan Indonesia mungkin benar-benar dimulai. Skor akhir dari pelantikan ini belum tertulis; bola baru saja bergulir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User