Bandung, 9 Juli 2026 — Pertamina mengambil langkah strategis dalam pemberdayaan ekonomi
Sejarah Panjang Sentra Rajut Binong Jati Kampung Rajut Binong Jati telah beroperasi sebagai sentra produksi rajutan sejak tahun 1970-an. Lokasi ini tumbuh
Sejarah Panjang Sentra Rajut Binong Jati
Kampung Rajut Binong Jati telah beroperasi sebagai sentra produksi rajutan sejak tahun 1970-an. Lokasi ini tumbuh secara organik dari industri rumahan menjadi ekosistem bisnis yang menopang perekonomian warga setempat selama lebih dari lima dekade. Namun, regenerasi pengrajin dan perluasan akses pasar masih menjadi tantangan struktural yang belum terselesaikan sepenuhnya.
Kronologi Program Pemberdayaan Difabel Green Warrior
- 9 Juli 2026: Pertamina menginisiasi pelatihan keterampilan merajut khusus bagi 12 peserta difabel dari Kampung Rajut Binong Jati.
- Sesi Pelatihan Intensif: Peserta dibekali teknik dasar hingga mahir merajut dengan memanfaatkan limbah tekstil sebagai bahan baku utama, mengusung prinsip ekonomi sirkular.
- Peluncuran Koleksi Perdana: Hasil rajutan dikurasi menjadi produk bernilai jual seperti tas, dompet, dan aksesori fesyen yang dipasarkan melalui platform daring serta pameran komunitas.
- Pendampingan Lanjutan: Pertamina menyediakan mentor bisnis dan akses permodalan mikro untuk memastikan keberlanjutan usaha para peserta pascapelatihan.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Program ini menciptakan nilai tambah ganda. Pertama, difabel yang sebelumnya berada di luar angkatan kerja produktif kini memperoleh pendapatan rata-rata Rp1,5 juta per bulan dari hasil penjualan rajutan. Kedua, setiap kilogram limbah tekstil yang diolah menjadi produk baru berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 3,6 kg CO₂e—setara dengan emisi dari produksi 4 kaos katun baru.
Model bisnis ini mengandalkan margin keuntungan 40–55 persen per produk, bergantung pada kompleksitas desain. Dengan harga jual berkisar Rp50.000 hingga Rp250.000 per unit, proyeksi omset bulanan komunitas ini diperkirakan menembus Rp20 juta pada kuartal pertama 2027.
Perspektif Pasar dan Skalabilitas
Pasar produk fesyen berkelanjutan di Indonesia tumbuh pada tingkat CAGR 12,7 persen dalam tiga tahun terakhir. Kampung Rajut Binong Jati memiliki keunggulan kompetitif berupa warisan keahlian dan diferensiasi cerita sosial yang kuat. Jika model ini direplikasi ke 10 sentra rajut lain di Jawa Barat, potensi penyerapan tenaga kerja difabel dapat mencapai 120 orang dengan total dampak ekonomi langsung senilai Rp2,4 miliar per tahun.
Comments (0)