ASIO Bongkar Rencana Serangan Bom Molotov Skala Besar di Sydney
Beritainti.com, Jakarta — Kepala badan intelijen dalam negeri Australia, Mike Burgess, secara terbuka menyampaikan peringatan keras mengenai potensi serangan teror yang berasal dari aktor-aktor yan
Beritainti.com, Jakarta — Kepala badan intelijen dalam negeri Australia, Mike Burgess, secara terbuka menyampaikan peringatan keras mengenai potensi serangan teror yang berasal dari aktor-aktor yang terkait dengan kelompok Iran. Peringatan ini disampaikan Burgess setelah pihaknya mengungkap dan menggagalkan rencana serangan bom molotov skala besar yang menargetkan sebuah kawasan di Sydney.
Dalam pengarahan ancaman tahunan yang digelar di ibu kota Canberra, Direktur Jenderal Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) itu membeberkan fakta yang terbilang mengejutkan. Berdasarkan laporan yang diperoleh media kami, Burgess menyatakan bahwa lembaganya memiliki data intelijen yang menunjukkan seorang warga negara Australia yang bermukim di Iran diduga kuat terlibat merencanakan aksi teror di tanah kelahirannya. Individu tersebut, menurut Burgess, merupakan anggota senior dari Garda Revolusi Iran (IRGC).
Kekhawatiran Meluas ke Jaringan Teror di Eropa
Lebih jauh, Burgess menguraikan bahwa kedok analisis ASIO tidak hanya terfokus pada satu plot tunggal. Pihaknya juga mencermati pola ancaman yang lebih luas, di mana kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan Iran dan saat ini aktif beroperasi di kawasan Eropa, dikhawatirkan memiliki kapasitas dan kehendak untuk melancarkan serangan lanjutan di wilayah Australia. "Kami mendeteksi adanya keterkaitan dan campur tangan aktor-aktor ini dalam insiden teror yang terjadi di Australia sepanjang tahun 2024 silam," tegas Burgess dalam pidatonya, seperti dikutip oleh media kami.
"Australia tidak kebal terhadap embusan angin konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. Kami melihat dengan jelas bagaimana perselisihan di luar negeri dapat diimpor menjadi aksi kekerasan di dalam negeri kita sendiri," ujar Burgess memperingatkan.
Pernyataan ini menandai eskalasi yang signifikan dalam penilaian ancaman keamanan nasional Negeri Kangaroo. Sebelumnya, fokus kontraterorisme Australia lebih banyak menyoroti ancaman dari sel-sel ideologi ekstrem berbasis agama lainnya. Kini, ASIO menilai kelompok dan individu yang termotivasi oleh ideologi rezim tertentu, termasuk jaringan proksi asing, sama berbahayanya. Penyelidikan atas serangan-serangan kecil yang terjadi pada tahun 2024, yang awalnya dianggap sebagai aksi kriminal biasa, kini dibuka kembali di bawah lensa kontra-spionase dan terorisme yang disponsori negara.
Burgess menekankan bahwa kolaborasi erat dengan mitra-mitra intelijen di Eropa menjadi kunci untuk memetakan koneksi dan mencegah sel-sel tidur ini mengaktivasi jaringan mereka di daratan Pasifik. Peningkatan pengawasan keamanan pun segera diterapkan di titik-titik keramaian di Sydney dan Melbourne sebagai langkah antisipasi.
Comments (0)