Bencana Rob dan Genangan Permanen di Demak Dinilai Mendesak, Waka MPR Dorong Penanganan Jadi Prioritas Nasional

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menyampaikan pandangan tegasnya mengenai bencana rob dan genangan permanen yang terus melanda Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Ia menekankan bahw

Jul 08, 2026 - 19:37
0 0
Bencana Rob dan Genangan Permanen di Demak Dinilai Mendesak, Waka MPR Dorong Penanganan Jadi Prioritas Nasional

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menyampaikan pandangan tegasnya mengenai bencana rob dan genangan permanen yang terus melanda Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Ia menekankan bahwa persoalan ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata dan harus segera ditangani secara menyeluruh serta menjadi skala prioritas pembangunan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Lestari dalam sebuah acara penyerapan aspirasi masyarakat yang digelar di Hotel Amantis, Demak, pada Senin (22/6/2026). Mengusung tema "Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah: Tantangan Ekologi dan Infrastruktur”, forum tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyuarakan dampak langsung dari pembangunan yang tidak memperhitungkan keseimbangan alam.

Sorotan Terhadap Proyek Infrastruktur dan Dampak Ekologis

Dalam sambutannya, Lestari menyoroti pembangunan jalan Tol Semarang–Sayung. Proyek yang digadang-gadang mampu mempercepat akses dan konektivitas wilayah ini ternyata menimbulkan konsekuensi lingkungan yang masif. Genangan air yang tidak surut serta intrusi air laut yang semakin meluas menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga sekitar, mengancam pemukiman, lahan pertanian, dan keberlangsungan ekosistem lokal.

“Pembangunan infrastruktur seperti jalan Tol Semarang-Sayung memang bertujuan mempercepat akses pembangunan, tetapi proyek tersebut dinilai telah menimbulkan dampak lingkungan yang masif. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Lestari dalam forum tersebut.

Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan aspek ekologi. Jika infrastruktur dibangun tanpa mitigasi dampak lingkungan yang matang, maka yang terjadi justru kemunduran kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks Demak, rob bukan sekadar fenomena alam musiman, melainkan telah berubah menjadi bencana permanen yang memerlukan intervensi lintas sektoral, tidak hanya dari pemerintah daerah tetapi juga dari pemerintah pusat.

Berdasarkan laporan warga yang hadir dalam acara tersebut, ribuan hektare lahan produktif kini tak lagi bisa digarap karena tergenang air asin. Aktivitas ekonomi masyarakat pesisir pun lumpuh secara perlahan. Infrastruktur seperti jalan desa dan fasilitas umum banyak yang rusak karena terendam tanpa penanganan sistemik.

Lestari menambahkan bahwa penanganan bencana di Sayung harus dimasukkan dalam program strategis nasional. Menurutnya, upaya seperti pembangunan tanggul laut terintegrasi, rehabilitasi ekosistem mangrove, dan penataan tata ruang berbasis risiko lingkungan menjadi langkah-langkah yang tidak bisa ditunda lagi. Tanpa aksi nyata dan kebijakan yang berpihak pada keselamatan ekologi, ia khawatir kawasan pesisir Demak akan kehilangan daya dukungnya secara permanen.

Acara ini juga menjadi sinyal kuat bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali setiap proyek infrastruktur yang bersinggungan langsung dengan kawasan pesisir. Pesannya jelas: pembangunan dan lingkungan harus berjalan seimbang. Demikian mengutip laporan Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Reporter Teknologi. Reporter teknologi format ringkasan mudah baca.

Comments (0)

User