Balde Hadir di Sesi Latihan Barcelona Jelang Semifinal Copa del Rey
Malam Rabu (1/3/2023) di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Sant Joan Despi, suasananya berbeda dari sesi latihan biasa. Lampu lapangan menyala terang menembus gelap, sementara para pemain Barcelona berdat...
Malam Rabu (1/3/2023) di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Sant Joan Despi, suasananya berbeda dari sesi latihan biasa. Lampu lapangan menyala terang menembus gelap, sementara para pemain Barcelona berdatangan dengan wajah serius dan fokus penuh. Mereka tahu betapa besar taruhannya: laga pertama semifinal Copa del Rey melawan Real Madrid yang akan digulirkan di Santiago Bernabeu.
Salah satu sosok yang paling menarik perhatian adalah bek kiri muda Alejandro Balde. Lulusan akademi La Masia berusia 19 tahun itu tiba dengan langkah tenang namun sarat determinasi. Sepanjang musim ini, Balde rutin masuk ke dalam starting XI Blaugrana dan berhasil merebut kepercayaan Xavi Hernandez dari Jordi Alba yang lebih senior, bahkan mulai menembus radar Timnas Spanyol.
Duel Kecepatan di Sayap Kiri Menanti Balde
Tugas yang menanti Balde di Bernabeu sama sekali tidak ringan. Ia diharapkan membeku Vinicius Junior, winger Brasil yang menjadi mesin serangan utama Real Madrid. Musim ini, Vinicius konsisten menciptakan peluang berbahaya dari sisi kiri melalui dribel kilat dan akselerasi yang sulit dibaca siapa pun di Liga Spanyol.
Untungnya, Balde punya senjata balasan. Kecepatan sprint-nya termasuk yang tertinggi di skuad Catalunya, sementara kemampuan overlapping-nya memberi lebar serangan bagi formasi 4-3-3 yang diandalkan Xavi. Koordinasi dengan gelandang kiri akan menjadi kunci menjaga keseimbangan antara menahan laju Vinicius dan ikut ambil bagian dalam serangan, apalagi statistik duel satu lawan satu-nya terus meningkat dibanding musim lalu.
Barcelona Unggul Agregat 6-2 dari Dua Pertemuan Musim Ini
Modal psikologis jelas berpihak kepada Barcelona. Kedua tim sudah dua kali bentrok di ajang resmi musim 2022/2023, dan Blaugrana menang di keduanya. Pada laga La Liga di Santiago Bernabeu bulan Oktober lalu, Barcelona menang 3-1 berkat gol Pedri Gonzalez, Robert Lewandowski, serta gol bunuh diri Rodrygo. Penguasaan bola saat itu memang lebih banyak dimiliki Madrid, tetapi efektivitas serangan tamu jauh lebih tajam dari segi shots on target.
Kisah serupa terjadi pada final Supercopa de Espana di Riyadh bulan Januari. Lewandowski membuka keunggulan pada menit ke-33, Gavi menggandakan pada menit ke-69, dan Pedri memastikan kemenangan pada menit ke-77. Karim Benzema hanya mampu menyamarkan skor menjadi 3-1 di menit-menit penutupan. Total enam gol Barcelona versus dua gol Madrid dari dua pertemuan tersebut menjadi catatan yang mustahil diabaikan siapa pun.
Trio Tengah dan Clean Sheet Ter Stegen Jadi Andalan
Dari sisi taktik, Xavi diprediksi tidak banyak mengubah resep. Formasi 4-3-3 dengan trio tengah Pedri, Gavi, dan Frenkie de Jong menjadi penggerak tempo, sementara kapten Sergio Busquets siap memberikan stabilitas dari posisi pivot. Di lini depan, Robert Lewandowski, pencetak paling produktif dengan belasan gol di La Liga, dipastikan memimpin serangan didampingi Raphinha di sisi kanan.
Di lini pertahanan, kombinasi Ronald Araujo, Jules Kounde, dan Andreas Christensen diproyeksikan menjaga gawang Marc-Andre ter Stegen. Kiper Jerman itu sedang berada di level terbaiknya dengan koleksi belasan clean sheet di La Liga musim ini, rekor personal terbaik sejak ia memakai seragam Barcelona. Refleksnya akan sangat ditantang oleh tembakan Benzema, Vinicius, dan Rodrygo yang hampir pasti masuk starting XI tuan rumah.
Sesi latihan malam itu sendiri berlangsung intensif. Rondo pemanasan, drill pressing tinggi, hingga simulasi bola mati dikerjakan secara detail, sinyal kuat bahwa Xavi ingin anak-anak asuhnya tampil agresif sejak menit pertama di kandang lawan.
Di kamp seberang, Carlo Ancelotti dipastikan menurunkan pasukan terkuatnya. Luka Modric dan Toni Kroos diprediksi mengawal lini tengah bersama Eduardo Camavinga atau Aurelien Tchouameni, menghadirkan kombinasi pengalaman dan energi bagi Los Merengues. Tekanan publik Madrid juga membesar karena timnya wajib membalaskan dua kekalahan dari rival abadi tersebut, dengan Bernabeu diharapkan berperan sebagai pemain ke-12.
Perlu dicatat, laga ini baru babak pembuka dari drama panjang semifinal. Leg kedua akan digelar di Camp Nou awal April, dan skor agregatlah yang menentukan tiket ke final di Estadio de La Cartuja, Sevilla. Bagi Barcelona, membawa keunggulan pulang dari ibu kota Spanyol adalah misi utama malam ini, dan Balde beserta rekan-rekannya tampak siap total menjalankan tugas itu.
Comments (0)