Drama Extra Time Antar Argentina ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1. Argentina harus bertarung hingga perpanjangan waktu untuk menundukkan perlawanan heroik Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07...

Aug 28, 2026 - 17:31
0 0
Drama Extra Time Antar Argentina ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1. Argentina harus bertarung hingga perpanjangan waktu untuk menundukkan perlawanan heroik Tanjung Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Miami Gardens, Jumat (03/07/2026). Gol kemenangan Albiceleste dicetak Julián Álvarez pada menit ke-58 dan Lautaro Martínez pada menit ke-104, sementara gol balasan Tanjung Verde lahir dari kaki Jamiro Monteiro di menit ke-38. Laga yang menegangkan hingga peluit panjang ini juga menyisakan satu momen sportivitas yang menghangatkan hati: Lionel Messi mengangkat bek Tanjung Verde, Sidney Lopes Cabral, dari tanah setelah pemain bertahan itu melakukan tekel keras demi menghentikan laju sang kapten di babak tambahan.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol dan Sambaran Balik Tanjung Verde

Argentina tampil dengan formasi 4-3-3 dan langsung mengambil kendali permainan. Tiga gelandang, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul, menguasai lini tengah sejak menit awal, sementara Tanjung Verde memilih bertahan rapat dengan formasi 5-4-1. Penguasaan bola di babak pertama tercatat 71 persen untuk Argentina, namun penyelesaian akhir menjadi masalah besar.

Menit ke-9, Lionel Messi nyaris membuka keunggulan lewat tendangan bebas dari jarak 25 meter, tetapi bola melambung tipis di atas mistar. Menit ke-23, sundulan Lautaro Martínez memaksa kiper Vozinha melakukan penyelamatan kelas dunia. Tembakan itu mengarah ke sudut kiri bawah, tapi refleks kiper Tanjung Verde sungguh luar biasa.

Justru Tanjung Verde yang unggul lebih dulu. Menit ke-38, serangan balik cepat berhasil merobek pertahanan Argentina. Willy Semedo menggiring bola dari sisi kanan dan melepaskan umpan silang rendah yang diselesaikan Monteiro dengan sekali sentuhan. Skor menjadi 1-0 untuk Tanjung Verde, dan Stadion Miami pun bergemuruh tak percaya. Hingga turun minum, statistik menunjukkan Argentina melepaskan 8 tembakan dengan 3 shots on target, sedangkan Tanjung Verde hanya 3 tembakan dengan 1 shots on target, namun justru tim tamu yang unggul di papan skor.

Babak Kedua: Gol Penyama Álvarez dan Ketegangan Menjelang Laga Usai

Selepas istirahat, Lionel Scaloni memasukkan Giuliano Simeone untuk menambah daya gedor di sisi sayap. Tekanan Argentina berlipat ganda. Menit ke-58, kombinasi apik antara Messi dan Álvarez memecah kebuntuan. Messi menerima bola di antara garis pertahanan, melepas umpan terobosan diagonal, dan Álvarez melepaskan tembakan mendatar ke pojok gawang. Skor imbang 1-1.

Setelah gol penyama, Argentina terus menekan. Menit ke-74, sundulan Cristian Romero dari sepak pojok membentur tiang gawang. Empat menit berselang, tendangan voli Enzo Fernández masih mampu ditepis Vozinha. Ketegangan memuncak pada menit ke-86 ketika Tanjung Verde hampir memastikan kejutan: serangan balik dua lawan dua membuat Dibu Martínez melakukan penyelamatan gemilang dengan kakinya.

Penguasaan bola di babak kedua bahkan naik menjadi 74 persen untuk Argentina, tetapi hingga 90 menit skor tetap 1-1. Wasit meniup peluit panjang dan laga harus dilanjutkan ke extra time.

Extra Time: Gol Lautaro dan Momen Sportivitas Messi

Babak tambahan pertama berjalan serba cepat. Menit ke-104, Argentina akhirnya memecah kebuntuan. De Paul mengirim umpan silang dari sisi kanan, Lautaro Martínez menyambutnya dengan sundulan keras ke tiang dekat. Skor menjadi 2-1 untuk Argentina, dan kali ini keunggulan tidak disia-siakan.

Di sisa waktu, Tanjung Verde berusaha menyamakan kedudukan dan nyaris berhasil pada menit ke-112. Sidney Lopes Cabral melakukan tekel keras dari belakang untuk menghentikan laju Messi yang tengah memimpin serangan balik. Wasit meniup peluit, pelanggaran jelas. Namun alih-alih memprotes, Messi justru mengulurkan tangan dan mengangkat Cabral dari tanah, sebuah gestur yang langsung disorot kamera dan menjadi simbol fair play di turnamen ini.

"Kami tidak tampil brilian hari ini, tetapi tim ini menunjukkan karakter sejati. Tanjung Verde layak mendapat respek; mereka bermain dengan disiplin luar biasa. Di babak 16 besar, kami harus lebih klinis," ujar pelatih Argentina Lionel Scaloni dalam konferensi pers usai laga.

Statistik dan Analisis: Dominasi yang Akhirnya Berbuah

Angka-angka akhir pertandingan menegaskan dominasi Argentina: penguasaan bola 69 persen berbanding 31 persen, total tembakan 17 berbanding 7, serta shots on target 8 berbanding 3. Argentina juga unggul dalam tendangan sudut 9-2, tetapi efektivitas tetap menjadi pekerjaan rumah. Dari 17 percobaan, hanya dua yang berbuah gol, sebuah rasio yang oleh para analis disebut sebagai bukti betapa rapatnya blok bertahan Tanjung Verde.

Messi menutup laga dengan satu assist dan empat key pass, sementara De Paul menjadi motor permainan dengan 89 persen akurasi umpan. Di sisi Tanjung Verde, Vozinha layak dinobatkan sebagai pemain terbaik timnya dengan tujuh penyelamatan. Kartu kuning dalam laga ini diberikan kepada Rodrigo De Paul (menit ke-67) untuk Argentina, serta Monteiro (menit ke-41), Garry Rodrigues (menit ke-79), dan Kenny Rocha (menit ke-105) untuk Tanjung Verde.

Dengan hasil ini, Argentina melaju ke babak 16 besar dan menantikan lawan berikutnya yang ditentukan oleh laga-laga lain di babak yang sama. Sementara itu, bagi Tanjung Verde, perjalanan bersejarah mereka di Piala Dunia 2026 harus berakhir di babak 32 besar. Namun penampilan melawan juara bertahan dengan blok bertahan yang disiplin, serangan balik yang mematikan, dan semangat yang tak pernah padam akan dikenang sebagai salah satu kejutan paling berkesan dalam turnamen ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User