Barcelona Juara Supercopa, Yamal Cetak Gol Kemenangan Dramatis atas Madrid

Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Barcelona atas Real Madrid pada final Supercopa de Espana di Stadion King Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, Minggu, 11 Januari 2026. Gol penentu lahir di menit ke-90+3 keti...

Aug 24, 2026 - 09:51
0 0
Barcelona Juara Supercopa, Yamal Cetak Gol Kemenangan Dramatis atas Madrid

Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Barcelona atas Real Madrid pada final Supercopa de Espana di Stadion King Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, Minggu, 11 Januari 2026. Gol penentu lahir di menit ke-90+3 ketika Lamine Yamal menyambar umpan silang Ferran Torres, membuat laga bertajuk El Clasico itu berakhir dengan pesta di kubu Blaugrana dan kekecewaan mendalam di sisi Los Blancos. Stadion yang dipadati puluhan ribu penonton itu nyaris roboh oleh sorak-sorai pendukung Barcelona yang mendominasi tribun.

Sejak peluit pertama berbunyi, tidak ada proses saling mengukur. Barcelona turun dengan formasi 4-3-3 plus pressing tinggi, sementara Real Madrid memilih 4-4-2 dengan garis pertahanan rendah dan serangan balik cepat. Pertarungan paling sengit justru terjadi di lini tengah: Frenkie de Jong berulang kali berduel dengan Gonzalo Garcia, dua gelandang yang menjadi poros permainan tim masing-masing.

Babak Pertama: Duel Lini Tengah dan Gol Pembuka

Menit ke-18, Barcelona membuka keunggulan lewat skema yang sudah dilatih berulang kali. Pedri memotong garis umpan Real Madrid, lalu melepaskan assist terobosan kepada Raphinha yang berlari dari sayap kiri. Tendangan kaki kiri Raphinha dari sudut sempit tak mampu dihalau Thibaut Courtois. Skor 1-0, dan Barcelona langsung mengontrol ritme pertandingan.

Penguasaan bola di babak pertama tercatat 58 persen milik Barcelona, tetapi Real Madrid tidak gentar. Mereka hanya butuh 14 menit untuk menyamakan kedudukan. Menit ke-32, Vinicius Junior memanfaatkan kelengahan bek kiri Barcelona, melewati satu lawan, lalu mengirim umpan datar yang disambar Kylian Mbappe di tiang jauh. Skor berubah 1-1, dan duel kembali seimbang.

Di tengah sengitnya laga, perhatian juga tertuju pada duel pribadi Frenkie de Jong melawan Gonzalo Garcia. Statistik mencatat De Jong memenangkan 7 dari 9 duel, sementara Garcia unggul dalam intersep dengan 4 kali memotong bola. Keduanya sama-sama mendapat kartu kuning: De Jong di menit ke-38 karena menjegal counter-attack, Garcia di menit ke-44 karena tekel terlambat ke Pedri. Babak pertama ditutup dengan skor 1-1, shots on target imbang 3-3.

Babak Kedua: Pergantian Taktik dan Campur Tangan VAR

Memasuki babak kedua, pelatih Barcelona Hansi Flick menaikkan posisi bek sayap dan meminta De Jong lebih sering maju membantu serangan. Hasilnya datang di menit ke-54. Yamal melepaskan umpan silang melengkung dari kanan, dan Robert Lewandowski menanduk bola ke sudut jauh gawang. Skor 2-1, gol ke-30 Lewandowski musim ini di semua kompetisi.

Real Madrid nyaris membalas di menit ke-63 ketika Gonzalo Garcia mencetak gol dari luar kotak penalti. Namun, VAR campur tangan. Setelah peninjauan ulang, gol dianulir karena offside tipis pada posisi Bellingham saat build-up. Keputusan itu memicu protes keras pemain Madrid, dan Ancelotti mendapat kartu kuning dari wasit karena keluar dari area teknis.

Meski demikian, Real Madrid tetap menemukan jalan. Menit ke-71, Valverde melepaskan tendangan keras dari jarak 25 meter yang membentur tiang, dan bola rebound disambar Jude Bellingham. Skor 2-2, dan laga kembali hidup. Namun, nasib buruk menimpa Madrid di menit ke-83: Tchouameni menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran keras kepada De Jong, dan Real Madrid harus bermain dengan 10 pemain hingga akhir pertandingan.

Yamal Jadi Eksekutor, De Jong Jadi Orkestrator

Bermain unggul jumlah pemain, Barcelona menekan habis-habisan. Yamal menjadi mimpi buruk bek kiri Madrid sepanjang babak kedua, tercatat menciptakan 4 peluang dan 6 percobaan dribel sukses. Puncaknya di menit ke-90+3: Ferran Torres mengirim umpan silang dari kanan, dan Yamal, yang masuk dari sisi kiri, menyambar bola dengan first-time shot ke sudut bawah gawang. Skor akhir 3-2.

Peran De Jong pantas disorot. Gelandang Belanda itu menuntaskan 92 persen operannya, memenangkan 11 duel, dan mencatat 3 tekel sukses. Ia menjadi jembatan antara lini pertahanan dan lini serang Barcelona sekaligus tameng di depan lini belakang. Bersama Pedri, ia membuat lini tengah Madrid kewalahan sepanjang 60 menit terakhir.

"Kami tahu final ini akan ditentukan oleh detail. Para pemain menunjukkan karakter luar biasa, terutama setelah mereka menyamakan kedudukan. Gelar ini untuk semua suporter yang percaya pada proses kami," ujar Hansi Flick seusai laga.
Di sisi lain, Carlo Ancelotti tak menampik kekecewaannya. "Kami bermain bagus di 60 menit pertama, tetapi kartu merah mengubah segalanya. Dengan 10 pemain, sulit bertahan dari tekanan Barcelona seperti itu," katanya.

Catatan Statistik Final Supercopa

Secara keseluruhan, statistik menegaskan dominasi tipis Barcelona. Penguasaan bola akhir tercatat 55 persen untuk Barcelona dan 45 persen untuk Real Madrid. Shots on target 7-5, total tembakan 16-12, tendangan sudut 9-5, dan pelanggaran 13-18. Real Madrid mencatatkan offside 3 kali melawan 1, sementara akurasi operan Barcelona 89 persen berbanding 84 persen.

Kemenangan ini menjadi trofi Supercopa de Espana kelima bagi Barcelona dalam tujuh tahun terakhir sekaligus balas dendam manis atas kekalahan di final musim lalu. Di sisi Real Madrid, kekalahan ini menjadi pukulan berat di tengah rivalitas ketat perebutan gelar La Liga musim ini. Satu hal yang pasti: duel Frenkie de Jong melawan Gonzalo Garcia di lini tengah Jeddah akan dikenang sebagai salah satu pertarungan paling sengit dalam sejarah El Clasico.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User