Drama Penalti Julian Alvarez, Real Madrid Singkirkan Atletico di Liga Champions
Skor akhir: Real Madrid 4-2 Atletico Madrid lewat adu penalti, setelah agregat 2-2 bertahan hingga peluit akhir extra time. Momen paling menentukan malam itu terjadi di titik putih Metropolitano Stadi...
Skor akhir: Real Madrid 4-2 Atletico Madrid lewat adu penalti, setelah agregat 2-2 bertahan hingga peluit akhir extra time. Momen paling menentukan malam itu terjadi di titik putih Metropolitano Stadium, Madrid, Kamis (13/03/2025): penalti Julian Alvarez dianulir VAR karena sentuhan ganda, dan Atletico harus rela kehilangan tiket perempat final Liga Champions 2024/2025 dari tangan rival sekotanya. Los Blancos melaju, Los Rojiblancos pulang dengan luka yang dalam.
Padahal, awal laga berjalan sempurna untuk pasukan Diego Simeone. Menit ke-1, sebelum tribun sempat duduk tenang, Metropolitano meledak. Conor Gallagher memanfaatkan kemelut di kotak penalti dan mencetak gol dalam hitungan detik — gol tercepat Atletico sepanjang sejarah mereka di Liga Champions. Gol itu lahir dari bola liar hasil duel udara tanpa assist tercatat, tetapi yang terpenting: skor 1-0, agregat 2-2, dan seluruh stadion mulai percaya malam ini milik tuan rumah.
Babak Pertama: Gol Kilat dan Tembok Pragmatis Madrid
Unggul agregat 2-1 dari leg pertama di Santiago Bernabeu, Carlo Ancelotti memilih bermain pragmatis. Real Madrid tampil dengan formasi 4-4-2, menempatkan Kylian Mbappe dan Vinicius Junior di lini depan, dengan Bellingham dan Valverde menjaga lini tengah. Simeone menjawab dengan formasi 5-3-2: tiga bek tengah Gimenez, Lenglet, dan Le Normand, plus dua wing-back yang terus naik, salah satunya Marcos Llorente. Starting XI Atletico langsung menekan sejak menit ke-2, memaksa lini belakang Madrid memainkan garis offside yang sangat tinggi untuk menjebak para penyerang tuan rumah.
Penguasaan bola babak pertama dikuasai tuan rumah, sekitar 62 persen berbanding 38 persen. Namun Madrid tidak gentar; mereka hanya butuh satu momen. Mbappe dua kali lolos dari jebakan offside, tetapi satu tembakannya melambung dan satu lagi diblok Jan Oblak. Di sisi lain, Julian Alvarez nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-23 — tendangan kaki kirinya dari tepi kotak penalti hanya bisa ditepis Thibaut Courtois. Duel keras di lini tengah pun ditandai beberapa kartu kuning di kedua kubu, tanpa kartu merah.
Babak Kedua dan Extra Time: Tekanan Tanpa Gol
Babak kedua berjalan satu arah. Atletico menumpuk tekanan, Real Madrid bertahan dengan blok rendah berlapis. Shots on target babak kedua tercatat 5-1 untuk tuan rumah, dan total tembakan Atletico jauh melampaui Madrid, namun Courtois tampil luar biasa di bawah mistar. Ancelotti justru menarik garis pertahanan semakin dalam, menyerahkan bola dan menunggu peluang serangan balik yang nyaris tidak pernah lahir karena lini tengah Madrid kehilangan penguasaan bola di area berbahaya.
Extra time 30 menit berjalan tanpa gol. Tidak ada hat-trick, tidak ada aksi individu yang membelah pertahanan — yang ada hanyalah kelelahan dan ketegangan yang menumpuk. Oblak mencatat clean sheet selama 120 menit di leg ini, sementara beberapa peluang dari kedua sisi gagal dikonversi karena penyelesaian akhir yang buruk. Wasit meniup peluit panjang, skor 1-0, agregat 2-2, dan babak adu penalti menjadi penentu segalanya.
Adu Penalti: Sentuhan Ganda Alvarez dan Malam Courtois
Adu penalti berjalan ketat sejak eksekutor pertama. Mbappe, Bellingham, dan Valverde sukses menjalankan tugas untuk Real Madrid. Di kubu Atletico, giliran Alvarez yang maju pada kesempatan pertama: tendangannya mengarah ke pojok dan bola masuk, tetapi wasit menunggu instruksi VAR. Hasil pemeriksaan mengejutkan — Alvarez tergelincir saat menendang, dan kakinya menyentuh bola dua kali sebelum bola melewati garis. Gol dianulir.
Berdasarkan Laws of the Game, gol dari penalti otomatis batal jika penendang menyentuh bola lebih dari sekali, dan pelanggaran jenis ini tidak memberi hak pengulangan. Keputusan itu menjadi titik balik. Sorloth sempat memastikan satu eksekusi Atletico masuk, tetapi ketika giliran Marcos Llorente tiba, Courtois menebak arah dengan sempurna dan menahan bola. Lucas Vazquez kemudian menuntaskan eksekusi keempat Madrid — skor akhir 4-2, Madrid lolos ke perempat final.
Catatan Statistik dan Reaksi Simeone
Catatan statistik laga ini: penguasaan bola sekitar 58 persen untuk Atletico berbanding 42 persen, total tembakan 21 berbanding 7, dan shots on target 7 berbanding 2 untuk tuan rumah. Namun sepak bola tidak pernah menghitung keberanian dengan angka — di babak adu penalti, hanya ketenangan yang berbicara. Real Madrid kembali membuktikan mentalitas juara mereka, sementara Atletico menelan kekalahan paling pahit dalam sejarah rivalitas El Derbi de Madrid di Eropa.
Kami bermain dengan keberanian luar biasa dan menekan sampai batas kemampuan. Kalah di adu penalti memang menyakitkan, tapi saya bangga dengan cara tim ini bertarung. — Diego Simeone
Dengan hasil ini, Real Madrid melaju ke perempat final Liga Champions 2024/2025 dan memperpanjang dominasi mereka atas Atletico di panggung Eropa. Bagi Atletico, malam di Metropolitano ini akan dikenang lama — bukan karena kurangnya usaha, melainkan karena satu detik tergelincir di titik putih yang mengubah segalanya.
Comments (0)