Jakarta – Dua Emiten Baru, BACH dan EMMI, Resmi Melantai di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan dua emiten baru pada perdagangan Rabu (8/7/2026). PT Bach Multi Global Tbk dengan kode saham BACH dan PT Esa

Jul 09, 2026 - 21:24
0 0
Jakarta – Dua Emiten Baru, BACH dan EMMI, Resmi Melantai di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan dua emiten baru pada perdagangan Rabu (8/7/2026). PT Bach Multi Global Tbk dengan kode saham BACH dan PT Esa Medika Mandiri Tbk berkode EMMI resmi mencatatkan saham perdananya di papan pengembangan. Momen pencatatan ini menandai ekspansi kedua perusahaan yang bergerak di sektor berbeda, properti dan kesehatan, ke pasar modal untuk memperkuat struktur permodalan dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Profil Emiten yang Melantai

  1. PT Bach Multi Global Tbk (BACH) merupakan perusahaan pengembang properti terintegrasi yang berfokus pada pembangunan hunian vertikal segmen menengah di kawasan penyangga Jakarta. Dengan proyek andalan "Grand Bach Tower" di Tangerang dan pipeline proyek senilai Rp2,1 triliun, BACH membidik pasar generasi milenial dan keluarga muda. Sebelum IPO, perseroan telah menyelesaikan dua tower apartemen dengan tingkat serapan di atas 90%.
  2. PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) adalah holding rumah sakit dan jaringan klinik pratama yang beroperasi di Jawa Timur dan Bali. EMMI mengelola 14 klinik dan 2 rumah sakit dengan jumlah tempat tidur mencapai 350 unit. Strategi perseroan adalah memperluas jaringan ke Indonesia Timur melalui akuisisi dan pembangunan fasilitas baru. Pendapatan 2025 tercatat Rp845 miliar, tumbuh 18% secara tahunan.

Proses IPO dan Pencatatan

Kedua emiten menjalani proses penawaran umum yang cukup diminati investor ritel dan institusi.

  1. 09.00 WIB: Acara pencatatan dimulai di Main Hall BEI. Direktur Utama BACH, Irwan Setiawan, dan Direktur Utama EMMI, dr. Sintya Dewi, melakukan seremoni pembukaan.
  2. 09.15 WIB: BEI menetapkan harga perdana BACH di Rp220 dan EMMI di Rp310 per saham. BACH melepas 800 juta lembar atau 20% dari modal ditempatkan, meraup dana segar Rp176 miliar. EMMI menawarkan 500 juta lembar (15%), mengumpulkan Rp155 miliar.
  3. 09.30 WIB: Perdagangan dibuka. Antusiasme pasar terlihat dari orderbook yang tebal, masing-masing saham langsung memasuki zona auto rejection atas (ARA) di menit-menit awal.

Kinerja Perdagangan Hari Pertama

Kedatangan BACH dan EMMI memberi suntikan kapitalisasi pasar baru ke bursa. Berikut pergerakan hariannya:

  1. BACH: Dibuka di Rp264 (naik 20%), sempat menyentuh Rp308 sebelum menyentuh batas ARA harian 35% di Rp308 dan ditutup terkunci. Volume transaksi mencapai 150,2 juta saham dengan nilai Rp45,7 miliar, menempati urutan teraktif ketujuh hari itu.
  2. EMMI: Melejit 24% ke Rp384,4 pada menit ketiga, lalu melandai ke Rp378 sebelum kembali ke level ARA di Rp418,5. Total volume 87,3 juta lembar, nilai transaksi Rp34,1 miliar. Minat beli masih dominan dengan antrean beli di batas atas mencapai 20 juta lot.
  3. Secara keseluruhan, kedua saham baru menyumbang Rp79,8 miliar terhadap total nilai transaksi harian BEI yang mencapai Rp11,2 triliun.

Dana IPO dan Prospek Bisnis

Manajemen masing-masing emiten telah merinci alokasi dana hasil penawaran umum.

  1. BACH: Sekitar 55% dana IPO untuk akuisisi lahan di Bogor dan Bekasi seluas 12 hektare yang akan dikembangkan menjadi superblok senilai Rp900 miliar. Sisanya untuk modal kerja dan pembayaran sebagian utang bank jangka pendek. Dengan tambahan lahan, pipeline proyek BACH meningkat ke Rp3,4 triliun, menopang target pendapatan 2027 sebesar Rp1,8 triliun.
  2. EMMI: Sebesar 60% dana IPO atau sekitar Rp93 miliar akan digunakan untuk membangun rumah sakit tipe C di Kupang dan mengakuisisi klinik di Lombok. Langkah ini memperkuat jaringan ke 20 titik layanan pada akhir 2027. EMMI juga menargetkan okupansi tempat tidur meningkat dari 72% ke 85% dengan adanya ekspansi ini.

Para analis memandang kedua emiten memiliki fundamental yang solid. Sektor properti masih mendapat sentimen positif dari penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia, sementara sektor kesehatan didorong oleh peningkatan kesadaran masyarakat terhadap layanan medis berkualitas. Namun investor disarankan mencermati risiko eksekusi ekspansi dan tingkat utang BACH yang tercatat DER 1,2x sebelum IPO—diperkirakan turun ke 0,8x pasca injeksi dana.

Komentar Otoritas dan Pelaku Pasar

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Tito Sulistyo, menyambut pencatatan ini sebagai "langkah positif yang menunjukkan pasar modal Indonesia masih menjadi destinasi menarik bagi perusahaan-perusahaan lokal." Beliau menambahkan bahwa dengan dua emiten baru ini, total pencatatan saham baru tahun 2026 telah mencapai 12 perusahaan, sesuai jalur target BEI sebanyak 25 listing sepanjang tahun.

Dari sisi investor ritel, Livina (34), seorang ibu rumah tangga sekaligus investor pemula di aplikasi trading, mengaku “langsung beli EMMI karena lihatnya bagus dan teman-teman ngomongin soal kliniknya.” Hal ini mencerminkan minat investor ritel yang terus tumbuh, yang berkontribusi hingga 37% dari total volume transaksi kedua saham baru itu.

Pasar akan terus memantau apakah lonjakan harga di hari pertama dapat berlanjut atau menyesuaikan di sesi perdagangan berikutnya. Yang pasti, kehadiran BACH dan EMMI menambah keragaman pilihan saham sektor properti dan kesehatan di BEI.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User