AS Tolak Pungutan Tarif Iran Atas Hormuz: Bisa Menyebar-Bikin Kacau

Beritainti.com, Jakarta - Amerika Serikat secara tegas menolak rencana Iran yang akan memberlakukan pungutan atau tarif terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Penolakan ini disampaikan lan

Jul 06, 2026 - 13:48
0 0
AS Tolak Pungutan Tarif Iran Atas Hormuz: Bisa Menyebar-Bikin Kacau

Beritainti.com, Jakarta - Amerika Serikat secara tegas menolak rencana Iran yang akan memberlakukan pungutan atau tarif terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Penolakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, dalam sebuah pertemuan penting yang membahas stabilitas kawasan. Pemerintah AS menilai kebijakan sepihak tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip fundamental hukum internasional yang mengatur kebebasan bernavigasi di jalur air global.

Dalam pernyataannya yang dikutip media kami dari pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk di Bahrain, Marco Rubio menekankan bahwa tindakan Iran tersebut tidak akan diizinkan. Ia mengingatkan bahwa jika dunia mentoleransi satu negara memungut biaya di jalur internasional hanya karena kedekatan wilayah, hal itu akan menciptakan preseden berbahaya yang efek dominonya bisa menghancurkan tatanan perdagangan global. Rubio menggambarkan potensi kebijakan itu sebagai pemicu "kekacauan total" yang vital dicegah.

"Jalur air internasional bukan milik negara mana pun. Ini adalah prinsip dasar di dunia saat ini, tanpa itu, dunia akan berada dalam kekacauan total. Jika kita menerima bahwa Anda dapat memungut biaya untuk menggunakan jalur air internasional karena kebetulan berada di dekat wilayah teritorial Anda, maka ini akan menyebar ke seluruh dunia seperti penyakit menular," cetus Rubio.

Ancaman Bagi Stabilitas Perdagangan Global

Menurut laporan yang dihimpun Beritainti.com, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur air paling strategis di dunia, menjadi pintu keluar utama bagi pengiriman minyak dari Timur Tengah ke berbagai negara. Upaya untuk menarik tarif lintas di perairan tersebut dinilai tidak hanya merugikan secara ekonomi tetapi juga sangat berpotensi memicu konfrontasi militer. Rubio menegaskan bahwa memfasilitasi keamanan dan navigasi bebas di selat tersebut adalah tanggung jawab kolektif negara-negara kawasan dan kekuatan global.

Menteri Luar Negeri AS itu menyoroti bahwa menerima logika Iran berarti membuka pintu bagi negara-negara lain untuk bertindak serupa di selat dan kanal vital dunia, mulai dari Selat Malaka hingga Terusan Suez. Konsekuensi logisnya adalah fragmentasi lautan bebas dan kolapsnya sistem logistik internasional yang selama ini menjadi penopang peradaban modern. Prinsip negara bahwa laut adalah warisan bersama umat manusia harus dipertahankan dengan segala cara, sebuah pesan yang dititipkan Washington kepada mitra-mitra Teluk-nya.

Pernyataan tegas Rubio ini menjadi penanda posisi diplomatik AS yang baru di bawah pemerintahannya, di mana penegakan aturan berbasis tatanan global (rules-based order) tidak bisa ditawar, terutama yang berkaitan dengan keamanan energi dan jalur suplai. Pihak Pentagon sebelumnya juga telah mengisyaratkan peningkatan patroli di sekitar selat tersebut guna menjamin tidak ada gangguan sepihak yang menghalangi lalu lintas kapal komersial maupun militer. Media kami mencatat bahwa ketegangan di perairan ini kerap mencuat seiring dengan dinamika negosiasi nuklir dan sanksi ekonomi terhadap Teheran yang belum menemui titik terang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Reporter Teknologi. Reporter teknologi format ringkasan mudah baca.

Comments (0)

User