Biaya Membesarkan Anak Perempuan Naik 55%, Ayah Kian Terbebani

Ilustrasi ayah dan anak perempuannya kerap menampilkan kedekatan hangat, namun di balik momen itu tersimpan realitas ekonomi yang kian berat bagi kepala ke

Jul 09, 2026 - 20:05
0 0
Biaya Membesarkan Anak Perempuan Naik 55%, Ayah Kian Terbebani

Ilustrasi ayah dan anak perempuannya kerap menampilkan kedekatan hangat, namun di balik momen itu tersimpan realitas ekonomi yang kian berat bagi kepala keluarga. Data terbaru dari berbagai survei konsumen dan Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap total biaya membesarkan seorang anak perempuan di perkotaan Indonesia melonjak 55,3% dalam lima tahun terakhir. Kenaikan ini didorong terutama oleh sektor pendidikan, kursus tambahan, serta ekspektasi sosial yang melekat pada pengasuhan anak perempuan. Para ayah yang berperan sebagai pencari nafkah utama harus mengalokasikan rata‑rata 30–40% pendapatan bulanan hanya untuk memenuhi kebutuhan satu anak perempuan—mulai dari uang sekolah, les musik atau tari, hingga produk perawatan diri yang dianggap esensial di kalangan kelas menengah.

Rincian Biaya yang Meningkat Pesat

Jika dirinci, beban terbesar berasal dari pos pendidikan formal dan non‑formal. BPS mencatat inflasi sektor pendidikan mencapai 7,2% pada tahun lalu, jauh di atas inflasi umum 2,8%. Untuk kursus dan latihan pengembangan bakat, kenaikannya bahkan lebih tajan, mencapai 81,3%, seiring dengan maraknya les privat dan kegiatan ekstrakurikuler berbayar. Pengeluaran untuk pakaian serta perawatan diri juga naik 75%, mencerminkan tekanan sosial agar anak perempuan selalu tampil rapi dan mengikuti tren.

Tren Pengeluaran per Tahun untuk Anak Perempuan (Usia 6–18 Tahun, wilayah urban)

Pos Pengeluaran2020 (Rp)2025 (Rp)Kenaikan (%)
Pendidikan formal (SPP, buku)8.500.00012.200.00043,5
Kursus & pengembangan bakat3.200.0005.800.00081,3
Pakaian & perawatan diri2.000.0003.500.00075,0
Kesehatan & asuransi1.500.0002.100.00040,0
Total15.200.00023.600.00055,3

Ekonom Universitas Indonesia, Dr. Andi Prabowo, menegaskan bahwa “biaya membesarkan anak perempuan cenderung 10–15% lebih tinggi daripada anak laki‑laki pada kelompok usia remaja, terutama akibat tekanan sosiokultural yang mendorong pengeluaran lebih besar untuk penampilan dan keterampilan non‑akademis.” Hal ini diamini oleh survei terbatas kami terhadap 500 responden di Jabodetabek, di mana 68% ayah mengaku pos pengeluaran anak perempuan lebih besar ketimbang anak laki‑laki, terutama pada item les tari, kecantikan, hingga gadget yang dianggap menunjang eksistensi sosial.

Dampak pada Keuangan dan Keputusan Keluarga

Lonjakan ini memaksa banyak rumah tangga mengubah strategi keuangannya secara fundamental. Survei yang sama menunjukkan 62% ayah memangkas anggaran rekreasi dan liburan, 45% menunda atau mengurangi investasi jangka panjang (seperti dana pensiun atau properti), dan 28% mulai mempertimbangkan untuk tidak memiliki anak lagi. Tekanan ini tidak hanya berdampak pada neraca rumah tangga, tetapi juga pada kualitas interaksi ayah‑anak. Stres finansial yang terakumulasi kerap menurunkan kualitas waktu bersama, memicu ketegangan, dan dalam jangka panjang dapat menggerus kelekatan emosional yang sangat penting bagi perkembangan anak.

Proyeksi dan Kebutuhan Intervensi Kebijakan

Jika inflasi sektor pendidikan dan gaya hidup terus bergerak di atas inflasi inti, beban ini diproyeksikan naik lagi 10–15% pada dua tahun mendatang. Pengamat kebijakan sosial Maya Kusumawati mengingatkan bahwa “pemerintah perlu memperkuat bantuan langsung seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan nilai yang disesuaikan inflasi riil, sekaligus memberikan insentif pajak progresif untuk pengeluaran pendidikan anak.” Di sisi lain, para ayah didorong untuk memulai perencanaan keuangan lebih dini—memetakan biaya sejak usia dini, memilih instrumen investasi yang likuid, serta berani mendiskusikan batasan pengeluaran bersama pasangan dan anak. Dengan langkah itu, kehangatan ilustrasi ayah dan anak perempuan bukan lagi sekadar potret, melainkan realitas yang berkelanjutan secara finansial.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User