Livakovic Jadi Bintang, Kroasia Singkirkan Brasil 4-2 Lewat Adu Penalti
Malam Jumat (9/12/2022) WIB di Education City Stadium, Al Rayyan, menjadi saksi salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2022. Setelah skor akhir 1-1 bertahan hingga 120 menit penuh, Kroasia menumbangk...
Malam Jumat (9/12/2022) WIB di Education City Stadium, Al Rayyan, menjadi saksi salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2022. Setelah skor akhir 1-1 bertahan hingga 120 menit penuh, Kroasia menumbangkan Brasil 4-2 pada adu penalti di perempatfinal. Kiper Dominik Livakovic tampil sebagai pahlawan absolut dengan 11 penyelamatan sepanjang laga, sebelum kembali menjadi momok bagi para eksekutor Selestrase dari titik penalti.
90 Menit Tanpa Gol, Serangan Brasil Terus Terbentur Tembok Livakovic
Tite menurunkan starting XI terbaiknya dengan formasi 4-3-3. Neymar beroperasi di peran bebas di balik lini depan bersama Vinicius Junior dan Raphinha, sementara Casemiro berdiri sebagai jaring pengaman di lini tengah. Zlatko Dalic menjawab dengan struktur 4-3-3 kompak, menugaskan trio Luka Modric, Mateo Kovacic, dan Marcelo Brozovic untuk merusak ritme permainan Brasil sejak menit-menit awal.
Penguasaan bola langsung jatuh ke pihak Brasil, mencapai 54 persen hingga peluit panjang. Namun angka dominasi itu nyaris berbuah gol di menit ke-56 ketika Vinicius Junior menggetarkan jaring — sebelum VAR membatalkannya karena posisi offside tipis. Gelombang serangan terus datang: sundulan Marquinhos melebar tipis, tembakan Lucas Paqueta dimentahkan Livakovic dengan refleks luar biasa, dan Neymar beberapa kali nyaris membobol dari ruang sempit. Hingga turun minum, papan skor masih 0-0.
Menit ke-105+1 Neymar Pecahkan Kebuntuan, Menit ke-117 Petkovic Membalas
Babak perpanjangan waktu baru berjalan satu menit ketika stadion meledak. Neymar melakukan one-two kilat dengan Rodrygo, menembus barisan pertahanan Kroasia, melewati Livakovic, lalu mendorong bola masuk pada menit ke-105+1. Gol tersebut merupakan tendangan internasional ke-77 bagi bintang Paris Saint-Germain itu, menyamai rekor legenda Pele sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Brasil. Semifinal tampak semakin dekat dari jari-jari Selestrase.
Namun Kroasia memiliki DNA yang tidak kenal menyerah. Menit ke-117, Mislav Orsic merangsek di sisi kiri pertahanan sebelum memberikan assist matang kepada Bruno Petkovic. Penyerang Dinamo Zagreb itu melepaskan tendangan first-time keras dari tepian kotak penalti yang melesat melewati Alisson Becker. Skor 1-1, dan lotere penalti pun tak terelakkan.
Kami sekali lagi menunjukkan karakter juara. Tim ini tidak pernah tahu arti menyerah, dan malam ini mereka membuktikannya di depan seluruh dunia,
ujar Zlatko Dalic usai laga, menegaskan mentalitas tim besutannya yang kini melaju ke babak empat besar berturut-turut.
Adu Penalti: Empat Eksekusi Sempurna Kroasia, Satu Tiang Gawang Fatal
Dalic memilih eksekutor dengan kepala dingin. Nikola Vlasic maju lebih dulu dan sukses membobol Alisson. Tekanan penuh jatuh ke pundak Rodrygo — dan Livakovic menerbangkan diri untuk membaca arah tendangannya dengan sempurna. Lovro Majer menambah keunggulan, Casemiro menjawab, Luka Modric mengeksekusi dengan tenang seperti biasa. Lalu datang momen penentu: Marquinhos membentur tiang kiri gawang yang dijaga Livakovic. Mislav Orsic tak menyia-nyiakan kesempatan emasnya — 4-2, dan Kroasia melaju ke semifinal. Beberapa kartu kuning sempat beredar sepanjang duel fisik di lini tengah, namun tak ada kartu merah yang mengubah komposisi kedua tim.
Ini kekalahan yang sangat pahit. Kami mendominasi, menciptakan banyak peluang, tetapi sepak bola kadang tidak berpihak pada kami,
kata Tite, yang kemudian mengonfirmasi pengunduran dirinya dari kursi kepelatihan Selestrase setelah enam tahun menjabat.
Statistik Pertandingan: Angka Tak Berbohong
Penguasaan bola: Brasil 54 persen berbanding 46 persen milik Kroasia. Percobaan tendangan: 19 untuk Brasil, 11 untuk Kroasia. Shots on target: Selestrase membukukan 11, Kroasia hanya dua — namun satu di antaranya berubah menjadi gol penyama melalui kaki Petkovic. Penyelamatan: Livakovic mencatat 11 buangan gemilang, performa terbaiknya di panggung Piala Dunia. Angka-angka itu menggambarkan kisah klasik sepak bola: satu tim mendominasi narasi, tim lainnya menulis sejarah. Disiplin transisi defensif dan formasi rapat Dalic berhasil menetralkan kreativitas Neymar serta Vinicius selama 120 menit penuh.
Kroasia kini menanti Argentina di babak empat besar, melanjutkan reputasi mereka sebagai tim adu penalti paling mematikan di dunia. Bagi Brasil, mimpi gelar keenam Piala Dunia harus tertunda — trofi terakhir mereka masih tercatat tahun 2002. Di bawah langit Al Rayyan, malam itu sepenuhnya milik Livakovic dan Kroasia.
Comments (0)