Rodri Kalahkan Duo Madrid dan Angkat Trofi Ballon d'Or 2024

Theatre du Chatelet, Paris, 28 Oktober 2024 — malam ketika elite sepak bola Eropa menahan napas. Ketika amplop terakhir dibuka, Rodri Hernandez berjalan ke panggung, mencium trofi emas itu, lalu men...

Aug 24, 2026 - 09:50
0 0
Rodri Kalahkan Duo Madrid dan Angkat Trofi Ballon d'Or 2024

Theatre du Chatelet, Paris, 28 Oktober 2024 — malam ketika elite sepak bola Eropa menahan napas. Ketika amplop terakhir dibuka, Rodri Hernandez berjalan ke panggung, mencium trofi emas itu, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi. Gelandang Manchester City ini resmi dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia versi Ballon d'Or 2024, sekaligus mematahkan dominasi para penyerang megabintang yang selama bertahun-tahun menguasai panggung penghargaan individu.

Skor akhir pemungutan suara pun tegas. Rodri mengumpulkan 617 poin, unggul cukup jauh atas winger Real Madrid, Vinicius Junior, yang harus puas di posisi kedua dengan 491 poin. Rekan setimnya di Santiago Bernabeu, Jude Bellingham, melengkapi tiga besar dengan 270 poin. Selisih 126 poin antara Rodri dan Vinicius menjadi pesan gamblang dari 100 jurnalis yang mewakili negara-negara peringkat teratas FIFA: periode penilaian ini adalah milik sang gelandang.

Anatomi Musim yang Nyaris Tanpa Cacat

Angka-angka di balik kemenangan Rodri sulit dibantah. Sepanjang periode penilaian, ia menjadi poros Manchester City yang meraih gelar Premier League keempat secara beruntun — pencapaian yang belum pernah diraih klub mana pun dalam sejarah kompetisi Inggris. The Citizens menutup musim dengan 91 poin, dua angka di atas Arsenal, dan Rodri tampil sebagai single pivot dalam sistem 4-3-3 Pep Guardiola: jembatan serangan sekaligus tameng pertama di depan lini belakang, dengan akurasi umpan yang konsisten menembus angka 90 persen.

Bersama Spanyol, kisahnya semakin manis. La Roja menyapu bersih tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan di Euro 2024 — rekor baru turnamen — dengan menumbangkan tuan rumah Jerman 2-1 di perempat final dan Prancis 2-1 di semifinal sebelum mengangkat trofi usai menekuk Inggris 2-1 di final Berlin. Gol Nico Williams menit ke-47 dan sundulan telat Mikel Oyarzabal menit ke-86 menjadi penentu, meski Rodri sendiri harus ditarik keluar saat istirahat karena keluhan fisik. Namun kontribusinya sepanjang turnamen, termasuk gol penting ke gawang Georgia di fase gugur, cukup untuk mengantarnya meraih gelar Pemain Terbaik Euro 2024 — penghargaan yang jarang jatuh ke tangan gelandang bertahan.

Ada satu statistik lagi yang memperkuat kasusnya: kekalahan. Lebih dari setahun penuh, Rodri tidak pernah merasakan hasil buruk dalam laga resmi bersama klub maupun negara. Konsistensi ekstrem semacam ini nyaris mustahil ditemukan pada pemain mana pun di level elit.

Kursi Kosong dari Kontingen Madrid

Malam itu juga meninggalkan drama di luar panggung. Begitu kabar bahwa Vinicius bukan pemenangnya bocor menjelang acara, seluruh delegasi Real Madrid memutuskan memboikot upacara. Padahal musim 2023/24 sang winger tampil gemilang: 24 gol dan 11 assist di semua kompetisi, termasuk gol penentu kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund di final Liga Champions menit ke-74, ditambah gelar La Liga. Bellingham bahkan mencetak 19 gol pada musim debutnya di La Liga dan sempat menjadi topscorer sementara di awal kompetisi.

Los Blancos kemudian menerbitkan pernyataan resmi yang menyebut hasil pemungutan suara sebagai bentuk kurang hormat. Suasana Theatre du Chatelet yang seharusnya meriah pun terasa sedikit kosong tanpa kehadiran salah satu kandidat terkuatnya — momen yang langsung menjadi sorotan media dunia bersamaan dengan pengumuman pemenang.

Gelandang Bertahan yang Mengubah Sejarah

Kemenangan Rodri mencatat babak baru dalam sejarah Ballon d'Or. Ia menjadi pemain Spanyol pertama yang meraih trofi ini sejak Luis Suarez Miramontes pada 1960 — jeda panjang 64 tahun. Lebih dari itu, sebuah penghargaan yang identik dengan para pencetak gol kini jatuh ke tangan gelandang bertahan murni, profil yang nyaris punah dari daftar pemenang sepanjang masa.

Cerita malam itu semakin menyentuh: Rodri menerima trofi dalam kondisi cedera ligamen anterior cruciate ligament (ACL) yang parah dideritanya sejak September, lengkap dengan tongkat penopang. Di podium, ia tetap tampil tenang, menyampaikan pidato penuh syukur, dan mengingatkan dunia bahwa posisi gelandang bertahan adalah peran paling tidak glamor namun paling vital dalam sepak bola modern.

Dengan Ballon d'Or 2024 tersimpan di lemari trofi, Rodri resmi masuk jajaran elite sepanjang masa. Bagi generasi gelandang muda yang bermimpi, malam di Paris itu adalah bukti nyata: menguasai tempo pertandingan bisa sama berharganya dengan mencetak gol.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User