Dominasi Jabar: Dua Atlet Raih Best Lifter di Kejurnas Angkat Besi 2026
BANDUNG — Kontingen Jawa Barat menegaskan supremasinya di Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 yang berlangsung di GOR Arcamanik, Bandung, 12–15 Juni. Dalam pesta olahraga beban nasional it...
BANDUNG — Kontingen Jawa Barat menegaskan supremasinya di Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 yang berlangsung di GOR Arcamanik, Bandung, 12–15 Juni. Dalam pesta olahraga beban nasional itu, dua lifter terbaik dari daerah ini, Rizky Pratama (kelas 67 kg junior putra) dan Siti Nur Azizah (55 kg remaja putri), dinobatkan sebagai The Best Lifter berkat total angkatan tertinggi yang memperhitungkan koefisien Sinclair — masing-masing mencatatkan angka 357,21 poin dan 281,49 poin.
Gelar ini melengkapi dominasi Jabar yang keluar sebagai juara umum dengan koleksi 12 emas, 7 perak, dan 4 perunggu. Ajang yang diikuti 286 lifter dari 28 provinsi itu menampilkan persaingan sengit di berbagai kelas, namun tak ada yang mampu menandingi konsistensi kontingen tuan rumah.
Performa Garang di Atas Panggung
Hari kedua laga menjadi panggung gemilang bagi Rizky Pratama. Lifter 19 tahun itu memulai dengan snatch yang mulus: 115 kg, 120 kg, dan berhasil mencatatkan 125 kg pada angkatan ketiga — rekor pribadi baru. Di sesi clean & jerk, ia membuka dengan 152 kg, kemudian menggenjot ke 158 kg, dan menutup dengan 160 kg yang membawanya ke total 285 kg, unggul 14 kg dari rival terdekatnya asal Lampung.
“Saya hanya fokus pada teknik, terutama saat fase pull clean. Pelatih terus mengingatkan untuk menjaga posisi punggung dan eksplosivitas saat membalik,” ujar Rizky usai pengalungan medali. Penampilannya membuat angka Sinclair-nya melambung, mengonfirmasi efisiensi angkatan yang tak hanya mengandalkan massa otot belaka.
Sementara itu, Siti Nur Azizah yang turun di kelas remaja 55 kg putri menunjukkan ketenangan di luar usianya. Lifter berusia 16 tahun itu membukukan snatch 88 kg — sempat gagal di percobaan pertama 85 kg, lalu memperbaiki — dan clean & jerk 107 kg. Total 195 kg miliknya bukan hanya yang tertinggi di kelas, tetapi juga memecahkan rekor nasional remaja (NAR) sebelumnya 192 kg. Dengan bobot tubuh yang lebih ringan dari para pesaingnya, koefisien Sinclair Siti menjadi yang paling efisien di antara lifter putri.
Rapor Sempurna dan Kedalaman Skuad
Prestasi dua Best Lifter hanyalah puncak dari kedalaman skuad Jawa Barat. Di kelas 61 kg junior putra, Adam Firdaus menyumbang emas dengan total 270 kg, sementara di kelas 45 kg remaja putri, Dewi Anggraeni merebut podium teratas lewat total 145 kg. Bahkan di kelas yang tidak menghasilkan emas, lifter Jabar kerap naik podium — sebuah indikasi pembinaan yang merata.
Statistik kolektif kontingen pun impresif: dari 20 lifter yang dikirim, 17 di antaranya membawa pulang medali. Rasio keberhasilan angkatan mencapai 74 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 58 persen. Tak heran, bendera Provinsi Jawa Barat berkibar paling sering di arena.
“Kami tidak sekadar mengejar medali emas, tetapi membangun lifter dengan teknik yang bersih agar siap bersaing di level Asia Tenggara dan Asia,” kata Hendri Kusdinar, pelatih kepala tim Jabar. “Koefisien Sinclair yang tinggi menjadi target utama; itu berarti penguasaan teknik relatif terhadap bobot tubuh sudah benar.”
Cetak Biru Pembinaan yang Berkelanjutan
“Kami menerapkan periodisasi latihan berbasis data. Setiap lifter memiliki catatan bebannya sendiri, dan kami memantau perkembangan power output mereka setiap pekan. Rizky dan Siti adalah produk dari sistem yang sudah berjalan dua tahun terakhir,” ungkap Hendri.
Pendekatan sport science itu tampaknya mulai berbuah. Tidak hanya membuahkan gelar Best Lifter, sejumlah lifter juga menunjukkan progres signifikan. Tiga di antaranya berhasil menaikkan total angkatan lebih dari 15 kg dibandingkan kejurnas edisi 2025, termasuk Rizky yang meningkat 21 kg. Data yang dikumpulkan tim pelatih menunjukkan peningkatan rata-rata vertical jump dan back squat yang berkorelasi dengan performa angkatan.
Kejurnas ini sekaligus menjadi ajang seleksi menuju Kejuaraan Asia Youth & Junior 2026 di Uzbekistan. Dengan performa yang ditunjukkan, Rizky dan Siti hampir pasti mengisi slot tim nasional. Ketua Umum PB PABBSI, Sarman Simanjuntak, mengatakan bahwa kedua nama itu akan langsung dipanggil mengikuti pemusatan latihan nasional pekan depan.
Dengan fondasi yang semakin kokoh, Jawa Barat tidak hanya mempertahankan tradisi juara, tetapi juga mengirim sinyal bahwa Indonesia memiliki stok lifter muda yang siap bersaing di panggung internasional.
Comments (0)