Damkar Sukabumi Berhasil Evakuasi Ular Sanca 4 Meter di Palabuhanratu

Keresahan para pedagang dan warga di sekitar kawasan Pasar Palabuhanratu akhirnya berakhir setelah tim penyelamat berhasil mengamankan seekor reptil beruku

Sep 14, 2026 - 18:14
0 0
Damkar Sukabumi Berhasil Evakuasi Ular Sanca 4 Meter di Palabuhanratu

Keresahan para pedagang dan warga di sekitar kawasan Pasar Palabuhanratu akhirnya berakhir setelah tim penyelamat berhasil mengamankan seekor reptil berukuran besar. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi mengevakuasi seekor ular sanca batik (Malayopython reticulatus) sepanjang 4 meter yang dilaporkan kerap menampakkan diri dan menebar teror selama dua bulan terakhir.

Kemunculan predator melata di pusat aktivitas ekonomi tersebut menjadi sorotan tajam terkait interaksi satwa liar dengan lingkungan urban, khususnya kawasan pasar basah yang menyediakan ketersediaan mangsa melimpah seperti hewan pengerat dan unggas.

Kronologi Operasi Penyelamatan di Kawasan Pasar

Operasi penangkapan dilakukan dengan prosedur kehati-hatian tinggi mengingat ukuran satwa yang cukup masif dan berpotensi membahayakan keselamatan warga sekitar. Berdasarkan data operasional DPKP Kabupaten Sukabumi, berikut adalah tahapan kronologis evakuasi:

  1. Deteksi Awal: Warga dan pedagang pasar pertama kali mengidentifikasi keberadaan ular di celah saluran air dan sudut bangunan semi-permanen sejak sekitar 60 hari sebelum penangkapan, namun reptil tersebut selalu berhasil meloloskan diri ke gorong-gorong.
  2. Laporan Resmi: Pengelola pasar dan perwakilan pedagang melayangkan laporan darurat kepada pos DPKP terdekat setelah ular sanca tersebut kembali terlihat bersarang di area yang berdekatan dengan aktivitas jual-beli harian.
  3. Penerjunan Tim: Petugas rescue DPKP Kabupaten Sukabumi diterjunkan ke lokasi lengkap dengan peralatan penangkap ular (snake grab/hook) dan alat pelindung diri standar evakuasi satwa liar.
  4. Penangkapan dan Pengamanan: Tim menyisir titik persembunyian sempit, melumpuhkan pergerakan kepala ular, lalu mengevakuasi tubuh reptil berbobot puluhan kilogram tersebut ke tempat terbuka sebelum dimasukkan ke kantong pengaman.
"Evakuasi satwa jenis reptil besar memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak mencederai petugas maupun satwa itu sendiri. Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi cepat masyarakat yang segera melapor tanpa mengambil tindakan berisiko secara mandiri," ungkap perwakilan tim operasional penyelamatan.

Analisis Ekologis: Faktor Penarik Satwa ke Kawasan Pasar

Secara analisis ekologis, fenomena masuknya ular sanca ke kawasan pasar tradisional dipicu oleh rantai makanan buatan yang tercipta di area komersial. Pasar Palabuhanratu yang berdekatan dengan muara sungai serta jalur drainase terbuka menyediakan koridor pergerakan ideal bagi satwa liar nokturnal.

Akumulasi sisa komoditas pangan dan sampah organik di sekitar pasar memicu tingginya populasi tikus got. Kondisi ini secara alami mengundang predator puncak rantai makanan perkotaan, seperti sanca batik, untuk menetap dan bersarang di rongga-rongga bangunan lembap.

Langkah Antisipasi dan Protokol Keselamatan Warga

Guna mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang, pihak berwenang mengimbau pengelola pasar dan masyarakat untuk menerapkan langkah mitigasi terpadu:

  • Sanitasi Berkelanjutan: Mengoptimalkan tata kelola sampah pasar setiap hari guna menekan populasi tikus dan hewan pengerat lainnya.
  • Penutupan Jalur Drainase: Memasang kawat kasa atau teralis besi pada saluran pembuangan air yang terhubung langsung ke sungai.
  • Pembersihan Rutin Sudut Lembap: Meminimalisasi tumpukan kayu, barang bekas, dan material yang berpotensi menjadi sarang reptil.
  • Pelaporan Cepat: Segera menghubungi petugas pemadam kebakaran atau balai konservasi apabila mendeteksi keberadaan satwa berbisa atau predator liar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User