Bellingham Jadi Penentu Kemenangan Real Madrid atas Espanyol

Skor akhir 2-1 untuk Real Madrid atas RCD Espanyol dalam lanjutan La Liga 2026/2027 di Stadion RCDE, Cornella de Llobregat, Minggu (23/8/2026). Sundulan Jude Bellingham pada menit ke-78 menjadi penent...

Aug 24, 2026 - 09:36
0 0
Bellingham Jadi Penentu Kemenangan Real Madrid atas Espanyol

Skor akhir 2-1 untuk Real Madrid atas RCD Espanyol dalam lanjutan La Liga 2026/2027 di Stadion RCDE, Cornella de Llobregat, Minggu (23/8/2026). Sundulan Jude Bellingham pada menit ke-78 menjadi penentu kemenangan Los Blancos setelah sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama. Pertandingan ini menegaskan bahwa meski mendominasi penguasaan bola, Real Madrid harus bekerja ekstra keras membongkar pertahanan berlapis tuan rumah yang tampil dengan formasi 5-4-1. Gol tersebut sekaligus menjawab kritik terhadap produktivitas lini depan Madrid pada laga-laga awal musim ini.

Babak Pertama: Blok Rendah Espanyol dan Gol Kontra Mematikan

Sejak peluit awal berbunyi, Real Madrid langsung mengambil inisiatif serangan. Carlo Ancelotti menurunkan starting XI terbaiknya dalam formasi 4-3-3 dengan trio Kylian Mbappé, Vinícius Júnior, dan Rodrygo di lini depan, ditopang Federico Valverde, Aurélien Tchouaméni, dan Bellingham di lini tengah. Sementara itu, Espanyol memilih bertahan dalam dengan lima bek dan mengandalkan serangan balik cepat lewat sayap kanan.

Los Blancos mencatatkan 68 persen penguasaan bola dan melepaskan 9 tembakan sepanjang 45 menit pertama, tetapi hanya 2 di antaranya mengarah tepat ke sasaran. Kiper Joan García tampil gemilang dengan dua penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan voli Mbappé pada menit ke-23. Justru Espanyol yang lebih dulu mencetak gol lewat skema serangan balik pada menit ke-41. Umpan terobosan Pol Lozano membelah pertahanan Madrid, lalu Álvaro García melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh yang gagal diantisipasi Thibaut Courtois. Skor 1-0 untuk tuan rumah bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Rotasi Ancelotti dan Comeback Kilat

Ancelotti merespons cepat dengan memasukkan Luka Modrić menggantikan Tchouaméni di awal babak kedua demi menambah kreativitas di lini tengah. Keputusan itu langsung berbuah hasil pada menit ke-58. Umpang silang terukur Modrić dari sisi kanan disambut sundulan Mbappé yang menghujam pojok kiri gawang Joan García. Skor imbang 1-1 dan Real Madrid semakin meningkatkan intensitas serangan.

Momen kunci lahir pada menit ke-78. Vinícius Júnior melewati dua bek Espanyol di sisi kiri sebelum melepaskan umpang silang melengkung ke tiang jauh. Bellingham, yang berlari tanpa pengawalan dari lini kedua, menyambutnya dengan sundulan keras yang tak mampu dihalau Joan García. Gol keduanya musim ini itu membawa Madrid unggul 2-1. Di sisa waktu, Espanyol mencoba bangkit dan sempat mencetak gol pada menit ke-84 melalui tendangan jarak dekat Jofre Carreras, tetapi VAR menganulirnya karena posisi offside lebih dulu. Insiden itu memicu protes keras tribun tuan rumah, namun wasit tetap pada keputusannya setelah meninjau tayangan ulang.

Dominasi Statistik dan Kartu yang Mewarnai Laga

Angka akhir pertandingan menunjukkan dominasi total Real Madrid. Penguasaan bola 71 persen berbanding 29 persen, total tembakan 18 berbanding 6, dan shots on target 7 berbanding 2. Madrid juga unggul jauh dalam jumlah tendangan sudut, 9 berbanding 2, dengan nilai expected goals 2,4 berbanding 0,7. Satu-satunya catatan negatif adalah kartu kuning untuk Eduardo Camavinga pada menit ke-74 akibat pelanggaran taktis di tengah lapangan, serta kartu kuning Leandro Cabrera pada menit ke-66 setelah menghentikan serangan balik Vinícius secara ilegal.

Bellingham layak dinobatkan sebagai bintang pertandingan. Selain mencetak gol penentu, gelandang asal Inggris itu mencatatkan 92 persen akurasi umpan, tiga peluang diciptakan, dan dua duel udara dimenangi. Performanya menjadi bukti bahwa perannya sebagai penghubung lini tengah dan kotak penalti tetap menjadi senjata paling berbahaya milik Ancelotti.

Kami tahu laga ini akan sulit karena Espanyol bertahan sangat rapat, tetapi para pemain menunjukkan karakter luar biasa untuk membalikkan keadaan. Vinícius dan Bellingham bekerja sama dengan sangat baik di momen krusial, tutur Ancelotti dalam konferensi pers seusai laga.

Sementara itu, pelatih Espanyol, Manolo González, menilai timnya pantas menyesali dua gol yang kebobolan dari situasi bola mati dan umpang silang. Ia menyebut anak asuhnya tetap kompetitif sepanjang 90 menit meski hanya memiliki 29 persen penguasaan bola. Dengan hasil ini, Real Madrid mengoleksi tiga poin pertama mereka di kandang lawan musim ini, sementara Espanyol masih menunggu kemenangan perdana. Laga berikutnya, Madrid akan menjamu lawan di Santiago Bernabéu, sedangkan Espanyol dijadwalkan bertandang ke markas tim papan atas lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User