Comeback Dramatis Al Nassr 3-2 Atas Al Ettifaq dengan 10 Pemain

Skor akhir 3-2. Al Nassr keluar sebagai pemenang dalam laga penuh drama melawan Al Ettifaq di Stadion Prince Mohamed bin Fahd, Rabu (26/8/2026) malam waktu Arab Saudi. Kemenangan ini terasa istimewa: ...

Aug 28, 2026 - 23:22
0 0
Comeback Dramatis Al Nassr 3-2 Atas Al Ettifaq dengan 10 Pemain

Skor akhir 3-2. Al Nassr keluar sebagai pemenang dalam laga penuh drama melawan Al Ettifaq di Stadion Prince Mohamed bin Fahd, Rabu (26/8/2026) malam waktu Arab Saudi. Kemenangan ini terasa istimewa: tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-12 setelah kartu merah, dan sempat tertinggal dua gol di babak pertama sebelum membalikkan keadaan secara luar biasa pada 45 menit kedua.

Pertandingan baru berjalan 12 menit ketika wasit menghentikan laga untuk meninjau insiden melalui VAR. Hasil pemeriksaan tegas: pemain bertahan Al Nassr dianggap menghentikan peluang gol yang jelas dengan pelanggaran dari belakang, sehingga kartu merah langsung pun dikeluarkan. Al Nassr bermain dengan 10 orang selama 78 menit penuh, namun justru dari tekanan itulah mentalitas juara mereka muncul.

Menit ke-28, Al Ettifaq memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Georginio Wijnaldum melepaskan umpan terobosan ke kotak penalti, dan Moussa Dembélé menuntaskannya dengan tembakan first time ke pojok kiri bawah gawang Bento. Skor 0-1. Tiga belas menit berselang, giliran Karl Toko Ekambi yang menggandakan keunggulan tim tamu memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas. Babak pertama ditutup dengan skor 0-2, dan Al Nassr menghadapi situasi yang nyaris mustahil.

Babak Pertama: Kartu Merah yang Mengubah Peta Permainan

Kartu merah menit ke-12 memaksa pelatih Al Nassr mengubah formasi dasar 4-3-3 menjadi 4-4-1. Cristiano Ronaldo harus bergerak sendirian di lini depan, sementara lini tengah dipadatkan untuk menahan tekanan. Sayangnya, Al Ettifaq membaca celah di sisi sayap yang ditinggalkan bek yang diusir wasit. Penguasaan bola babak pertama: Al Ettifaq 56 persen berbanding 44 persen milik Al Nassr, dan tim tamu mencatatkan 5 shots on target dari 8 percobaan.

Meski tertinggal dua gol, Al Nassr tidak menyerah. Otávio mulai mengatur ritme dari lini tengah, dan Sadio Mané terus berusaha menusuk dari sisi kiri. Namun hingga turun minum, tuan rumah hanya melepaskan 3 tembakan dan semuanya melenceng dari sasaran. Tekanan demi tekanan yang dibangun lawan membuat starting XI Al Nassr kesulitan keluar dari tekanan.

Babak Kedua: Ronaldo Ditarik Keluar dan Gelombang Serangan Balik

Babak kedua menjadi babak yang sama sekali berbeda. Al Nassr keluar dengan pressing tinggi dan keberanian bermain satu lawan satu di lini depan. Momen krusial datang pada menit ke-60 ketika Cristiano Ronaldo ditarik keluar dan digantikan pemain sayap muda. Keputusan berani itu justru memberikan energi baru: kecepatan tambahan di sisi sayap membuat pertahanan Al Ettifaq kewalahan mengejar bola.

Gol pertama Al Nassr lahir lebih dulu, tepatnya pada menit ke-52. Umpan silang Mané dari sayap kiri disambar Otávio dengan sundulan keras. Skor 1-2, dan stadion mulai bergemuruh. Menit ke-71, giliran Mané yang mencatatkan namanya di papan skor: ia menyambut umpan terobosan Brozović dengan tembakan voli dari dalam kotak penalti. Skor berubah 2-2. Satu assist dan satu gol membuat Mané menjadi bintang di babak kedua.

Gol kemenangan datang pada menit ke-85. Anderson Talisca, yang masuk pada babak kedua, melepaskan tendangan bebas melengkung dari jarak 25 meter yang tak mampu dijangkau kiper Al Ettifaq. Skor akhir 3-2, dan Stadion Prince Mohamed bin Fahd meledak dalam perayaan. Sebelum itu, satu gol Al Ettifaq sempat dianulir karena offside, menambah dramatisnya laga ini.

Analisis Taktik: Penguasaan Bola, Shots on Target, dan Disiplin

Angka-angka akhir pertandingan menunjukkan kebangkitan luar biasa Al Nassr di babak kedua. Secara keseluruhan, penguasaan bola Al Nassr 58 persen berbanding 42 persen milik Al Ettifaq, berbalik drastis dari babak pertama. Shots on target: Al Nassr 7 berbanding 4, dengan 16 percobaan total melawan 9 milik tim tamu.

Yang lebih mengesankan, semua itu dicapai dengan 10 pemain. Disiplin taktis menjadi kunci: setelah kartu merah, Al Nassr hanya mengoleksi 3 kartu kuning dan tidak ada lagi pelanggaran keras yang berujung kartu. Sebaliknya, Al Ettifaq yang semula nyaman justru kehilangan konsentrasi, terbukti dari menurunnya akurasi umpan di babak kedua dan banyaknya pelanggaran di area tengah lapangan.

Keputusan menarik Ronaldo keluar juga menjadi bahan analisis menarik. Dengan perubahan formasi setelah pergantian itu, Al Nassr mendapatkan fleksibilitas serangan yang tidak dimiliki sebelumnya, dan hasilnya terbukti di lapangan: tiga gol dalam 33 menit babak kedua.

Dampak dan Catatan Pertandingan

"Anak-anak bermain dengan hati. Ketika kami kehilangan satu pemain, kami tidak kehilangan keyakinan," ujar pelatih Al Nassr dalam konferensi pers seusai laga. Kemenangan ini menjadi modal berharga untuk persaingan papan atas liga, sekaligus peringatan bagi lawan-lawan berikutnya: Al Nassr tidak pernah menyerah sebelum peluit akhir.

Catatan lain yang tak kalah penting: ini adalah ketiga kalinya dalam dua musim terakhir Al Nassr memenangkan pertandingan setelah tertinggal dua gol. Data menunjukkan tim ini mencetak 9 gol setelah menit ke-80 musim ini, angka tertinggi di kompetisi. Sementara itu, Al Ettifaq harus berbenah cepat, terutama soal manajemen pertandingan ketika unggul jumlah pemain.

Dengan hasil ini, Al Nassr menjaga tren positif di kandang, sementara Al Ettifaq menelan kekalahan kedua musim ini. Laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya: sejauh mana kebangkitan dramatis ini mampu dipertahankan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User