Gol Rodri Bawa Manchester City Lumat Exeter City di Piala FA
Skor akhir 3-0 untuk kemenangan telak Manchester City atas Exeter City pada putaran ketiga Piala FA Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (10/1/2026). Gelandang asal Spanyol bernomor punggung 1...
Skor akhir 3-0 untuk kemenangan telak Manchester City atas Exeter City pada putaran ketiga Piala FA Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (10/1/2026). Gelandang asal Spanyol bernomor punggung 16, Rodri, menjadi bintang pertandingan dengan mencetak gol kedua timnya di menit ke-23 — momen yang langsung disambut selebrasi penuh semangat di depan tribun utara Etihad.
The Citizens tampil dominan sejak peluit pertama dibunyikan. Penguasaan bola akhir laga tercatat 71 persen untuk tuan rumah, berbanding 29 persen milik Exeter City. Dari sisi shots on target, City unggul telak 8-2 dari total 14 percobaan, sementara tim tamu hanya mampu melepaskan empat tembakan sepanjang 90 menit dan nyaris tidak pernah merepotkan kiper tuan rumah.
Babak Pertama: Dinding 5-4-1 Exeter Akhirnya Jebol
Menariknya, Exeter datang dengan formasi bertahan 5-4-1 yang disusun rapat: tiga bek tengah, dua wing-back yang menekuk ke dalam, dan empat gelandang yang membentuk garis blok rendah di depan kotak penalti. Strategi itu bertahan selama 11 menit penuh, sampai serangan pertama yang benar-benar tajam dari City memecah kebuntuan.
Menit ke-12, Kevin De Bruyne menerima bola di setengah ruang, memutar badan, lalu melepaskan umpan terobosan presisi ke sisi kanan kotak penalti. Erling Haaland yang berlari di belakang bek sayap langsung menyambar bola dengan first-time finish ke tiang dekat. Gol pertama City lahir lewat kombinasi satu-dua yang mematikan, dengan assist dicatatkan atas nama De Bruyne — assist ke-12 pemain Belgia itu musim ini di semua kompetisi.
Gol kedua datang hanya 11 menit berselang. Menit ke-23, Bernardo Silva menahan bola di tepi area, menarik dua pemain Exeter keluar dari posisi, lalu memberikan umpan pendek ke arah Rodri yang baru saja naik dari lini tengah. Tanpa ragu, Rodri melepaskan tendangan kaki kiri melengkung dari luar kotak penalti yang melesat masuk ke pojok kiri gawang — gol ketujuh Rodri musim ini dan yang pertama di Piala FA. Skor berubah menjadi 2-0 dan dinding pertahanan Exeter yang tadinya solid mulai retak di segala sisi.
Statistik babak pertama menggambarkan dominasi mutlak: City mencatat 78 persen penguasaan bola, sembilan tembakan dengan lima on target, dan tujuh corner, sementara Exeter hanya bertahan mati-matian tanpa satu pun percobaan tepat sasaran.
Babak Kedua: Gol Foden dan VAR yang Menganulir Grealish
Babak kedua dimulai dengan Exeter mencoba berani keluar lebih awal. Hasilnya, mereka sempat membuka peluang lewat serangan balik cepat di menit ke-50, tetapi tembakan penyerang mereka masih bisa ditepis kiper City yang menjaga clean sheet hingga akhir laga.
Menit ke-55, Jack Grealish mencetak gol dari jarak dekat dan selebrasi sempat dimulai di Etihad. Namun, asisten wasit segera mengangkat bendera dan pemeriksaan VAR mengonfirmasi bahwa Grealish berada dalam posisi offside saat umpan dilepaskan. Gol dianulir, dan keunggulan tetap 2-0.
Tidak butuh waktu lama bagi City untuk memastikan kemenangan. Menit ke-61, Rodri memenangi duel di tengah, mengirim bola lebar ke sisi kanan untuk Savinho, yang kemudian memberikan assist sepak pojok kepada Phil Foden. Foden menyundul bola masuk ke gawang untuk gol ketiga City dan memastikan pertandingan tuntas lebih cepat. Dengan satu gol dan satu assist, Rodri tercatat sebagai pemain dengan kontribusi gol langsung terbanyak di laga ini.
Menit ke-74, bek tengah Exeter diganjar kartu kuning kedua setelah menjatuhkan Haaland yang sedang berlari kencang — kartu merah pertama di pertandingan ini. Hingga peluit panjang, Exeter tidak mampu menembus pertahanan City, dan laga ditutup dengan statistik akhir: tembakan 14-4, shots on target 8-2, dan penguasaan bola 71-29 persen.
Analisis Taktik: Rodri, Orkestrator yang Haus Gol
Penampilan Rodri malam itu nyaris sempurna. Beroperasi sebagai deep-lying playmaker tunggal di lini tengah, ia mencatat 118 sentuhan bola, akurasi umpan 94 persen, empat umpan kunci, dan memenangi tujuh dari sembilan duel di lapangan tengah. Namun yang paling menonjol adalah nalurinya untuk maju ke kotak penalti saat City sedang menguasai bola — kebiasaan yang musim ini sudah menghasilkan empat gol dari luar kotak penalti, catatan terbaik di antara gelandang Premier League.
Kehadiran Rodri di starting XI sekaligus memberi ruang bagi De Bruyne dan Bernardo Silva untuk bermain lebih bebas di lini depan. Ketiganya membentuk segitiga operan yang membuat Exeter tidak pernah bisa menetapkan siapa yang harus di-press lebih dulu.
“Dia tahu persis kapan harus maju dan kapan harus duduk di depan bek. Gol itu bukan kebetulan — itu hasil dari pembacaan ruang yang luar biasa,” ujar Pep Guardiola seusai laga.
Kemenangan ini membawa Manchester City melaju ke putaran keempat Piala FA, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di kompetisi domestik musim ini, sekaligus menambah catatan clean sheet kelima di seluruh ajang. Bagi Exeter, kekalahan 0-3 di Etihad tentu bukan hasil yang memalukan mengingat perbedaan kelas, tetapi mereka harus mengevaluasi kembali transisi dari bertahan ke menyerang jika ingin kompetitif di laga-laga berikutnya.
Comments (0)