BUMN Baru Perminas Bakal Kelola Logam Tanah Jarang Bareng India

Jakarta - Pemerintah melalui Badan Industri Mineral (BIM) membeberkan rencana strategis kerja sama antara BUMN anyar, PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), dengan perusahaan asal India, Midwes

Jul 08, 2026 - 00:19
0 0
BUMN Baru Perminas Bakal Kelola Logam Tanah Jarang Bareng India

Jakarta - Pemerintah melalui Badan Industri Mineral (BIM) membeberkan rencana strategis kerja sama antara BUMN anyar, PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), dengan perusahaan asal India, Midwest Limited. Kerja sama ini menjadi salah satu sorotan dalam pertemuan bilateral antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, dan menandai babak baru pengelolaan logam tanah jarang atau rare earth di Tanah Air.

Kepala BIM, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya bersama Perminas tengah melakukan penjajakan teknologi secara intensif. Fokus utama dari kerja sama ini adalah hilirisasi di sektor pemisahan dan pemurnian mineral tanah jarang, komoditas yang kian strategis di era transisi energi dan teknologi tinggi. Menurut laporan Beritainti.com, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis melalui badan usaha milik negara yang baru dibentuk di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

“Jadi, kita sudah beberapa kali tim dari Perminas dan BIM juga sudah ke India, sudah dilakukan pembicaraan-pembicaraan. Jadi, India memiliki teknologi-teknologi untuk pemurnian rare earth,” ungkap Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Brian menjelaskan bahwa India telah memiliki kemampuan dan pengalaman yang mumpuni dalam teknologi pemurnian logam tanah jarang. Hal inilah yang mendorong pemerintah Indonesia untuk menggandeng Midwest Limited sebagai mitra strategis. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mempercepat proses hilirisasi, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di dalam negeri. Perminas yang masih berusia sangat muda diharapkan dapat langsung tancap gas menggarap potensi cadangan mineral tanah jarang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Penjajakan Teknologi Jadi Prioritas Utama

Dalam forum bilateral tersebut, isu kerja sama mineral menjadi salah satu agenda utama yang dibahas oleh kedua pemimpin negara. Kesepakatan ini diteken sebagai bentuk komitmen konkret peningkatan hubungan ekonomi dan teknologi antara Indonesia dan India. Brian menambahkan, tim teknis dari kedua belah pihak terus melakukan pembahasan guna menyelaraskan kebutuhan teknologi yang sesuai dengan karakteristik mineral tanah jarang di Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa teknologi yang dibawa oleh mitra India benar-benar aplikatif dan efisien untuk mengolah sumber daya kita. Tim kami sudah berkunjung langsung ke fasilitas mereka di India untuk melihat proses pemurnian secara langsung,” jelasnya lebih lanjut.

Dengan adanya inisiatif ini, pemerintah menargetkan agar Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah, melainkan mampu memproduksi logam tanah jarang dengan nilai tambah tinggi yang siap digunakan untuk industri elektronik, kendaraan listrik, hingga teknologi pertahanan. Beritainti.com mencatat, kolaborasi ini menjadi langkah awal Perminas dalam menjalankan mandatnya sebagai BUMN pengelola mineral nasional yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak hilirisasi di sektor pertambangan strategis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Nasional. Reporter ringkasan peristiwa penting.

Comments (0)

User