AS dan Sekutu Barat Boikot Pemakaman Ali Khamenei, Iran Klaim 110 Negara Hadir

Teheran - Suasana duka menyelimuti Iran saat prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, resmi digelar. Namun, di tengah klaim kehadiran perwakilan dari lebih dari seratus negara, terd

Jul 06, 2026 - 12:56
0 1
AS dan Sekutu Barat Boikot Pemakaman Ali Khamenei, Iran Klaim 110 Negara Hadir

Teheran - Suasana duka menyelimuti Iran saat prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, resmi digelar. Namun, di tengah klaim kehadiran perwakilan dari lebih dari seratus negara, terdapat kekosongan signifikan dari blok Barat. Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara sekutunya secara mencolok tidak mengirimkan delegasi kenegaraan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritainti.com, absennya perwakilan AS dan negara-negara Barat ini menegaskan ketegangan diplomatik yang masih membara pasca peristiwa yang menewaskan Khamenei. Tokoh konservatif berusia 86 tahun itu gugur dalam sebuah operasi serangan udara gabungan AS-Israel yang menyasar kompleks kediamannya pada 28 Februari lalu, insiden yang memicu gelombang kemarahan di kawasan Timur Tengah.

Iran Gelar Prosesi Enam Hari, Klaim Dukungan Global

Pemerintah Iran mengumumkan bahwa prosesi pemakaman kenegaraan ini akan berlangsung selama enam hari penuh, melibatkan ritual tradisional di berbagai kota sebelum pemakaman final. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan TV pemerintah, IRIB TV, mengungkapkan data kehadiran diplomatik. Ia mengklaim bahwa delegasi resmi dari 110 negara telah terkonfirmasi akan menghadiri rangkaian acara duka tersebut.

Kehadiran perwakilan dari lebih dari seratus negara menunjukkan posisi penting Iran dalam tatanan global dan penghormatan mendalam terhadap mendiang Pemimpin Revolusi,

ujur Baghaei seperti disarikan dari keterangannya. Meski demikian, pengakuan ini tidak diimbangi dengan pengerahan pengaruh dari poros Washington. Sumber diplomatik lokal yang dikutip media kami mengindikasikan bahwa mayoritas negara yang hadir diperkirakan berasal dari kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin, sementara kehadiran dari Eropa Barat dan Amerika Utara nyaris tidak terlihat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User