Infantino Promosikan Piala Dunia 2026 di Depan Walikota AS

Washington, DC — Berdiri tepat di samping trofi Piala Dunia yang berkilau, Presiden FIFA Gianni Infantino mengambil panggung utama pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota Amerika Serikat, Ka...

Oct 08, 2026 - 08:27
0 0
Infantino Promosikan Piala Dunia 2026 di Depan Walikota AS

Washington, DC — Berdiri tepat di samping trofi Piala Dunia yang berkilau, Presiden FIFA Gianni Infantino mengambil panggung utama pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota Amerika Serikat, Kamis, 29 Januari 2026. Dalam momen yang terasa seperti kick-off menuju turnamen terbesar di muka bumi, Infantino tidak sekadar berbicara soal sepak bola — ia menyusun strategi besar, layaknya pelatih yang memaparkan taktik kepada skuadnya menjelang laga final.

Piala Dunia 2026: Turnamen Tiga Negara, Satu Ambisi

Infantino membuka pidatonya dengan menyoroti format historis Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya, tiga negara menjadi tuan rumah bersama: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan 48 tim peserta — naik dari 32 tim pada edisi 2022 — turnamen ini akan mencatatkan 104 pertandingan, menjadikannya edisi terbesar sepanjang sejarah. Babak penyisihan grup akan menggunakan format baru dengan 12 grup berisi empat tim, di mana dua tim teratas plus delapan peringkat ketiga terbaik melaju ke babak 32 besar.

Menariknya, Infantino menyebut kota-kota tuan rumah sebagai "pemain inti" dalam kesuksesan turnamen. Ia menekankan bahwa infrastruktur stadion, transportasi, hingga sektor pariwisata di 16 kota tuan rumah — 11 di AS, 3 di Meksiko, dan 2 di Kanada — akan mendapat dorongan ekonomi signifikan. "Piala Dunia bukan hanya soal 90 menit di atas lapangan," ujar Infantino, mengutip data FIFA yang memproyeksikan tambahan pendapatan hingga USD 5 miliar bagi kawasan tuan rumah.

Dampak Ekonomi dan Komunitas Tuan Rumah

Dalam pidatonya, Infantino memaparkan sejumlah statistik kunci. FIFA mencatat lebih dari 5 juta tiket akan tersedia, dengan estimasi 6,5 juta penonton hadir langsung ke stadion — angka tertinggi dalam sejarah Piala Dunia. Ia juga menyoroti program "FIFA Forward" yang mengalokasikan dana pembangunan sepak bola akar rumput di Amerika Utara, termasuk pembangunan lapangan mini dan pelatihan pelatih lokal.

Para walikota yang hadir menyambut positif paparan tersebut. Beberapa di antaranya menyoroti pentingnya warisan jangka panjang, bukan sekadar euforia sesaat. Infantino merespons dengan data: setiap USD 1 yang diinvestasikan untuk Piala Dunia diproyeksikan menghasilkan USD 3,4 dalam bentuk aktivitas ekonomi baru, mulai dari perhotelan, kuliner, hingga UMKM. Ia juga menyebut potensi penciptaan 40.000 lapangan kerja temporer dan permanen di kota-kota tuan rumah.

Taktik diplomasi dan tantangan di balik layar

Jika Piala Dunia adalah pertandingan, maka Infantino memainkan peran sebagai playmaker — mengatur tempo dan mendistribusikan bola ke seluruh penjuru lapangan. Ia menyinggung soal kerja sama lintas negara yang melibatkan tiga federasi (USSF, Canada Soccer, FMF) serta koordinasi keamanan, imigrasi, dan logistik antarnegara. "Ini seperti membangun starting XI dari tiga tim berbeda dengan formasi 4-3-3 yang harus berjalan sempurna," candanya, disambut tawa hadirin.

Namun, di balik optimisme, sejumlah tantangan mengintai. Isu perubahan iklim menjadi perhatian, mengingat sebagian pertandingan digelar pada Juni-Juli di kota-kota dengan suhu tinggi. FIFA dikabarkan mempertimbangkan penjadwalan ulang kick-off untuk menghindari panas ekstrem, termasuk penggunaan teknologi pendingin stadion. Selain itu, biaya tiket dan akomodasi yang melonjak menjadi kritik publik di beberapa kota tuan rumah.

"Kami ingin Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi turnamen terbesar, tetapi juga yang paling inklusif. Sepak bola milik semua orang, dari anak-anak di pinggir jalan hingga walikota di ruangan ini," tegas Infantino.

Ia menutup pidatonya dengan ajakan kolaborasi, menyebut setiap kota sebagai "pemain yang harus tampil clean sheet" dalam hal kesiapan. Dengan waktu kurang dari lima bulan menuju laga pembuka, tekanan semakin besar. Jika berhasil, Piala Dunia 2026 bisa menjadi standar baru penyelenggaraan turnamen multinasional. Jika gagal, kritik akan mengalir deras seperti kartu merah di menit akhir.

Satu hal yang pasti: bola sudah mulai menggelinding, dan Infantino memastikan FIFA tidak akan bermain bertahan. Turnamen 2026 diproyeksikan menjadi edisi paling menguntungkan secara finansial dalam sejarah FIFA, dengan proyeksi pendapatan melebihi USD 11 miliar. Kini, tugas kota-kota tuan rumah adalah membuktikan mereka siap menjadi tuan rumah yang tangguh — bukan sekadar penonton di bangku cadangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User