Vietnam Pukul Thailand 2-0 di Final Leg Pertama Piala AFF 2026

Skor akhir 2-0 mengubah peta persaingan final Piala AFF 2026 setelah Vietnam menumbangkan Thailand pada leg pertama di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (22-8-2026). Dua gol yang lahir di babak kedu...

Aug 24, 2026 - 22:43
0 0
Vietnam Pukul Thailand 2-0 di Final Leg Pertama Piala AFF 2026

Skor akhir 2-0 mengubah peta persaingan final Piala AFF 2026 setelah Vietnam menumbangkan Thailand pada leg pertama di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (22-8-2026). Dua gol yang lahir di babak kedua membuat tuan rumah, yang menguasai pertandingan lebih dari satu jam, pulang dengan kepala tertunduk dan wajib mengejar ketertinggalan di leg kedua. Kemenangan ini juga memberi Vietnam keunggulan mental jelang pertemuan di Stadion My Dinh pekan depan.

Babak Pertama: Dominasi Gajah Perang yang Tumpul di Depan Gawang

Thailand menurunkan starting XI terbaiknya dan membuka laga dengan agresif. Formasi 4-2-3-1 racikan pelatih Masatada Ishii menempatkan Chanathip Songkrasin sebagai pengatur serangan di belakang striker tunggal. Tuan rumah memegang penguasaan bola hingga 62 persen sepanjang babak pertama, tetapi penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah terbesar mereka. Menit ke-23, Chanathip melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, namun kiper Vietnam masih sigap menepis bola ke tiang jauh. Sepuluh menit berselang, sundulan Teerasil Dangda meneruskan sepak pojok Supachok Sarachat masih melambung tipis di atas mistar.

Vietnam, yang tampil dengan formasi 5-3-2 yang lebih pragmatis, justru nyaris mencuri gol lewat serangan balik. Menit ke-38, Nguyen Tien Linh lolos dari jebakan offside dan menghadapi satu lawan satu dengan kiper Thailand, tetapi tendangannya terlalu lemah. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, dengan catatan shots on target 3-2 untuk Thailand dan sepasang kartu kuning yang menghiasi laga.

Babak Kedua: Dua Pukulan Mematikan dari Serangan Balik

Kebuntuan pecah pada menit ke-57. Gol ini berawal dari assist Nguyen Hoang Duc yang mengirim umpan terobosan panjang dari lini tengah, sebelum Nguyen Tien Linh melepaskan tembakan mendatar ke pojok kiri gawang yang tidak bisa dijangkau kiper Thailand. Gol tersebut membuat Rajamangala senyap, dan Thailand dipaksa keluar dari zona nyaman.

Tekanan justru berbalik menjadi blunder. Menit ke-63, gol penyama kedudukan Supachok dianulir setelah pemeriksaan VAR menunjuk posisi offside pada prosesnya — momen yang memicu protes keras suporter tuan rumah dan berujung kartu kuning untuk salah satu pemain Thailand. Ketika Thailand terus menyerang dengan tiga bek tengah dan dua full-back yang ikut naik, ruang di belakang pertahanan mereka terbuka lebar. Menit ke-84, Pham Tuan Hai memanfaatkan assist Nguyen Van Toan untuk melepaskan tembakan first-time yang menaklukkan kiper Thailand di tiang dekat. Skor akhir 2-0 pun menjadi kenyataan.

Analisis Taktik: Disiplin Bertahan dan Efisiensi Menjadi Kunci

Perbedaan paling mencolok terletak pada efisiensi. Thailand mencatat penguasaan bola hingga 65 persen dan melepaskan total 17 tembakan, tetapi hanya 4 di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Vietnam hanya mencatat 35 persen penguasaan bola dengan 9 tembakan dan 5 shots on target — dua di antaranya menjadi gol. Vietnam memenangkan duel udara dengan rasio 61-39 persen dan sukses memblok 6 tembakan tuan rumah.

Kartu kuning juga mewarnai laga: tiga untuk Thailand dan dua untuk Vietnam. Pada menit ke-88, pelanggaran keras Do Duy Manh terhadap pemain Thailand nyaris berujung kartu merah, tetapi wasit memutuskan cukup dengan kartu kuning setelah berkonsultasi dengan VAR. Statistik pelanggaran 14-11 turut menunjukkan intensitas duel yang tinggi sepanjang 90 menit.

"Kami tahu Thailand akan mendominasi bola. Kami menyiapkan rencana untuk bertahan dengan disiplin dan menyerang di momen yang tepat. Dua gol adalah hasil eksekusi yang sempurna," ujar pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, dalam konferensi pers usai laga.

Di sisi lain, Masatada Ishii mengakui timnya kurang tajam. "Kami menciptakan peluang, tetapi lini depan gagal mengonversinya. 2-0 memang berat, tetapi leg kedua masih 90 menit. Tidak ada yang mustahil di sepak bola," katanya.

Jalan Menuju Leg Kedua

Hasil ini membuat Vietnam hanya butuh hasil imbang berapa pun di leg kedua untuk mengangkat trofi, sementara Thailand wajib menang dengan selisih minimal tiga gol untuk juara langsung, atau dua gol untuk memaksakan perpanjangan waktu. Rekor pertemuan kandang-tandang kedua tim dalam beberapa final terakhir menunjukkan bahwa leg kedua kerap menghadirkan drama, termasuk adu penalti yang menjadi penentu. Dengan keunggulan 2-0, Vietnam kini berada di kursi pengemudi, tetapi pelatih Kim Sang-sik menegaskan timnya tidak akan mengubah pendekatan. "Kami datang ke Bangkok untuk menang, dan kami menang. Di kandang sendiri, kami akan bermain dengan cara yang sama — menyerang," pungkasnya.

Leg kedua dijadwalkan berlangsung di Stadion My Dinh, Hanoi, dan diprediksi disaksikan puluhan ribu suporter. Dengan modal dua gol plus clean sheet di kandang lawan, Vietnam menguasai kendali — tetapi sejarah Piala AFF mengajarkan bahwa belum ada yang selesai sebelum peluit panjang leg kedua berbunyi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User