Menang 1-0 atas Atletico, Barcelona Tetap Gugur dari Copa del Rey

Camp Nou menjadi saksi bisu malam yang getir bagi Barcelona. Skor akhir Barcelona 1-0 Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey 2025/2026, Rabu (04/03/2026), terdengar seperti hasil yang m...

Aug 25, 2026 - 01:39
0 0
Menang 1-0 atas Atletico, Barcelona Tetap Gugur dari Copa del Rey

Camp Nou menjadi saksi bisu malam yang getir bagi Barcelona. Skor akhir Barcelona 1-0 Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey 2025/2026, Rabu (04/03/2026), terdengar seperti hasil yang membanggakan. Namun realitasnya pahit: dengan tertinggal 1-3 dari laga pertama di Riyadh Air Metropolitano, agregat 2-3 memastikan Blaugrana harus mengakhiri petualangan mereka di panggung Copa del Rey musim ini.

Hansi Flick menurunkan starting XI terbaiknya dengan formasi 4-2-3-1. Wojciech Szczęsny berjaga di bawah mistar, dilindungi Jules Koundé, Pau Cubarsí, Inigo Martínez, dan Alejandro Balde. Di lini tengah, Pedri dan Frenkie de Jong bertugas sebagai double pivot, sementara Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Raphinha bermain di belakang Robert Lewandowski sebagai ujung tombak.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol

Sejak peluit awal dibunyikan, Barcelona langsung mengambil kendali tempo. Menit ke-9, Raphinha melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih melebar di sisi kanan gawang Jan Oblak. Empat menit kemudian, giliran Lewandowski mencoba keberuntungan lewat sundulan, namun bola melambung di atas mistar.

Diego Simeone menjawab tekanan itu dengan blok rendah 5-3-2 yang sangat rapat. Julián Álvarez dan Antoine Griezmann sengaja ditarik lebih dalam untuk membantu pertahanan, meninggalkan Atletico nyaris tanpa ancaman di sepertiga akhir. Strategi itu terbukti efektif: meski penguasaan bola tuan rumah menyentuh angka 71 persen pada babak pertama, Barcelona hanya menghasilkan tiga shots on target.

Momen paling kontroversial datang pada menit ke-54. Raphinha sebenarnya sudah membobol Oblak setelah menerima umpan terobosan Olmo, tetapi asisten wasit mengangkat bendera offside. Peninjauan VAR sempat digelar, dan keputusan awal tetap berdiri: posisi winger Portugal itu dinilai sedikit di belakang bek terakhir Los Colchoneros. Peluang emas untuk memangkas defisit agregat pun hilang begitu saja.

Lewandowski Pecahkan Kebuntuan di Menit ke-67

Tekanan Barcelona akhirnya terbayar pada menit ke-67. Lamine Yamal menggiring bola dari sayap kanan, melewati satu penantang, sebelum mengirim umpan silang terukur ke kotak penalti. Lewandowski menyambut dengan first-time shot yang tak mampu dihentikan Oblak. Camp Nou meledak, agregat berubah menjadi 2-3, dan impiannya comeback besar mulai terbayang.

Sembilan menit kemudian, Yamal kembali menjadi ancaman lewat tendangan melengkung yang dipental Oblak dengan gemilang. Flick pun menambah amunisi dengan memasukkan Ferran Torres dan Gavi. Namun lini pertahanan Atletico, yang dipimpin apik oleh José María Giménez dan Robin Le Normand, bertahan dengan disiplin tinggi sampai peluit panjang berbunyi.

Dominasi Statistik yang Tidak Berarti

Data pertandingan mencerminkan dominasi mutlak Barcelona: penguasaan bola 69 berbanding 31 persen, total tembakan 22 berbanding 5, shots on target 8 berbanding 2, serta sepuluh corner berbanding dua. Ironisnya, hanya satu dari seluruh angka tersebut yang berubah menjadi gol — dan itu sama sekali tidak cukup.

Kedisiplinan Atletico juga diuji lewat empat kartu kuning untuk anak asuh Simeone, termasuk untuk Rodrigo De Paul dan Le Normand akibat pelanggaran taktik. Barcelona sendiri menerima dua kartu kuning melalui Pedri dan Cubarsí, keduanya diterima saat mencoba memutus transisi cepat lawan.

Kecewa Balde, Flick Angkat Bicara

Di antara seluruh pemain Barcelona, tidak ada yang menampilkan ekspresi semendalam Alejandro Balde. Bek kiri berusia 22 tahun itu terlihat mematung di atas rumput Camp Nou usai peluit akhir, menunduk sambil menutup wajah dengan kedua tangannya. Padahal secara individu ia tampil cemerlang: akurasi passing 92 persen, tujuh umpan silang, serta memenangkan empat dari enam duel fisik sepanjang 90 menit.

'Kami melakukan hampir semua hal dengan benar kecuali mencetak gol di momen penting,' ungkap Flick usai laga. 'Para pemain sudah memberikan segalanya. Kami menciptakan cukup banyak peluang, tetapi Oblak dan lini pertahanan mereka luar biasa malam ini.'

Di sisi lain, Simeone memuji mental timnya. 'Datang ke Camp Nou dan bertahan dengan disiplin selama 90 menit membutuhkan karakter luar biasa. Kami tahu Barcelona akan menekan sejak menit pertama, dan para pemain menjalankan rencana dengan sempurna,' tuturnya.

Gagal di Copa del Rey tentu menjadi pukulan bagi ambisi Barcelona meraih trofi domestik musim ini. Namun jalan menuju gelar belum tertutup sepenuhnya: Blaugrana masih bersaing ketat di papan atas La Liga dan akan melanjutkan petualangan di fase sistem gugur Liga Champions. Bagi Flick, pekerjaan rumah kini jelas — mengubah dominasi menjadi gol di momen-momen penentu. Sebab, seperti yang ditunjukkan malam ini di Camp Nou, penguasaan bola 69 persen tak akan pernah cukup jika agregat berkata lain.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User