DPMM FC dan Tampines Rovers Imbang 2-2 dalam Drama Empat Gol
Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, menjadi saksi laga pembuka Grup A Piala Presiden 2026 yang berlangsung sengit, Sabtu (25/7) malam WIB. DPMM FC dari Brunei Darussalam dan Tampines Rovers dari Singap...
Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, menjadi saksi laga pembuka Grup A Piala Presiden 2026 yang berlangsung sengit, Sabtu (25/7) malam WIB. DPMM FC dari Brunei Darussalam dan Tampines Rovers dari Singapura harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 dalam sebuah pertarungan yang menyajikan empat gol dan intensitas tinggi sepanjang 90 menit. Kedua tim saling balas membalas keunggulan, mempertontonkan kualitas ofensif dan kelemahan di lini pertahanan yang membuat laga ini layak dikenang sebagai salah satu pembuka turnamen paling menghibur.
Babak Pertama: Aksi Cepat Berbuah Gol Pembuka
DPMM FC menggebrak sejak menit awal. Mengandalkan formasi 4-3-3, tim asal Brunei ini langsung menekan pertahanan Tampines Rovers lewat kombinasi cepat di sepertiga akhir lapangan. Hasilnya, pada menit ke-12, umpan silang terukur dari Azwan Ali Rahman dari sisi kiri berhasil disambut tandukan striker Hakeme Yazid yang lolos dari kawalan bek tengah. Bola meluncur deras ke pojok kanan gawang tanpa mampu diantisipasi kiper Syazwan Buhari. Skor 1-0 untuk DPMM FC. Gol ini memantik semangat para pemain dan suporter yang hadir langsung di stadion.
Namun, Tampines Rovers bukan tim yang mudah menyerah. Dikomandoi kapten Kyoga Nakamura di lini tengah, mereka perlahan menguasai ritme permainan. Statistik penguasaan bola berbalik menjadi 58% untuk Tampines di 25 menit awal. Tekanan itu membuahkan gol penyeimbang pada menit ke-35. Sebuah skema serangan balik cepat diawali dari intercept Nakamura di tengah, bola dialirkan ke sayap kanan ke Faris Ramli, yang kemudian mengirim umpan tarik mendatar ke kotak penalti. Boris Kopitović, striker asal Montenegro, dengan tenang menceploskan bola ke gawang dari jarak dekat. Kedudukan menjadi 1-1. Hingga turun minum, kedua tim terus saling mengancam namun belum ada gol tambahan tercipta.
Babak Kedua: Gol Cepat dan Drama Menit Akhir
Memasuki babak kedua, DPMM FC melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Razimie Ramlli untuk menambah daya gedor. Keputusan pelatih langsung berbuah manis pada menit ke-57. Berawal dari tendangan sudut yang dieksekusi oleh Azwan Ali, bola melambung ke tiang jauh dan disundul keras oleh Ramlli yang berdiri bebas. Bola sempat mengenai mistar sebelum masuk ke gawang. DPMM kembali unggul 2-1.
Tertinggal satu gol, Tampines Rovers meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Gavin Lee memasukkan pemain sayap segar, Shah Shahiran, yang langsung merepotkan pertahanan lawan. Puncaknya, pada menit ke-78, sebuah kesalahan umpan dari bek DPMM di area pertahanan sendiri berhasil dipotong oleh Kopitović. Ia lalu menggiring bola melewati kiper sebelum dijatuhkan di kotak penalti. Wasit sempat menunjuk titik putih, namun setelah berkonsultasi dengan VAR, keputusan berubah menjadi tendangan bebas karena pelanggaran terjadi di luar kotak. Drama berlanjut saat eksekusi tendangan bebas dari Kyoga Nakamura membentur pagar betis, namun bola muntah jatuh ke kaki Faris Ramli. Dari luar kotak penalti, Ramli melepaskan tendangan keras yang menghujam pojok kiri atas gawang. Skor imbang 2-2 pada menit ke-82, memicu selebrasi dari bench Tampines.
Sisa waktu digunakan oleh kedua tim untuk mencari gol kemenangan. Tampines hampir membalikkan keadaan pada menit ke-88 melalui sundulan Kopitović yang hanya membentur tiang. DPMM membalas lewat aksi individu Yazid yang berhasil mengecoh dua bek namun tembakannya melambung. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap 2-2.
Statistik Kunci: Penguasaan Bola Imbang, Efektivitas Jadi Pembeda
Pertandingan ini diwarnai keseimbangan dalam penguasaan bola, dengan Tampines Rovers sedikit unggul 53% berbanding 47% milik DPMM FC. Namun, dalam hal shots on target, DPMM lebih efektif dengan 5 tembakan tepat sasaran dari 9 percobaan, sementara Tampines mencatatkan 4 tepat sasaran dari 11 percobaan. Statistik ini menunjukkan bahwa meskipun Tampines lebih dominan dalam memegang bola, DPMM mampu menciptakan peluang lebih berkualitas lewat serangan balik dan set piece. Kedua kiper, Syazwan Buhari (Tampines) dan kiper DPMM, Haimie Anak Nyaring, sama-sama melakukan penyelamatan krusial yang menjaga skor tetap imbang. Pelanggaran juga cukup tinggi dengan total 28 pelanggaran, mencerminkan tensi panas di lapangan, meskipun hanya satu kartu kuning dikeluarkan untuk bek DPMM, Wafi Aminuddin.
Reaksi Pelatih: Dua Wajah di Ruang Pers
Pelatih DPMM FC, Adrian Pennock, mengungkapkan kekecewaannya karena timnya gagal mempertahankan keunggulan dua kali. "Kami memulai dengan baik dan mencetak gol di momen penting. Namun, kami terlalu mudah kehilangan fokus pada situasi bola mati dan serangan balik lawan. Seharusnya kami bisa membawa pulang tiga poin," ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
"Ini bukan hasil yang kami harapkan, tapi masih ada dua laga lagi di grup. Kami akan perbaiki koordinasi di lini belakang."
Di sisi lain, pelatih Tampines Rovers, Gavin Lee, memuji semangat juang anak asuhnya. "Bermain di kandang yang notabene bukan kandang kami dengan tekanan tinggi, bangkit dari ketertinggalan dua kali adalah bukti karakter tim ini. Kami menunjukkan kualitas di sepertiga akhir dan seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol," kata Lee.
"Faris [Ramli] luar biasa hari ini, dan masuknya Shah [Shahiran] memberikan energi baru. Satu poin ini modal bagus untuk pertandingan selanjutnya."
Implikasi untuk Grup A
Hasil imbang ini membuat kedua tim mengawali langkah dengan satu poin, saling mengintip peluang untuk lolos ke babak berikutnya. Grup A masih menyisakan dua pertandingan lagi, dan persaingan diprediksi akan semakin ketat mengingat tim lain di grup ini juga memiliki skuad mumpuni. DPMM FC akan menghadapi lawan berikutnya yang kemungkinan lebih berat, sementara Tampines Rovers harus segera memperbaiki kelemahan di lini tengah yang kerap kalah duel. Pertandingan pembuka ini setidaknya telah memberikan gambaran bahwa baik DPMM maupun Tampines memiliki ambisi besar, namun konsistensi akan menjadi kunci. Akankah salah satu dari mereka mampu memuncaki grup? Waktu yang akan menjawab.
Comments (0)