Era Mourinho Dimulai, Real Madrid Menang 3-1 atas Ferencvaros di Budapest

Puskas Arena menjadi saksi terbukanya babak baru bagi Real Madrid. Dalam duel pramusim yang digelar di Budapest, Hungaria, Sabtu (8/8/2026) dini hari WIB, tim asuhan Jose Mourinho menutup pertandingan...

Aug 25, 2026 - 03:26
0 0
Era Mourinho Dimulai, Real Madrid Menang 3-1 atas Ferencvaros di Budapest

Puskas Arena menjadi saksi terbukanya babak baru bagi Real Madrid. Dalam duel pramusim yang digelar di Budapest, Hungaria, Sabtu (8/8/2026) dini hari WIB, tim asuhan Jose Mourinho menutup pertandingan dengan skor akhir 3-1 atas tuan rumah Ferencvaros. Tiga gol kemenangan dicetak Kylian Mbappe, Rodrygo Goes, dan Jude Bellingham, sementara satu-satunya balasan tuan rumah lahir dari sepakan Barnabas Varga.

Malam itu juga bermakna lebih dari sekadar hasil. Untuk pertama kalinya sejak 2013, Mourinho kembali duduk di kursi pelatih Los Merengues, dan langsung diuji melawan juara bertahan Liga Hungaria. Starting XI yang diturunkan pelatih asal Portugal tersebut memakai pola 4-2-3-1, dengan Thibaut Courtois di bawah mistar serta barisan Trent Alexander-Arnold, Eder Militao, Dean Huijsen, dan Alvaro Carreras mengawal lini belakang.

Dominasi Los Blancos di Babak Pertama

Real Madrid langsung mencetak tempo tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Menit ke-7, Vinicius Junior nyaris membobol gawang tuan rumah lewat serangan balik cepat, namun tendangan kirinya masih membentur kaki penjaga gawang Denes Dioszegi. Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-12. Vinicius menggiring bola dari sayap kiri sebelum memberikan assist matang kepada Mbappe, yang menyambar first-time dari dalam kotak penalti. Skor 1-0 untuk tim tamu.

Ferencvaros tidak tinggal diam. Diarsiteki Robbie Keane, tuan rumah mencoba membangun serangan lewat sisi kanan. Menit ke-23, umpan silang Adama Traore hampir dimanfaatkan Varga, tapi sundulannya melebar tipis di sisi kanan gawang Courtois. Peluang itu menjadi alarm bagi lini pertahanan Madrid yang sesekali tampak kurang rapat dalam transisi.

Tekanan Ferencvaros akhirnya membuahkan gol penyamaan pada menit ke-34. Kesalahan keluar bola dari Huijsen dipotong Krisztian Liszt, bola jatuh ke kaki Varga, dan striker nomor punggung sembilan itu melepaskan tembakan keras dari tepian kotak penalti yang tak mampu dihalau Courtois. Kedudukan berubah 1-1 hingga jeda.

Rodrygo dan Bellingham Memastikan Kemenangan

Mourinho melakukan satu penyesuaian strategis di babak kedua, menarik Arda Guler dan memasukkan Federico Valverde untuk menambah kepadatan lini tengah. Perubahan itu langsung terasa. Menit ke-58, kombinasi one-two antara Mbappe dan Bellingham membuka celah tembak bagi Rodrygo, yang menuntaskan aksi dengan sentuhan halus ke sudut jauh. Skor berubah 2-1.

Gol penentu lahir pada menit ke-77. Sepakan pertama Bellingham dari luar kotak penalti berhasil ditepis Dioszegi, namun rebound jatuh tepat di hadapan gelandang Inggris tersebut. Tanpa banyak berpikir, Bellingham menyambutnya dengan voli rendah. 3-1, dan tribune Puskas Arena yang didominasi suporter tuan rumah langsung hening.

Ferencvaros berusaha bangkit di sepuluh menit terakhir. Menit ke-84, sundulan kepala Varga dari sepak pojok masih membentur mistar. Itu menjadi peluang emas terakhir tuan rumah sebelum wasit meniup peluit panjang.

Catatan Statistik dan Sentuhan Taktis Mourinho

Dari sisi angka, Real Madrid layak meraih hasil ini. Penguasaan bola tamu mencapai 61 persen, berbanding 39 persen milik Ferencvaros. Shots on target juga unggul telak, 9 berbanding 4, dengan total tembakan 18 berbanding 11. Akurasi umpan Madrid tercatat 89 persen, bukti bahwa struktur build-up rancangan Mourinho mulai berjalan meski baru memasuki fase pramusim.

Yang paling menonjol adalah disiplin blok tengah. Berlindung di belakang duo gelandang, Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga berperan sebagai screen di depan bek tengah, sehingga Ferencvaros kesulitan menembus jalur pusat dan terpaksa mengandalkan bola-bola lambung. Sembilan dari sebelas serangan tuan rumah dibangun dari wilayah sayap, pola yang justru paling mudah diantisipasi duet stoper Madrid.

Usai pertandingan, Mourinho menyampaikan pesannya secara singkat:

Kami baru bekerja bersama dua minggu. Yang saya minta malam ini adalah intensitas, disiplin struktural, dan mentalitas untuk merespons saat keunggulan hilang. Para pemain memberikan jawaban yang benar, tetapi kami masih jauh dari level yang ingin dicapai,

Kemenangan perdana ini menjadi modal moral jelang rangkaian pramusim berikutnya. Bagi pendukung Real Madrid, kombinasi antara deretan bintang di lini depan dan kerangka taktis khas Mourinho mulai menampakkan wujud awalnya. Musim kompetitif masih terpaut beberapa pekan, namun sinyal pertama dari Budapest terdengar cukup jelas: era The Special One di Santiago Bernabeu resmi dimulai untuk kedua kalinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User