Blatter dan Platini Bebas di Banding Kasus Korupsi Swiss

Muttenz, Swiss — Sepp Blatter dan Michel Platini akhirnya menghembuskan napas lega. Pada 25 Maret 2025, Pengadilan Banding Swiss di Muttenz, dekat Basel, kembali membebaskan kedua tokoh sepak bola d...

Oct 08, 2026 - 08:27
0 0
Blatter dan Platini Bebas di Banding Kasus Korupsi Swiss

Muttenz, Swiss — Sepp Blatter dan Michel Platini akhirnya menghembuskan napas lega. Pada 25 Maret 2025, Pengadilan Banding Swiss di Muttenz, dekat Basel, kembali membebaskan kedua tokoh sepak bola dunia itu dari dugaan pembayaran palsu senilai 2 juta franc Swiss. Skor akhir di ruang sidang: 2-0 untuk Blatter dan Platini, clean sheet sempurna bagi tim pembela dalam pertandingan hukum yang berlangsung hampir satu dekade.

Blatter, mantan presiden FIFA berusia 89 tahun, terlihat meninggalkan gedung pengadilan dengan senyum tipis. Ia menyempatkan diri berbicara kepada awak media, seperti halnya Platini, mantan kapten timnas Prancis yang juga pernah menjabat presiden UEFA. Keduanya sempat dinyatakan bersalah pada 2022, namun voning itu dianulir oleh pengadilan banding. Ini adalah kemenangan ganda kedua mereka dalam proses hukum yang sama.

Kronologi Kasus: Dimulai dari Pembayaran 2011

Kasus ini bermula dari pembayaran 2 juta franc Swiss atau sekitar Rp34 miliar yang dilakukan Blatter kepada Platini pada Februari 2011. Jaksa menuduh pembayaran itu sebagai "pembayaran palsu" untuk mendapatkan jasa Platini, yang saat itu menjabat sebagai penasihat FIFA. Platini mengaku memiliki kontrak verbal dengan Blatter untuk pekerjaan konsultasi selama periode 1998 hingga 2002. Namun jaksa menilai tidak ada bukti tertulis yang sah.

Pada 2022, Pengadilan Federal Swiss menjatuhkan vonis bebas kepada keduanya. Jaksa mengajukan banding. Pada 25 Maret 2025, Pengadilan Banding Swiss memutuskan untuk menguatkan vonis bebas tersebut. Hakim memutuskan bahwa bukti yang diajukan tidak cukup untuk membuktikan adanya niat jahat. Ini seperti VAR yang meninjau ulang keputusan lapangan — dan kali ini, keputusan wasit tetap berdiri.

Statistik Kasus: Angka dan Fakta yang Tak Terbantahkan

Jika kita bongkar statistiknya, kasus ini mencatat beberapa angka penting. Duit 2 juta franc Swiss menjadi inti persoalan. Pembayaran terjadi pada Februari 2011, hanya beberapa bulan sebelum Blatter terpilih kembali sebagai presiden FIFA. Platini saat itu menjabat sebagai presiden UEFA sejak 2007. Keduanya kemudian dijatuhi larangan beraktivitas di dunia sepak bola oleh Komite Etik FIFA pada 2015. Blatter, yang pernah memimpin FIFA sejak 1998, harus mundur dari jabatannya. Platini, yang sempat difavoritkan menjadi presiden FIFA berikutnya, kehilangan kesempatan emas.

Dalam konteks pengadilan, ini adalah babak perpanjangan waktu yang panjang. Sidang pertama pada 2022 berakhir dengan bebas. Banding jaksa berlangsung hingga 2025. Total waktu yang dihabiskan: hampir 10 tahun sejak penyelidikan dimulai pada 2015. Tidak ada kartu merah dalam sidang ini, namun reputasi keduanya sempat terpuruk di mata publik sepak bola dunia.

Reaksi Blatter: "Saya Tidak Bersalah Sejak Awal"

"Saya sudah mengatakan sejak awal bahwa saya tidak bersalah. Ini adalah akhir dari mimpi buruk yang panjang," ujar Blatter kepada media setelah persidangan, dikutip dari laporan kantor berita internasional.

Platini juga menyampaikan rasa syukurnya. Mantan playmaker timnas Prancis itu menyebut keputusan ini sebagai "kemenangan keadilan." Ia berharap bisa kembali berkontribusi untuk sepak bola, meski usianya kini menginjak 69 tahun. Kendati demikian, larangan FIFA yang dijatuhkan pada 2015 tidak serta-merta dicabut oleh putusan pengadilan Swiss. Blatter dan Platini masih harus mengajukan permohonan resmi ke FIFA jika ingin kembali aktif di dunia sepak bola.

Dari sudut pandang hukum, keputusan ini menjadi preseden penting. Jaksa Agung Swiss sebelumnya berargumen bahwa pembayaran tersebut tidak memiliki dasar kontrak yang sah. Namun hakim banding menilai bahwa kesepakatan verbal antara dua tokoh sepak bola senior bisa diterima sebagai dasar hukum. Ini seperti offside yang dianulir setelah tinjauan VAR — apa yang tampak pelanggaran, ternyata sah.

Dampak ke Dunia Sepak Bola Global

Keputusan ini menutup babak panjang dari salah satu skandal terbesar dalam sejarah FIFA. Kasus Blatter-Platini muncul bersamaan dengan investigasi korupsi FIFA oleh Departemen Kehakiman AS pada 2015. Saat itu, puluhan pejabat FIFA ditangkap, dan Blatter memutuskan mundur dari kursi presiden. Sejak itu, FIFA melakukan reformasi besar-besaran, termasuk membatasi masa jabatan presiden dan memperketat transparansi keuangan.

Bagi penggemar sepak bola, nama Blatter dan Platini tetap melekat pada dua warisan berbeda. Blatter dikenang sebagai penggagas ekspansi Piala Dunia ke Afrika (2010) dan Rusia (2018). Platini dikenang sebagai pemain legendaris dan arsitek Euro 2016 di Prancis. Namun keduanya juga terhukum oleh opini publik. Dengan putusan ini, mereka berharap bisa membersihkan nama baik. Pertandingan hukum usai. Skor akhir: bebas. Namun pertandingan reputasi masih berjalan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User