Messi Tertunduk, Spanyol Juara Piala Dunia 2026 dengan Skor 3-2

Skor akhir: Spanyol 3-2 Argentina. Peluit panjang berbunyi, dan Lionel Messi langsung tertunduk di tengah lapangan. Kapten Argentina itu berdiri lama sambil menatap rumput, seolah menolak percaya bahw...

Aug 24, 2026 - 02:30
0 0
Messi Tertunduk, Spanyol Juara Piala Dunia 2026 dengan Skor 3-2

Skor akhir: Spanyol 3-2 Argentina. Peluit panjang berbunyi, dan Lionel Messi langsung tertunduk di tengah lapangan. Kapten Argentina itu berdiri lama sambil menatap rumput, seolah menolak percaya bahwa perjalanan timnya harus berakhir di titik ini. Spanyol keluar sebagai juara dunia 2026 setelah memenangi duel sengit lewat gol Fermín López pada menit ke-90+2. Malam itu menjadi campuran emosi: euforia merah di satu sisi tribun, duka biru-putih di sisi lainnya.

Babak Pertama: Yamal Membuka Pesta, Álvarez Menjawab

Pertandingan langsung berjalan dengan intensitas tinggi sejak kick-off. Dari starting XI yang diturunkan, Spanyol tampil penuh percaya diri dengan formasi 4-3-3, mengandalkan lini tengah berisi Pedri, Gavi, dan Martín Zubimendi untuk mendikte tempo. Argentina memilih pendekatan lebih hati-hati lewat formasi 4-4-2, dengan Julián Álvarez dan Lautaro Martínez sebagai duet penyerang. Hasilnya terlihat jelas dari penguasaan bola babak pertama: Spanyol unggul 61 persen berbanding 39 persen, tetapi Argentina lebih efisien dalam serangan balik cepat.

Menit ke-21, Lamine Yamal melepaskan tendangan kaki kiri dari sisi kanan kotak penalti setelah menerima assist Pedri. Bola melengkung indah ke pojok atas gawang Emiliano Martínez, membungkam seluruh tribun Argentina. Namun Argentina tidak tinggal diam. Menit ke-38, Lionel Messi mengirim umpan terobosan berkelas ke jantung pertahanan Spanyol, dan Julián Álvarez menuntaskannya dengan sepakan first-time ke tiang jauh. Skor berubah 1-1, dan Messi langsung merayakan dengan mengepalkan tangan ke arah pendukungnya.

Babak Kedua: Drama VAR, Penalti Messi, dan Gol di Menit Ke-90+2

Memasuki babak kedua, Spanyol tetap memegang kendali permainan. Menit ke-57, kombinasi cepat Yamal dan Nico Williams kembali memecah pertahanan Argentina. Yamal yang bergerak melebar melepaskan assist, dan Williams menyambarnya dengan tembakan keras ke sisi kiri gawang — Spanyol kembali unggul 2-1. Argentina merespons dengan menaikkan garis pertahanan, dan tekanan itu membuahkan hadiah pada menit ke-78. VAR memanggil wasit untuk memeriksa insiden handball di kotak penalti Spanyol; setelah meninjau layar, wasit menunjuk titik putih. Messi yang menjadi eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan: tendangan penalti keras ke sudut kiri membuat kiper Spanyol hanya terpaku. Skor menjadi 2-2, dan Messi mencatatkan gol keenamnya di turnamen ini.

Menit-menit akhir berubah menjadi adu ketahanan fisik. Wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk Argentina dan satu untuk Spanyol. Yamal nyaris melengkapi hat-trick pada menit ke-83, tetapi sepakannya masih bisa ditepis Emiliano Martínez. Ketika semua orang bersiap menyaksikan perpanjangan waktu, Spanyol melancarkan serangan terakhir. Menit ke-90+2, Dani Olmo melepaskan umpan silang dari sisi kiri, dan Fermín López yang masuk sebagai pemain pengganti menyambarnya dengan sundulan ke tiang jauh. Gol sempat diperiksa VAR karena dugaan offside, tetapi akhirnya disahkan. Spanyol 3-2, dan Messi hanya bisa menunduk.

Messi: Statistik, Air Mata, dan Warisan

Bagi Messi yang berusia 39 tahun, final ini kemungkinan besar menjadi laga Piala Dunia terakhirnya. Statistiknya malam itu tetap mengesankan: satu gol, satu assist, 92 sentuhan bola, dan lima peluang diciptakan. Namun angka-angka tersebut tidak cukup untuk membawanya meraih gelar kedua secara beruntun.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

"Ini malam yang menyakitkan. Kami sudah memberikan segalanya, tetapi Spanyol pantas menang. Saya bangga pada tim ini, terutama pada Leo yang tidak pernah berhenti berjuang," ujar Scaloni dalam konferensi pers seusai laga.
Di sisi lain, pelatih Spanyol Luis de la Fuente memuji ketenangan timnya.
"Kami tahu Argentina akan menekan di akhir laga, tetapi para pemain tetap tenang dan menjalankan rencana permainan. Gelar ini untuk seluruh rakyat Spanyol," katanya.

Statistik akhir pertandingan menunjukkan dominasi Spanyol: penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen, shots on target 7 berbanding 5, dan akurasi umpan 91 persen berbanding 84 persen. Argentina unggul dalam jumlah tekel sukses dan duel udara, tetapi ketajaman penyelesaian akhir Spanyol menjadi pembeda. Tidak ada clean sheet malam itu — kedua gawang kebobolan total lima gol, menjadikannya salah satu final dengan koleksi gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia modern.

Di tengah perayaan pemain Spanyol yang mengangkat trofi, kamera menangkap Messi berjalan perlahan menuju pinggir lapangan. Ia menunduk, menahan air mata, lalu melambaikan tangan ke tribun yang masih meneriakkan namanya. Skor akhir memang memihak Spanyol, tetapi bagi Messi malam ini bukanlah akhir dari segalanya — melainkan babak penutup yang penuh hormat bagi salah satu pemain terhebat sepanjang masa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User