Bilal Hasan Pilih McGregor, Bukan Khabib, Sebagai Idola
Skor akhir dalam dunia tarung tak selalu ditentukan angka di papan skor. Bagi petarung Amerika Serikat (AS) keturunan Indonesia, Bilal Hasan, kekaguman pada seorang atlet justru dibangun dari gaya, me...
Skor akhir dalam dunia tarung tak selalu ditentukan angka di papan skor. Bagi petarung Amerika Serikat (AS) keturunan Indonesia, Bilal Hasan, kekaguman pada seorang atlet justru dibangun dari gaya, mentalitas, dan jejak yang ditinggalkan di atas oktagon. Dan pilihan itu jatuh pada nama besar asal Irlandia, Conor McGregor.
Mengapa McGregor, Bukan Khabib?
Menit ke-1 obrolan soal idola, Bilal langsung menyebut Conor McGregor sebagai sosok yang paling ia kagumi. Pilihan ini menarik karena di tengah rivalitas panas McGregor dengan Khabib Nurmagomedov, Bilal justru memilih 'The Notorious' sebagai panutan. Ia menilai McGregor memiliki aura dan keberanian yang berbeda dari petarung lain. Penguasaan bola dalam konteks tarung bisa diartikan sebagai penguasaan jarak dan ritme pertarungan, dan di situlah McGregor unggul.
Bilal menilai McGregor sebagai petarung yang tak pernah takut mengambil risiko. Shots on target yang dilepaskan McGregor selalu terukur, akurat, dan mematikan. Formasi kaki yang lebar dengan tangan kiri sebagai senjata utama menjadi ciri khas yang membuat lawan kesulitan membaca arah serangan. Starting XI dalam dunia MMA memang tak dikenal, tetapi pilihan gaya bertarung McGregor menjadi semacam formasi dasar yang ia tiru.
Gaya Bertarung yang Memikat
Menit ke-23, Bilal mengungkapkan bahwa yang paling ia kagumi dari McGregor adalah cara petarung Irlandia itu membangun momentum. Ia tak sekadar menyerang, tetapi bermain psikologis dengan lawan. Offside dalam sepak bola tak berlaku di oktagon, namun permainan posisi dan sudut serang McGregor selalu membuat lawan berada pada posisi yang salah.
Bilal juga menyoroti kemampuan McGregor dalam membaca pertarungan. Kartu kuning dan kartu merah memang tak dikenal dalam MMA, tetapi pelanggaran dan keputusan wasit sering menjadi titik balik. McGregor, menurut Bilal, selalu mampu menjaga emosi dan fokus meski tekanan datang dari segala arah. VAR dalam sepak bola memang tak ada di MMA, tetapi keputusan cepat dan tepat dalam sepersekian detik adalah keahlian utama McGregor.
Khabib Tak Masuk Daftar
Menariknya, nama Khabib Nurmagomedov justru tak masuk dalam daftar idola Bilal. Padahal Khabib adalah petarung dengan rekor tak terkalahkan dan penguasaan gulat yang luar biasa. Namun Bilal menilai gaya bertarung Khabib yang cenderung bertahan dan menyerang lewat ground game kurang menarik baginya. Ia lebih tertarik pada petarung yang berani menyerang sejak menit pertama.
Bilal melihat McGregor sebagai simbol keberanian dan ambisi. Clean sheet dalam sepak bola berarti tak kebobolan, dan McGregor kerap mencatatkan kemenangan tanpa banyak menerima pukulan berarti. Efisiensi itu yang membuat Bilal mengidolakannya. Ia ingin meniru cara McGregor mengakhiri pertarungan dengan cepat dan spektakuler.
Ambisi Bilal di Dunia Tarung
Bilal Hasan tak hanya berhenti pada kekaguman. Ia memiliki ambisi besar untuk mengikuti jejak McGregor. Ia ingin membawa nama Indonesia di kancah tarung internasional. Dengan darah Indonesia yang mengalir di tubuhnya, Bilal ingin membuktikan bahwa petarung keturunan Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.
Ia terus mengasah kemampuan, belajar dari setiap pertarungan, dan menjadikan McGregor sebagai standar keberanian. Menit ke-45, Bilal menegaskan bahwa pilihan idola bukan sekadar soal popularitas, tetapi soal nilai yang bisa ditiru. Ia ingin tampil menyerang, percaya diri, dan tak kenal takut — persis seperti yang selalu ditunjukkan McGregor di atas oktagon.
"McGregor mengajarkan saya bahwa keberanian adalah modal utama. Saya ingin membawa semangat itu dan membuktikan bahwa petarung Indonesia bisa tampil di panggung dunia," ujar Bilal Hasan.
Dengan target yang jelas dan idola yang tepat, Bilal Hasan siap melangkah lebih jauh. Pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai, dan dunia tarung patut menantikan aksi petarung keturunan Indonesia ini.
Comments (0)